Pakar Kopi Dunia Ingin Kembangkan Kopi Indonesia

Pakar Kopi Dunia Ingin Kembangkan Kopi Indonesia

Pakar Kopi Dunia Ingin Kembangkan Kopi Indonesia

 

Pakar Kopi Dunia Ingin Kembangkan Kopi Indonesia

Demi mengembangkan dan memajukan pertanian kopi nusantara

Pemerintah Kabupaten Malang menerima kunjungan pakar kopi dunia asal Mexico, Manuel Diaz di Aula Kecamatan Dampit, Jumat (25/1) pagi. Kegiatan yang dikemas dalam Audiensi Kopi Kita bersama Wakil Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, MM ini disupport langsung oleh Managing Director PT. Santos Jaya Abadi, Paulus yang juga merupakan produsen kopi ternama.

Tampak hadir pula, Anggota DPR RI Komisi 11, Ir. Andreas Eddy Susetyo, MM

Kepala Organisasi Perangkat Daerah terkait, Muspika Dampit, pihak perbankan dari Bank Indonesia dan BNI Cabang Malang serta beberapa petani kopi lingkup setempat.

Usai berkunjung ke Wisata Kebun Kopi Lereng Bromo, di Desa Taji

Kecamatan Jabung, beberapa waktu silam, Manuel Diaz bersama Komunitas Peduli Kopi Nusantara (Kopi Kita) dan Malang Post kembali melakukan kunjung lapang ke Ecowisata Kebun Kopi Amadanom Dampit setelah berdiskusi panjang saat kegiatan audiensi tadi. Ia terlihat sangat menikmati kopi robusta yang disuguhkan, sembari sharing tentang bagaimana mencapai kesuksesan produksi kopi di luar negeri sehingga bisa menghasilkan berjuta-juta karung.

“Indonesia has good coffee, this is due to island factors, good rainfall and a lot of luwak coffee,” puji Manuel. Menurutnya, Indonesia memiliki lahan terbesar nomor 2 di dunia setelah Brazil yang mempunyai luasan tanah lebih besar yang didedikasikan untuk kopi. Ia katakan bahwa bibit kopi yang memiliki daun lebih dari empat lembar, dengan tinggi 30 cm, tidak boleh lagi ditanam di polibag, tapi harus ditanam tanah, agar akar kopi berkembang dan dapat menyerap lebih banyak makanan dan nutrisi.

Ini bisa menghancurkan nilai dan kualitasnya

Di Indonesia sebenarnya mempunyai koleksi genetik kopi yang besar tetapi tidak digunakan dengan baik dan akarnya bengkok sehingga pohon kopi tersebut tidak berumur panjang, selain itu tidak adanya regulasi mengenai pendistribusian biji kopi, jadi untuk mengimplementasikannya membutuhkan jangka waktu yang sangat panjang,” akunya. Wabup sendiri merasa antusias dan bangga dengan kehadiran tokoh penting yang ikut serta memajukan pertanian kopi khususnya di Kabupaten Malang itu.

“Semoga dengan kunjungan Mr. Manuel ini bisa meningkatkan perkembangan kopi di Indonesia karena kita ketahui bersama bahwa beliau merupakan pakar kopi dunia yang sudah berpengalaman di bidangnya, kita sangat berterima kasih karena beliau sudah mau membagi ilmunya bagaimana cara menanam tanaman kopi agar menghasilkan cita rasa yang berkualitas, dan mengenai regulasi pendistribusian biji kopi semoga segera tersampaikan ke pusat karena Alhamdulillah Pak Andreas juga turut hadir dalam acara ini,” harap pria yang akrab disapa abah itu.

 

Artikel Terkait: