Uni Eropa Sediakan 1.600 Beasiswa bagi Pelajar Indonesia

Uni Eropa Sediakan 1.600 Beasiswa bagi Pelajar Indonesia

Uni Eropa Sediakan 1.600 Beasiswa bagi Pelajar Indonesia

Uni Eropa Sediakan 1.600 Beasiswa bagi Pelajar Indonesia

Uni Eropa Sediakan 1.600 Beasiswa bagi Pelajar Indonesia

Pameran Pendidikan Tinggi Eropa (EHEF) 2018 digelar di Jogja Expo Center (JEC), Kabupaten Bantul, Selasa (13/11). Pelaksanaan pameran pendidikan di Kota Pelajar tersebut diharapkan dapat memfasilitasi pelajar maupun mahasiswa yang berminat untuk melakukan studi di Eropa.

Wakil Kepala Delegasi Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, Charles-Michel Geurts mengatakan, pameran ini sudah dilakukan untuk yang ke-4 kalinya di Jogjakarta. Daerah yang sudah diketahuinya dikenal dengan banyaknya kampus berdiri. “Kami memutuskan menggelar pameran di Jogjakarta, untuk menjaring pelajar studi ke Eropa,” katanya, Selasa (13/11).

Setiap tahunnya, tak kurang dari 1.600 beasiswa Uni Eropa disediakan bagi pelajar Indonesia dan akademisi melalui program unggulan ‘Erasmus+’. Program itu seperti pertukaran pelajar, dengan studi jangka pendek.

Lamanya studi itu ada yang 6 bulan, maupun 12 bulan. Pelajar Indonesia maupun dari Uni

Eropa yang sesuai jurusannya, melakukan studi sambil mempelajari budaya baru. “Saling terhubungnya pelajar serta akademisi, merupakan kontribusi penting bagi terbangunnya relasi antar individu. Ini merupakan hal yang selalu dipromosikan oleh Uni Eropa dan Indonesia sebagai bagian dari hubungan kedua negara yang terus tumbuh,” katanya.

Menempuh pendidikan di luar negeri, menurutnya lebih dari sekedar meraih kualifikasi akademis. Namun pengalaman yang didapat menjadi proses untuk membentuk kepribadian, mengembangkan sikap mandiri serta membuka wawasan.

“Eksposur terhadap budaya baru, terjadinya pertukaran pengetahuan dan ketrampilan tentu akan menginspirasi pelajar Indonesia dan membantu mereka dalam menjalani kehidupan di masa depan,” ucapnya.

EHEF sendiri merupakan pameran pendidikan terbesar di dunia yang fokus pada pendidikan

tinggi Eropa. Pada 2018 ini, diikuti oleh 95 lembaga pendidikan tinggi dari 17 negara anggota Uni Eropa.

Selain melalui pameran, pelajar ataupun akademisi yang berminat untuk studi di Uni Eropa juga dapat mengetahui melalui situsnya di ehef.id. Menggali lebih dalam terkait hal-hal tentang berbagai beasiswa yang ditawarkan.

Gubernur DIJ, Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam sambutannya mengatakan, Jogjakarta

salah 1 atributnya merupakan daerah yang dikenal sebagai kota pelajar. “Karena pelajar atau mahasiswa dari seluruh Indonesia datang bersekolah di sini, karena hal itu Jogja dikenal sebagai miniatur Indonesia. Masyarakat Jogja majemuk, sangat menghargai perbedaan,” katanya.

Di sisi lain, negara di Uni Eropa dipandang pantas untuk dijadikan mitra kerja sama. Termasuk dalam bidang pendidikannya, yang berkualitas dan terjangkau. “Bahkan menawarkan beasiswa studi,” katanya.

Melalui pameran ini, diharapkan pelajar maupun mahasiswa yang ada di Jogjakarta bisa menggali sebanyak-banyaknya. Mengenai informasi beasiswa yang ditawarkan.

 

Baca Juga :

 

 

Kurang Laku di ‘Pasaran’, Prodi Konseling dan Ilmu Sosial Dimoratorium

Kurang Laku di ‘Pasaran’, Prodi Konseling dan Ilmu Sosial Dimoratorium

Kurang Laku di ‘Pasaran’, Prodi Konseling dan Ilmu Sosial Dimoratorium

Kurang Laku di ‘Pasaran’, Prodi Konseling dan Ilmu Sosial Dimoratorium

Kurang Laku di ‘Pasaran’, Prodi Konseling dan Ilmu Sosial Dimoratorium

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) memoratorium program studi (prodi) yang dianggap sudah jenuh. Prodi tersebut ada di fakultas atau kampus-kampus keguruan.

Menteri Ristekdikti Mohamad Nasir mengatakan, bukti jenuhnya suatu prodi antara lain lulusannya yang tidak terserap dengan baik di dunia kerja. Lulusan tersebut juga cenderung menganggur, maupun bekerja tidak sesuai dengan bidangnya.

“Ada, misalnya yang jenuh, ini kami tutup. Buktinya jenuh apa? Lulusannya tidak terserap oleh industri. Banyak itu. Contoh, program studi keguruan, yaitu tentang konseling. Saya moratorium dulu,” ujarnya saat ditemui di kantor Kemenristekdikti, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (6/11).

Selain prodi bimbangan konseling, bidang lainnya yang akan dikurangi yaitu ilmu sosial. Dia berharap, perguruan tinggi bisa mengedepankan ilmu eksakta.

“Sekarang universitas yang di bidang sosial, sosialnya akan saya moratorium, saya kurangi.

Sekarang saya arahkan ke STEM (science, technology, energy, mathematics) ini yang menjadi penting. Ini kami dorong. Kalau ada universitas dengan STEM, saya akan izinkan,” terang dia.

Kemudian, sejumlah jurusan kekinian juga akan ditingkatkan, seperti prodi yang fokus terhadap industri kopi. Sebagaimana diketahui, kopi sudah menjadi salah satu gaya hidup masyarakat saat ini.

“Maka ada dalam bagaimana tentang konsentrasi program studi kopi, kopi itu kan dari bagaimana cara menanam kopi yang baik, bagaimana dari hulu kan. Bagaimana nanti set plantiationnya itu, bagaimana nanti hilirnya,” kata Nasir.

Untuk mengembangkan inovasi dalam menciptakan prodi, Nasir memberi kebebasan kepada

universitas. Kini, kampus bisa dengan mudah mengajukan pembukaan prodi baru tanpa nomenklatur, selama bisa menghasilkan lulusan yang terserap industri.

“Ini sudah saya cabut peraturan ini, sudah diganti peraturan baru. Silakan itu para program studi akan dibuka, tetapi harus lihat pada siapa demand-nya, jangan sampai mencetak tenaga kerja penganggur, tapi mencetak tenaga kerja yang profesional pada bidangnya yang diinginkan industri,” paparnya.

Adapun prodi kekinian yang sudah ada, di antaranya Prodi Pengelolaan Perkebunan Kopi, Prodi

Film, Prodi Teknologi Pulp dan Kertas, Prodi Informatika Medis, Prodi Teknik Mekatronika, dan Prodi Sains Data.

Kemenristekdikti juga memberikan rekomendasi kepada perguruan tinggi untuk membuka prodi visioner Sains Perkopian, Prodi Ekonomi Perkopian, Pendidikan Barista, Prodi Seni Meme.

 

Sumber :

https://symbiantweet.com/aliran-sastra/

Luluskan 436 Mahasiswa, Yarsi Targetkan Semua Prodi Terakreditasi A

Luluskan 436 Mahasiswa, Yarsi Targetkan Semua Prodi Terakreditasi A

Luluskan 436 Mahasiswa, Yarsi Targetkan Semua Prodi Terakreditasi A

Luluskan 436 Mahasiswa, Yarsi Targetkan Semua Prodi Terakreditasi A

Luluskan 436 Mahasiswa, Yarsi Targetkan Semua Prodi Terakreditasi A

Universitas Yarsi kembali menyelenggarakan wisuda semester ganjil tahun akademik 2018-2019 akhir pekan lalu. Total ada 436 wisudawan/wisudawati.

Wisuda kali ini terasa istimewa karena bersamaan dengan soft launching Rumah Sakit Yarsi.
Hadir Ketua Pengurus Yarsi sekaligus Direktur Utama PT lnnocreative, Prof.dr. H. Jurnalis Uddin dan Dirut Rumah Sakit YARSI dr. Mulyadi Muchtiar, MARS.

Rapat Senat Terbuka Universitas Yarsi dipimpin langsung oleh Rektor Universitas YARSI, Prof.Susi Endrini S.Si, M.Sc., Ph.D. Hasilnya, Yarsi mentasbihkan sebanyak 436 lulusan.

Mereka terdiri dari Pasca Sarjana 7 lulusan, Fakultas Ekonomi (FE) 192 lulusan, Fakultas Teknologi Informasi (FTI) 66 lulusan, Fakultas Hukum (FH) 40 lulusan, Fakultas Psikologi (FPsi) 33 lulusan, Fakultas Kedokteran (FK) 94 lulusan dan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) 4 lulusan.

Wisuda kali ini mengusung tema ‘Generasi Muda Sebagai Pemimpin Islam Dimasa Revolusi

Industri 4.0, Menciptakan Jiwa Kepemimpinan Muda Yang Hebat’

Rektor Universitas Yarsi, Prof Dr Susi Endrini menargetkan tahun depan jumlah Program Studi (Prodi) di Yarsi dapat meraih peningkatan hingga Akreditasi A.

“Alhamdulillah jika Fakultas Kedokteran telah kembali meraih akreditasi A. Kita terus meningkatkan dan mempersiapkan secara matang, terarah, dan terencana dalam proses akreditasi A untuk Prodi Fakultas Teknologi Informasi (FTI) dan Prodi Fakuktas Ekonomi (FE) serta Prodi fakultas lainnya,” ujar Prof Susi melalui siaran persnya, Senin (29/10).

“Tahun depan semua Prodi bisa meraih akreditasi A. Salah satu Prodi Ilmu Perpustakaan sudah mendapat akreditasi A dan yang membanggakan, merupakan satu-satunya PTS di Indonesia yang berpredikat tersebut,” lanjut dia.

Rektor Susi berharap achievment ini dapat kembali memacu Prodi lainnya untuk dapat meraih

prestasi serupa. Prof Susi mengatakan setelah akreditasi A (unggul) secara institusi di dapat, akan menuju pengakuan internasional.

Dampak positifnya adalah kepada lulusan Yarsi, langsung mendapat respon dunia kerja dan jejaring alumninya ikut andil memperkuat akses pengakuan di segala bidang pengabdian.

“Kalau sudah A, tata kelola akan lebih baik lagi. Ibarat seperti bola salju akan saling

mempengaruhi dan memacu menjadi yang terbaik. Tidak hanya raihan prestasi dosen terbaik bidang sains-teknologi dan humaniora Kopertis III Kemenristek Dikti, tetapi prestasi akademik dan nonakademik mahasiswa akan tertoreh,”ucap Susi.

Hal ini juga diamini Dekan FTI Dr Ummi Azizah Rachmawati dan Dekan FE Dr Ir Verni Yulianty Ismail. Kedua fakultas yang mereka pimpin akan menyusul mendapatkan akreditasi A dengan perbaikan dan penyesuaian kurikulum berbasis kompetensi untuk peningkatan kualitas akademik.

 

Sumber :

https://weareglory.com/jenis-paragraf/

Lembaga Sertifikasi

Lembaga Sertifikasi

Lembaga Sertifikasi

Lembaga Sertifikasi

Lembaga Sertifikasi

   Lembaga Sertifikasi Nasional :

Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Telematika dibentuk oleh pemerintah dan setelah terbentuk harus dilaksanakan oleh komunitas Telematika dan bersifat independen. Bertugas menyelenggarakan standarisasi kompetensi kerja, menyiapkan materi uji serta mengakreditasi unit-unit Tempat Uji Kompetensi dan menerbitkan Sertifikasi Kompetensi bidang Telematika.
LSP Telematika merupakan lembaga yang bersifat independen dan profesional dalam
menyelenggarakan standarisasi, uji kompetensi dan sertifikasi bagi para professional di bidang telematika. Dalam perkembangannya, LSP Telematika menjadi rujukan profesionalisme bagi industri telematika di dalam dan luar negeri.

Sertifikat yang dikeluarkan LSP Telematika merupakan

bukti pengakuan atas kompetensi seseorang setelah melakukan uji kompetensi.
Materi uji kompetensi LSP Telematika disusun berdasarkan Standar Kompetensi
Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang sudah disahkan Menteri Tenaga Kerja
dan Transmigrasi. Penyusun SKKNI merupakan ahli telematika yang berasal dari
Departemen Komunikasi dan Informatika, Departemen Pendidikan, Kementrian Ristek dan beberapa perusahaan TI di Indonesia.
Dalam penyelenggaraan uji kompetensi, LSP Telematika menggunakan test
engine dengan software yang integritasnya tidak diragukan lagi. LSP Telematika
merupakan pemegang lisensi Automated Testing Software (ATS) di Indonesia.
Ujian diselenggarakan dengan berbasis komputer yakni suatu tes yang dipandu dan dikerjakan melalui media komputer termasuk penilaiannya.

Lembaga Sertifikasi Internasional :

·    World Organization of Webmasters (WOW) adalah asosiasi nirlaba profesional yang berdedikasi untuk mendukung individu dan organisasi yang membuat, mengelola atau memasarkan situs web. WOW memberikan pendidikan serta sertifikasi, teknis, pekerjaan dan pelayanan yang menguntungkan anggota kepada ribuan calon dan praktisi profesional web di seluruh dunia.
·   Australian Computer Society (ACS) adalah asosiasi yang diakui untuk Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) profesional, menarik keanggotaan yang besar dan aktif dari semua tingkatan industri ICT.
Seorang anggota Dewan Profesi Australia, ACS adalah suara publik dari kalangan profesi ICT dan perwakilan dari etika profesi dan standar dalam industri ICT, dengan komitmen memperbesar komunitas untuk memastikan pemanfaatan penggunaan ICT.

Lembaga ini didirikan pada tahun 1966. Tujuannya adalah :

  1. Untuk meneliti lebih lanjut, ilmu pengetahuan dan penerapan Teknologi Informasi,
  2. Mempromosikan, mengembangkan dan mengawasi kompetensi dalam praktek ICT oleh orang-orang dan organisasi,
  3. Memelihara dan mempromosikan Kode Etik anggota Lembaga,
  4. Menetapkan dan mempromosikan standar pengetahuan ICT bagi anggota,
  5. Mempromosikan perumusan kebijakan yang efektif pada ICT dan hal-hal yang terkait,
  6. Memperluas pengetahuan dan pemahaman ICT dalam komunitas,
  7. Mempromosikan manfaat dari keanggotaan Lembaga dan mempromosikan.

Sumber : http://obatdietsehat.net/trik-mendidik-anak-keras-kepala-dan-suka-melawan/

Model dan Standar Profesi di USA dan Kanada

Model dan Standar Profesi di USA dan Kanada

Model dan Standar Profesi di USA dan Kanada

Model dan Standar Profesi di USA dan Kanada

Model dan Standar Profesi di USA dan Kanada

Pejabat Keuangan Pemerintah Asosiasi dari Amerika Serikat dan Kanada adalah organisasi profesional pejabat publik bersatu untuk meningkatkan dan mempromosikan manajemen profesional sumber daya keuangan pemerintah dengan mengidentifikasi, mengembangkan dan memajukan strategi fiskal, kebijakan, dan praktek untuk kepentingan publik.

Untuk mencapai tujuan tersebut, aparat pemerintah membiayai semua yang diperintahkan untuk mematuhi standar hukum, moral, dan profesional perilaku dalam pemenuhan tanggung jawab profesional mereka. Standar perilaku profesional diatur sebagaimana dalam kode ini untuk meningkatkan kinerja semua orang yang terlibat dalam keuangan publik.

Pribadi Standar

Petugas pembiayaan pemerintah harus menunjukkan dan mendedikasikan cita-cita tertinggi, kehormatan dan integritas dalam semua hubungan masyarakat serta pribadi untuk mendapat rasa hormat, kepercayaan dan keyakinan yang mengatur pejabat, karyawan dan masyarakat. Mereka harus mematuhi praktek profesional yang telah disetujui dan merupakan standar yang dianjurkan.

Tanggung Jawab Pejabat Publik

Petugas pembiayaan pemerintah harus mengakui dan bertanggung jawab sebagai pejabat di sektor publik. Mereka harus menjunjung tinggi undang-undang, konstitusi, dan peraturan yang mengatur tindakan mereka dan melaporkan pelanggaran hukum kepada pihak yang berwenang.

Pengembangan Profesional

Petugas pembiayaan pemerintah bertanggung jawab untuk menjaga kompetensi mereka sendiri, untuk meningkatkan kompetensi kolega mereka dan untuk memberikan dorongan bagi mereka yang ingin memasuki bidang keuangan pemerintah. Petugas pembiayaan pemerintah bertanggung jawab kepada petugas keuangan untuk meningkatkan keunggulan dalam pelayanan publik.

Integritas Profesional – Informasi

Petugas pembiayaan pemerintah harus menunjukkan integritas profesional dalam penerbitan dan pengelolaan informasi. Mereka harus sensitif dan responsif terhadap pertanyaan dari masyarakat dan media dalam kerangka kebijakan pemerintah negara bagian atau lokal.

 

Integritas Profesional – Hubungan

Petugas pembiayaan pemerintah harus bertindak dengan kehormatan, integritas dan kebijakan dalam semua hubungan profesional. Mereka akan mempromosikan kesempatan kerja yang sama sehingga tidak terdapat diskriminasi, pelecehan atau praktik yang tidak adil lainnya.

 

Konflik Kepentingan

Petugas pembiayaan pemerintah harus secara aktif menghindari munculnya kenyataan yang berbenturan dengan kepentingan. Mereka tidak akan menggunakan milik umum atau sumber daya demi kepentingan pribadi atau politik.

Sumber : http://jendelahati.net/mendidik-anak-usia-4-hingga-10-tahun/

Penjual Asesoris Motor Banjir Rezeki

Penjual Asesoris Motor Banjir Rezeki

Penjual Asesoris Motor Banjir Rezeki

Penjual Asesoris Motor Banjir Rezeki

Penjual Asesoris Motor Banjir Rezeki

BANDUNG – Penjual asesoris motor di kawasan jalan Soekarno-Hatta Bandung, kebanjiran

rezeki setiap musm mudik lebaran. Pasalnya, Jalan Soekarno-Hatta sendiri merupakan jalur utama pemudik motor yang melintas Kota

“Kebanyakan yang membeli sarung tangan dan kacamata buat anak-anak dan perempuan,

mungkin karena perjalanan jauh jadi mereka butuh itu” ujar Rahendi, salah seorang pedagang di Jala Soekarno Hatta, Rabu (7/8).

Menurut penuturan Rahendi rata-rata dirinya mendapat keuntungan Rp 100.000 hingga Rp

150.000 per hari, selama musim mudik dan balik lebaran. Selain pedagang yang sudah biasa berjualan di sepanajnga Jl. Soekarno-Hatta, selama musim mudik dan balik lebaran ini, banyak juga pedagang tambahan atau dadakan yang berjualan.

 

Baca Juga :

Yang Tersisa dari acara 17-san

Yang Tersisa dari acara 17-san

Yang Tersisa dari acara 17-san

Yang Tersisa dari acara 17-san

Yang Tersisa dari acara 17-san

Lembang- Sabtu (17/8) lalu. Masih tentang perayaan hari kemerdekaan Indonesia yang ke-68.

Selalu ada cara tersendiri dan berbeda di setiap daerah dalam merayakan hari kemerdekaan Indonesia. Di daerah Lembang, setiap tahunnya selalu di selenggarakan pawai yang diikuti oleh seluruh desa se-Kecamatan Lembang.

 

Dari mulai pukul 10 pagi, warga Lembang yang akan mengikuti dan menyaksikan pawai

beramai-ramai berkumpul di kawasan Alun-Alun Lembang. Banyak sekali warga yang menyaksikan serta mengikuti pawai, sehingga Alun-alun di padati warga dan juga pedagang.

Para peserta yang akan mengikuti pawai berlomba-lomba menghias kendaraannya agar

menjadi unik, serta orang-orang yang berdandan nyentrik tambah memeriahkan suasana. Seperti kendaraan yang di hias menjadi bentuk perahu bajak laut serta di tambah dengan perpaduan Dj yang memainkan musik. Tak lupa juga para peserta pawai berdandan ala bajak laut, dan masih banyak lagi kendaraan dan peserta unik lainnya. Rute pawai biasanya di mulai dari Alun-alun Lembang, lalu mengelilingi jalan-jalan besar di kawasan Lembang.

“Memang setiap Agustusan kami ikut pawai, ya ini mungkin bentuk semangat kami sebagai generasi muda”, ujar Acis salah satu warga di Lembang yang mengikuti pawai. –Nat-

 

Sumber :

https://www.okeynotes.com/blogs/212521/18989/jaring-jaring-balok

P2TP2A Jabar Pulangkan Korban Trafficking

P2TP2A Jabar Pulangkan Korban Trafficking

P2TP2A Jabar Pulangkan Korban Trafficking

P2TP2A Jabar Pulangkan Korban Trafficking

P2TP2A Jabar Pulangkan Korban Trafficking

BANDUNG-Barat telah kembali memulangkan korban Traffing kali ini berasal dari Batam. Korban tersebut sebanyak tujuh orang yang semuanya adalah perempuan. Dua orang diantaranya masih dibawah umur dan dua orang lainnya adalah ibu dan anak. Korban tersebut datang pada hari Jumat (9/8) dan langsung dibawa ke P2TP2A Jawa Barat sehingga kasusnya dapat langsung ditangani. Para korban berasal dari daerah Cianjur, Bandung dan Cimahi.

Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Prov. Jawa Barat Netty Heryawan mengungkapkan, sebenarnya pihaknya pernah memulangkan korban traffiking sebanyak 16 orang tetapi pada kasus sekarang ini dengan korban sebanyak 7 orang menjadi bahan perbincangan. “Hal ini disebabkan ada pihak tertentu atau oknum tertentu yang mendompleng atau menumpangi sehingga kasus ini harus dikembangkan lebih jauh lagi,” jelas Netty dalam arahannya ketika Meninjau Korban Trafficking Warga Jawa Barat di kantor P2TP2A Jl. Wastukencana Bandung, Rabu (14/8).

Panit I Unit Trafficking dan People Smugling Subdit 4 Direskrimum Polda Jabar, AKP Yayah

Rokayah mengatakan, “Para korban akan dijanjikan untuk bekerja di Malaysia sebagai Cleaning Service oleh agen penyalur tenaga kerja.” Terdapat kendala dalam pemulangan korban dari Batam karena untuk memulangkan saja harus ada prosedur khusus.

“Kendala yang terutama dalam pembuatan laporan karena adanya 2 orang korban yang masih dibawah umur dan masih sekolah,” jelasnya.

Dalam arahannya, Netty menyoroti jalinan kerjasama antarwilayah yang mendesak dikuatkan. “Yang menjadi tindak lanjut dari kasus ini yaitu akan melakukan peninjauan ulang atau melakukan penguatan kerjasama antara Provinsi Jawa Barat dengan Provinsi-Provinsi lainnya khususnya provinsi yang lain yang tempat permasalahan antara lain Babel, Kepri (Kepulauan Riau), dan Kalimantan Barat. Selain itu juga Jawa Barat akan meningkatkan dan memperbaiki pola alur komunikasi antar gugus tugas karena ternyata ada pihak yang ingin memancing di air keruh dengan mencoba masuk dengan pola yang tidak biasa dan mengambil keuntungan.”

Netty menandaskan, pihaknya akan mencoba memetakan ulang program-program yang ada di

OPD di Jawa Barat dengan menguatkan peran dan fungsi OPDnya. “Sehingga korban traffing tidak menjadi korban untuk kedua kali dan kemudian diikuti dengan adanya pemberdayaan bagi korban sehingga dapat membuka lapangan kerja sendiri,“ tegasnya.

P2TP2A menyatakan pihaknya akan terus mengembangkan proses hukum yang berjalan

sehingga benang merah dapat ditemukan karena dari awal prosesnya tidak benar begitu juga dalam pembuatan pasport yang ilegal. Untungnya para korban sangat kooperatif sehingga proses hukum tidak tersendat.

Hadir pada peninjauan tersebut Kepala BP3APKKB Prov. Jabar Neni Kencanawati, Perwakilan dari Polda Jabar AKP Yayah Rokayah, Ketua Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang Prov. Jabar Hadadi, Perwakilan Pengurus P2TP2A Jabar.

 

Sumber :

https://www.okeynotes.com/blogs/212521/18988/apa-itu-teks-laporan-hasil-observasi

Asal-Usul Gunung Tangkuban Perahu

Asal-Usul Gunung Tangkuban Perahu

Asal-Usul Gunung Tangkuban Perahu

Asal-Usul Gunung Tangkuban Perahu

Asal-Usul Gunung Tangkuban Perahu

Kisah ini bermula dari seorang dewa dan seorang dewi

yang karena kesalahan yang dibuatnya di kayangan, akhirnya harus menjalani hukuman di dunia. Keduanya dihukum untuk berbuat kebaikan dalam hidupnya di bumi dalam bentuk seekor babi hutan dan seekor anjing. Babi hutan jelmaan dewi itu bernama Wayung Hyang, sedangkan anjing jelmaan dewa itu bernama Tumang. Wayung Hyang karena dihukum sebagai babi hutan atau celeng, maka ia berusaha melakukan berbagai kebaikan di dalam sebuah hutan. Sementara Tumang, sang anjing jelmaan dewa itu mengabdi sebagai anjing pemburu pada seorang raja yang bernama Sumbing Perbangkara.

Pada suatu hari, raja Sumbing Perbangkara berburu ke hutan

di tepi kerajaan. Di suatu tempat yang dekat dengan tempat tinggal babi hutan Wayung Hyang, Sumbing Perbangkara ingin sekali kencing. Ia kemudian kencing dan tanpa sengaja, tertampung dalam sebuah batok kelapa. Selang beberapa saat, babi hutan Wayung Hyang yang sedang kehausan kemudian meminum air kencing Sumbing Perbangkara. Siapa sangka, Wayung Hyang akhirnya hamil.

 

Sumbing Perbangkara yang pada dasarnya memang suka berburu kembali ke hutan tersebut setelah berbilang bulan, tepat saat Wayung Hyang melahirkan seorang bayi perempuan yang sangat cantik. Sumbing Perbangkara yang berburu kijang mendengar suara tangisan bayi. Ditemani anjing pemburunya Tumang, ia akhirnya menemukan bayi perempuan yang tak lain adalah anaknya sendiri. Terpikat oleh keelokan paras bayi itu, Sumbing Perbangkara membawanya pulang dan mengangkatnya sebagai anak. Bayi perempuan itu kemudian diberi nama Dayang Sumbi.

