Inilah Macam-Macam Jenis Gangguan Makan Yang Dapat Menyerang Anda

Inilah Macam-Macam Jenis Gangguan Makan Yang Dapat Menyerang Anda

Baru-baru ini, kedua selebriti familiar yakni Ina Thomas dan Kendall Jenner diserbu oleh warganet dampak tampilan mereka yang paling kurus. Bahkan sejumlah ada yang hingga menyebut mereka mengidap gangguan santap anoreksia.

Gangguan santap secara sah diklasifikasikan sebagai gangguan mental oleh Manual Diagnosis dan Statistik Gangguan Mental (DSM). Kebanyakan gangguan santap yang lebih dikenal ialah anoreksia nervosa dan bulimia nervosa.

Terlepas dari permasalahan kedua seleb di atas, dengan sekian banyak  ekspose dari media bakal citra tubuh yang lebih ramping atau berotot, masalah gangguan santap ini terlihat meningkat. Mari kenali sejumlah jenis gangguan santap lainnya:

Gangguan berpesta makan

Gangguan berpesta santap atau binge eating disorder baru-baru ini dinamakan sebagai di antara gangguan makan. Dipercayai sebagai gangguan santap yang sangat umum diidap di Amerika Serikat, lazimnya gangguan ini dibuka saat remaja atau mula masa dewasa.

Gejala yang ditimbulkan serupa dengan bulimia, tetapi perbedaannya mereka tidak memberi batas kalori, berolahraga atau diet ekstrem, atau kelaziman memuntahkan pulang makanan mereka sebagai kompensasi sesudah berpesta makan.

Tanda-tanda gangguan ini merupakan: makan tidak sedikit secara cepat, diam-diam sampai sangat kenyang meski tidak lapar, merasa kehilangan kontrol ketika sedang berpesta makan, menikmati stres sebab rasa malu, jijik atau bersalah ketika memikirkan kelaziman berpesta makan.

Melihat kelaziman berpesta santap ini sudah tentu pengidapnya kegemukan atau obesitas. Sehingga mengakibatkan mereka berisiko tinggi terpapar komplikasi laksana penyakit jantung, stroke dan diabetes tipe 2.

Pica

Tak tidak sedikit dikenal, Pica ialah gangguan santap di mana pengidapnya mengidam hal-hal yang bukan makanan. Seperti es, kotoran, tanah, kapur, sabun, kertas, rambut, kain, wol, batu kerikil, deterjen atau kanji.

Pica bisa terjadi baik pada orang dewasa, anak dan remaja. Dan sangat sering ditemukan pada anak-anak, ibu hamil dan orang yang mempunyai disabilitas mental. Mereka paling berisiko keracunan, infeksi, luka usus dan kelemahan nutrisi, sampai kematian.

Namun, tradisi atau kebiasaan untuk memakan hal-hal yang bukan makanan tidak tergolong dalam gangguan santap ini. Di Indonesia pernah terjadi laksana kasus-kasus di mana anak-anak memakan kapur barus, obat nyamuk atau bahkan sabun.

Gangguan ruminasi

Gangguan santap ruminasi atau rumination disorder pun baru saja dikenali dalam DSM. Gangguan santap ini diperlihatkan dengan seseorang yang memuntahkan makanannya, kemudian menelan dan mengunyahnya lagi atau memuntahkannya kembali.

Umumnya gangguan ini terjadi sekitar 30 menit kesatu setelah santap dan dilaksanakan dengan sengaja. Gangguan ruminasi dapat terjadi pada siapa saja. Pada bayi, seringkali terlihat antara umur 3-12 bulan dan kadang hilang dengan sendirinya, namun andai terjadi pad anak-anak dan dewasa memerlukan terapi.

Jika ketika bayi tidak teratasi, maka bisa berdampak berkurang berat badan dan malnutrisi yang parah yang dapat berujung fatal. Orang dewasa dengan gangguan ini barangkali terlihat memberi batas jumlah makanan mereka, terutama ketika di depan umum, sehingga menciptakan mereka jadi terlalu kurus.

ARFID

Ganggun santap ARFID atau Avoidant or Restrictive Food Intake Disorder (gangguan batasan atau pemilihan makanan) ialah nama baru dari gangguan lama. ARFID menggantikan gangguan santap pada bayi atau anak-anak, yang seringkali menjadi diagnosis pada anak-anak di bawah tujuh tahun.

Pengidap gangguan ini seringkali disebabkan baik oleh hilangnya ketertarikan untuk santap atau ketidaksukaan atas bau, rasa, warna, tekstur atau temperatur tertentu. Dan lazimnya perilaku santap mereka mengganggu saat santap bersama-sama, misalnya.

Perlu disalin bahwa ARFID melebihi perilaku normal, contohnya ialah memilih-milih makanan (picky eater) pada balita atau asupan makanan yang tidak banyak pada orang dewasa.

Gangguan makan lainnya

Ada sejumlah gangguan santap lain yang paling jarang diketahui atau jarang terjadi, seperti:

  1. Gangguan muntah atau purging: pengidapnya punya kecenderungan memuntahkan pulang makanan mereka atau memakai obat pencahar serta olahraga berlebihan. Namun mereka tidak berpesta makanan, sehingga bertolak belakang dengan bulimia nervosa.
  2. Sindrom santap tengah malam: seringkali pengidapnya sering santap berlebihan sesudah terbangun di tengah malam.
  3. EDNOS (Eating disorder not otherwise specified) atau gangguan santap yang belum terspesifikasi, misalnya sejumlah kondisi yang memiliki sejumlah gejala yang serupa seperti gangguan santap namun tidak sesuai dengan katergori-kategorinya.

Salah satu EDNOS yang sedang viral baru-baru ini ialah orthorexia, yakni suatu perilaku di mana seseorang terobsesi dengan makanan sehat hingga titik mengganggu kehidupan keseharian mereka. Misalnya mengeliminasi sekelompok makanan sebab takut tidak sehat.

Baca Juga: