Author Archives: t8pyd

Penyebab Kejahatan

Penyebab Kejahatan

Penyebab Kejahatan

Penyebab Kejahatan

Penyebab Kejahatan

Pada umumnya penyebab kejahatan terdapat tiga kelompok pendapat yaitu:

ü  Pendapat bahwa kriminalitas itu disebabkan karena pengaruh yang terdapat di luar diri pelaku.

ü  Pendapat bahwa kriminalitas merupakan akibat dari bakat jahat yang terdapat di dalam diri pelaku sendiri.

ü  Pendapat yang menggabungkan, bahwa kriminalitas itu disebabkan baik karena pengaruh di luar pelaku maupun karena sifat atau bakat si pelaku.

Bagi Bonger, bakat merupakan hal yang konstan atau tetap, dan lingkungan adalah faktor variabelnya dan karena itu juga dapat disebutkan sebagai penyebabnya bahwa ada hubungan langsung antara keadaan ekonomi dengan kriminalitas biasanya mendasarkan pada perbandingan statistik dalam penelitian. Selain keadaan ekonomi, penyebab di luar diri pelaku dapat pula berupa tingkat gaji dan upah, pengangguran, kondisi tempat tinggal bobrok, bahkan juga agama. Banyak penelitian yang sudah dilakukan untuk mengetahui pengaruh yang terdapat di luar diri pelaku untuk melakukan sebuah tindak pidana. Biasanya penelitian dilakukan dengan cara statistik yang disebut dengan ciminostatistical investigation.

Bagi para penganut aliran bahwa kriminalitas timbul sebagai akibat bakat si pelaku, mereka berpandangan bahwa kriminalitas adalah akibat dari bakat atau sifat dasar si pelaku. Bahkan beberapa orang menyatakan bahwa kriminalitas merupakan bentuk ekspresi dari bakat. Para penulis Jerman mengatakan bahwa bakat itu diwariskan. Pemelopor aliran ini, Lombroso, yang dikenal dengan aliran Italia, menyatakan sejak lahir penjahat sudah berbeda dengan manusia lainnya, khususnya jika dilihat dari ciri tubuhnya. Ciri bukan menjadi penyebab kejahatan melainkan merupakan predisposisi kriminalitas. Ajaran bahwa bakat ragawi merupakan penyebab kriminalitas telah banyak ditinggalkan orang, kemudian muncul pendapat bahwa kriminalitas itu merupakan akibat dari bakat psikis atau bakat psikis dan bakat ragawi.

Untuk mendapatkan bukti pengaruh pembawaan dalam kriminalitas, berbagai macam penelitian telah dilakukan dengan berbagai macam metode. Metode yang menarik antara lain:

ü  Criminal family, penyelidikan dilakukan terhadap keluarga penjahat secara vertical dari satu keturunan ke keturunan yang lain.

ü  Statistical family, penyelidikan sejarah keluarga golongan besar penjahat secara horizontal untuk mendapatkan data tentang faktor pembawaan sebagai keseluruhan.

ü  Study of twins, penyelidikan terhadap orang kembar.

Setiap orang, sedikit atau banyak memiliki bakat kriminal, dan bilamana orang itu dalam lingkungan yang cukup kuat untuk berkembangnya bakat kriminal sedemikian rupa, maka orang itu pasti akan terlibat dalam kriminalitas. Hubungan antara pengaruh pembawaan dan lingkungan pada etiologi kriminal yang dikaitkan dengan penyakit-penyakit mental dengan diagram sebagai berikut: Lindesmith dan Dunham menyimpulkan bahwa kriminalitas dapat 100 persen sebagai akibat dari faktor kepribadian namun juga dapat 100 persen sebagai akibat faktor sosial, tetapi yang paling banyak adalah sebagai gabungan faktor pribadi dan faktor sosial yang bersama-sama berjumlah 100 persen.

Seelig membagi hubungan bakat lingkungan kejahatan sebagai berikut:

ü  Sementara orang, oleh karena bakatnya, dengan pengaruh lingkungan yang cukupan saja telah melakukan delik.

ü  Lebih banyak orang yang karena bakatnya, dengan pengaruh lingkungan yang kuat, melakukan delik.

ü  Sangat sedikit orang karena pengaruh dari luar yang cukupan saja, melakukan delik.

ü  Sebagian besar orang lebih dari 50 persen, dengan bakatnya, walaupun berada di dalam lingkungan yang kurang baik dan cukup kuat, tidak ,menjadi kriminal.

Sauer berpendapat bahwa pertentangan bakat-lingkungan itu terlalu dilebih-lebihkan, dan bahwa baik bakat, lingkungan atau keduanya bersama-sama dapat menjadi penyebab kriminalitas sudahlah cukup. Selanjutnya ia mengatakan bahwa setiap pelaku berdasarkan bakat sebagai sumber biologis dan sedikit atau banyak dipengaruhi oleh kekuatan dari luar yang berasal dari alam maupun masyarakat, dan baik itu merupakan syarat ataupun merupakan gejala yang mengiringinya, pelaku itu melakukan perbuatan kriminalnya. Sebagai faktor ketiga, Sauer masih menyebutkan pula kehendak.

Noach mengatakan kriminalitas yang terjadi pada orang normal merupakan akibat dari bakat dan lingkungan, yang pada suatu ketika hanya salah satu faktor saja, pada waktu yang lain faktor yang lainnya dan yang kedua-duanya mungkin saling berpengaruh.

