Pentingnya Pengalaman Berprestasi

Pentingnya Pengalaman Berprestasi

Apa jadinya kalau Thomas Alva Edison tidak miliki ibu yang hebat? Ketika gurunya menyebutkan bahwa Edison adalah anak bodoh, maka hanya satu orang yang melihat berlebihan Edison adalah ibunya. Sekarang, tidak cuma Edison yang bangga terhadap dirinya sendiri. Seluruh dunia sampai saat ini mengenal, mengagumi, dan membanggakan Edison.
Setiap orang tua, baik orang tua di tempat tinggal atau di sekolah, selalu menginginkan anaknya berprestasi. Tidak perlu besar. Prestasi-prestasi kecil, apa-pun bentuknya, akan menempel selama hidup. Prestasi inilah yang sesudah itu mobilisasi anak untuk berprestasi lebih baik.

Setiap anak dapat berprestasi. Pandangan yang beranggapan bahwa prestasi anak adalah prestasi nilai sekolah, tampaknya perlu bergeser. Memang tidak mudah. Sudah bertahun-tahun menempel di alam bawah jelas bahwa prestasi demikianlah yang layak menyebut seorang anak dengan sebutan anak pintar. Efek yang tidak mulai adalah terhadap sementara anak kita tidak cukup berprestasi di bidang nilai di sekolah, maka pertolongan kita terhadap prestasi lain agak mengurang.

Beruntungnya, paradigma lama ini nyaris berganti. Banyak orang tua saat ini yang terlalu jelas bahwa berlebihan tiap-tiap anak itu berbeda. Kalau pernah nampak pandangan bahwa tiap-tiap anak yang dilahirkan adalah sama. Sama otaknya, mirip fisiknya, mirip kemampuannya, dan termasuk mirip potensinya. Maka sekarang, pandangan itu jadi tiap-tiap anak yang dilahirkan ke dunia adalah unik. Mereka miliki keunikan sendiri-sendiri.

Tugas orang tua dan guru adalah mendapatkan potensi anak untuk menggapai prestasi terbaik sesuai kesenangan dan keahliannya. Oleh sebab itu, penyelenggara pendidikan di sekolah termasuk bertugas memberikan sebanyak barangkali pengalaman berprestasi kepada siswa. Mulailah dari hal-hal kecil. Misalnya, penghargaan atas konsistensi jalankan tugas piket atau penghargaan atas keramahan sikap.

Hal yang termasuk perlu ditunaikan adalah mengadakan kegiatan perlombaan didalam segala bidang. Mulai dari tingkat individu, kelas, antar kelas, sampai antar sekolah. Satu prestasi kecil yang diakui akan tingkatkan keyakinan diri anak, tingkatkan dorongan anak berprestasi lebih, dan yang paling perlu anak mulai apa yang dilakukannya dihargai.

Prestasi yang diraih anak di umur sekolah akan membekas dan akan dikenangnya selama hidup. Coba kita ingat, momen apa yang paling mudah diingat?

Hal ini jadi pendukung kuat untuk menghilangkan labelisasi siswa. Seperti tersedia siswa yang pintar, cerdas, tersedia termasuk siswa yang tidak cukup pintar.

Berdasarkan perihal inilah, memberikan pengalaman prestasi kepada anak adalah aset dorongan yang baik untuk jangka panjang.

Sumber : https://www.ruangguru.co.id/download-contoh-surat-penawaran-harga-yang-benar/