 

Dayang Sumbi kemudian semakin dewasa dan tumbuh menjadi seorang putri

yang berparas elok. Kecantikan tersiar ke segenap penjuru kerajaan hingga didengar raja-raja dan para pangeran. Dayang Sumbi diperebutkan. Perang besar terjadi di mana-mana. Merasa tidak nyaman dengan perang yang terjadi di mana-mana karena memperebutkan dirinya, Dayang Sumbi akhir meminta kepada ayahnya raja Sumbing Perbangkara untuk menyendiri dan pergi dari kerajaan. Sumbing Perbangkara akhirnya mengijinkannya dan memberikan Tumang si anjing pemburu untuk menemaninya. Dayang Sumbi tinggal di sebuah pondok di tepi hutan. Dengan kehidupannya yang sederhana tak seorangpun yang tahu bahwa ia adalah Dayang Sumbi yang diperebutkan banyak raja dan pangeran. Di pondok itu ia mengisi kegiatannya dengan menenun.

WARNA-WARNI PENGALAMAN DI NGO CONNECTION DAY

WARNA-WARNI PENGALAMAN DI NGO CONNECTION DAY

WARNA-WARNI PENGALAMAN DI NGO CONNECTION DAY

WARNA-WARNI PENGALAMAN DI NGO CONNECTION DAY

WARNA-WARNI PENGALAMAN DI NGO CONNECTION DAY

Itulah penggalan kalimat pembuka yang menggugah mata dan hati saya

saat menyadari betapa  besarnya manfaat dari tekhnologi informasi kini. Karena tekhnologi bukan lagi sekedar keinginan, tapi menjadi kebutuhan bahkan mungkin ketergantungan. Kenapa ketergantungan? Contoh kecilnya saja, apa yang terjadi apabila hp kita tertinggal dirumah?? 90% kemungkinan kita pasti balik lagi ke rumah kan?? Coba kalau dompet kita yang ketinggalan, apa kita akan balik lagi ke rumah?? Sebagian besar dari kita mungkin memilih untuk menelepon orang rumah untuk mengantarkan dompet atau bahkan memilih untuk meminjam uang kepada orang terdekat daripada pulang lagi ke rumah. Iya ga?? Hal ini menunjukkan bahwa tekhnologi telah menjadi teman setia dalam hidup kita.

Dan bicara mengenai tekhnologi, kali ini saya ingin menceritakan mengenai pengalaman

saya dalam menghadiri acara yang hebat buat para NGO. Pada tanggal 23 April 2014 lalu, microsoft bersama ASEAN Foundation telah mengadakan NGO Connection Day 2014.
Acara yang bertempat di Gran Melia Hotel ini berlangsung sangat baik, dan sukses memikat hati saya. Saya sebagai anggota NGO merasa sangat terhormat datang diacara tersebut. Karena disana hadir para figur hebat seperti Bpk Ruben Hattati (Direktur Corporate Affairs, Microsoft Indonesia), Ms. Elaine Tan  (Direktur Eksekutif, ASEAN Foundation), Gillian Pearl (Technology for good, Microsoft asia Pasific), Simon Gee (Director, Program Development, Techsoup Asia Pasific) dan berbagai figur penting lainnya.

 Dalam acara luar biasa tersebut, kami peserta dari berbagai NGO

dijelaskan mengenai Apa Itu Cloud, Apa yang Perlu dipertimbangkan untuk pindah ke Cloud, bagaimana migrasi ke cloud dengan office 365, demo office 365, langkah mendaftar office 365 untuk nirlaba & Techsoup, dan juga yang ga kalah keren adalah belajar mengenai coding.

Awalnya saya kira koding itu susah, rumit

ruwet dan berbagai pikiran negatif thingking lainnya muncul dibenak saya ketika harus coding. Karena yang namanya koding ya bahasa pemrograman komputer yang bahasanya aneh, kayak biner, html, dan seg udang istilah rumit lainnya. Namun, segala pikiran buruk saya seolah runtuh ketika disana kami diajak bermain-main koding. Kalau anda bertanya, “kok bisa?”. Jawabannya ada pada code.org , disana kita akan diajarkan mengkoding dengan istilah atau bahasa sehari-hari, bukan lagi bahasa komputer. Contohnya: disana kita bisa layaknya bermain angry bird, si burung merah harus menangkap si babi hijau, nah kita lah yang harus menuliskan kodingan untuk menggerakkan si burung tersebut. Seru kan??