P2TP2A Jabar Pulangkan Korban Trafficking

P2TP2A Jabar Pulangkan Korban Trafficking

P2TP2A Jabar Pulangkan Korban Trafficking

P2TP2A Jabar Pulangkan Korban Trafficking

P2TP2A Jabar Pulangkan Korban Trafficking

BANDUNG-Barat telah kembali memulangkan korban Traffing kali ini berasal dari Batam. Korban tersebut sebanyak tujuh orang yang semuanya adalah perempuan. Dua orang diantaranya masih dibawah umur dan dua orang lainnya adalah ibu dan anak. Korban tersebut datang pada hari Jumat (9/8) dan langsung dibawa ke P2TP2A Jawa Barat sehingga kasusnya dapat langsung ditangani. Para korban berasal dari daerah Cianjur, Bandung dan Cimahi.

Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Prov. Jawa Barat Netty Heryawan mengungkapkan, sebenarnya pihaknya pernah memulangkan korban traffiking sebanyak 16 orang tetapi pada kasus sekarang ini dengan korban sebanyak 7 orang menjadi bahan perbincangan. “Hal ini disebabkan ada pihak tertentu atau oknum tertentu yang mendompleng atau menumpangi sehingga kasus ini harus dikembangkan lebih jauh lagi,” jelas Netty dalam arahannya ketika Meninjau Korban Trafficking Warga Jawa Barat di kantor P2TP2A Jl. Wastukencana Bandung, Rabu (14/8).

Panit I Unit Trafficking dan People Smugling Subdit 4 Direskrimum Polda Jabar, AKP Yayah

Rokayah mengatakan, “Para korban akan dijanjikan untuk bekerja di Malaysia sebagai Cleaning Service oleh agen penyalur tenaga kerja.” Terdapat kendala dalam pemulangan korban dari Batam karena untuk memulangkan saja harus ada prosedur khusus.

“Kendala yang terutama dalam pembuatan laporan karena adanya 2 orang korban yang masih dibawah umur dan masih sekolah,” jelasnya.

Dalam arahannya, Netty menyoroti jalinan kerjasama antarwilayah yang mendesak dikuatkan. “Yang menjadi tindak lanjut dari kasus ini yaitu akan melakukan peninjauan ulang atau melakukan penguatan kerjasama antara Provinsi Jawa Barat dengan Provinsi-Provinsi lainnya khususnya provinsi yang lain yang tempat permasalahan antara lain Babel, Kepri (Kepulauan Riau), dan Kalimantan Barat. Selain itu juga Jawa Barat akan meningkatkan dan memperbaiki pola alur komunikasi antar gugus tugas karena ternyata ada pihak yang ingin memancing di air keruh dengan mencoba masuk dengan pola yang tidak biasa dan mengambil keuntungan.”

Netty menandaskan, pihaknya akan mencoba memetakan ulang program-program yang ada di

OPD di Jawa Barat dengan menguatkan peran dan fungsi OPDnya. “Sehingga korban traffing tidak menjadi korban untuk kedua kali dan kemudian diikuti dengan adanya pemberdayaan bagi korban sehingga dapat membuka lapangan kerja sendiri,“ tegasnya.

P2TP2A menyatakan pihaknya akan terus mengembangkan proses hukum yang berjalan

sehingga benang merah dapat ditemukan karena dari awal prosesnya tidak benar begitu juga dalam pembuatan pasport yang ilegal. Untungnya para korban sangat kooperatif sehingga proses hukum tidak tersendat.

Hadir pada peninjauan tersebut Kepala BP3APKKB Prov. Jabar Neni Kencanawati, Perwakilan dari Polda Jabar AKP Yayah Rokayah, Ketua Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang Prov. Jabar Hadadi, Perwakilan Pengurus P2TP2A Jabar.

 

Sumber :

https://www.okeynotes.com/blogs/212521/18988/apa-itu-teks-laporan-hasil-observasi