Sumber : https://www.anythingbutipod.com/

Faktor Mempengaruhi Seseorang Melakukan Kejahatan

Faktor Mempengaruhi Seseorang Melakukan Kejahatan

Faktor Mempengaruhi Seseorang Melakukan Kejahatan

Faktor Mempengaruhi Seseorang Melakukan Kejahatan

Faktor Mempengaruhi Seseorang Melakukan Kejahatan

Menurut Gruhle factor-faktor seseorang melakukan kejahatan dibagi menjadi:

  1. Penjahat karena kecenderungan (bukan bakat):
  • Aktif: mereka yang mempunyai kehendak untuk berbuat jahat
  • Pasif: mereka yang tidak merasa keberatan terhadap dilakukannya tindak pidana, tetapi tidak begitu kuat berkehendak sebagai kelompok yang aktif, delik bagi mereka ini merupakan jalan keluar yang mudah untuk mengatasi kesulitan.
  1. Penjahat karena kelemahan

Mereka yang baik karena situasi sulit, keadaan darurat maupun keadaan yang cukup baik, melakukan kejahatan, bukan karena mereka berkemauan, melainkan karena tidak punya daya tahan dalam dirinya untuk tidak berbuat jahat.

  1. Penjahat Karena hati panas.

Mereka yang karena pengaruh sesuatu tidak dapat mengendalikan dirinya juga karena putus asa lalu berbuat jahat.

  1. Penjahat karena keyakinan.

Mereka yang menilai normanya sendiri lebih tinggi daripada norma yang berlaku di dalam masyarakat.

  1.             Capeli membagi penjahat menurut faktor terjadinya kejahatan yaitu:
  2. Karena faktor psikopatologik:
  • Orang-orang yang kurang waras, gila.
  • Orang yang secara psikis tidak normal, tetapi tidak gila.
  1. Karena faktor organis:
  • Orang-orang yang karena menderita gangguan fisik pada waktu telah cukup umur, seperti mereka yang menjadi tua, berbagai macam cacat.
  • Orang-orang yang menderita gangguan fisik sejak masa kanak-kanak atau sejak lahir, dan yang menderita kesulitan pendidikan atau sosialisasi.
  1. Karena faktor sosial:
  • Penjahat kebiasaan.
  • Penjahat karena kesempatan (karena keadaan/desakan ekonomi atau fisik).
  • Penjahat yang pertama-tama melakukan kejahatan kecil-kecil, seringkali hanya secara kebetulan saja, selanjutnya meningkat ke arah kejahatan yang lebih serius
  • Pengikut serta kejahatan kelompok, seperti pencurian di pabrik, lynch (pengeroyokan).

                         III.            Seelig berpendapat bahwa kejahatan atau delik mungkin sebagai akibat dari watak si penjahat (disposisinya), atau karena peristiwa psikis saat terjadinya kejahatan. Pembagian penjahatnya menjadi tanpa dasar yang tunggal, dan Seelig dengan tegas melihatnya bahwa secara biologis (dalam arti ciri tubuh dan psikis) merupakan kelompok manusia yang heterogen dan tidak tampak memiliki ciri-ciri biologis. Dari pandangan itu, Seelig membagi penjahat menjadi:

  1. Delinkuen professional karena malas bekerja.

Mereka melakukan delik berulang-ulang, seperti orang melakukan pekerjaan secara normal. Kemalasan kerjanya mencolok, cara hidupnya sosial. Misal gelandangan, pelacur.

  1. Delinkuen terhadap harta benda karena daya tahan lemah.

Mereka biasanya melakukan pekerjaan normal seperti orang kebanyakan. Namun di dalam kerjanya, ketika melihat ada harta benda, mereka tergoda untuk memilikinya, karena daya tahan yang lemah, mereka melakukan delik. Misal pencurian di tempat kerja, penggelapan oleh pegawai administrasi, dll

  1. Delinkuen karena dorongan agresi.

Mereka sangat mudah menjadi berang dan melakukan perbuatan agresif dengan ucapan maupun tulisan. Biasanya mereka ini menunjukkan kurangnya tenggang rasa dan perasaan sosial. Penggunaan minuman keras sering terjadi diantara mereka.

  1. Delinkuen karena tidak dapat menahan dorongan seksual.

Mereka ini adalah yang tidak tahan terhadap dorongan seksual dan ingin memuaskan dorongan itu dengan segera, karena kurangnya daya tahan.

  1. Delinkuen karena krisis.

Mereka yang melihat bahwa tindak pidana adalah sebagai jalan keluar dalam krisis. Krisis ini meliputi:

  • Perubahan badani, perubahan yang menimbulkan ketegangan seseorang (pubertas, klimaktorium, menjadi tua).
  • Kejadian luar yang tidak menguntungkan, khususnya dalam lapangan ekonomi atau dalam lapangan percintaan.
  • Karena krisis diri sendiri.
  1. Delinkuen karena reaksi primitive.

Mereka yang berusaha melepaskan tekanan jiwanya dengan cara yang tidak disadari dan seringkali bertentangan dengan kepentingan dirinya sendiri atau bertentangan dengan kepentingan hukum pihak lain. Tekanan tersebut dapat terjadi sesaat atau terbentuk sedikit demi sedikit dan terakumulasi, dan pelepasannya pada umumnya tidak terduga.

  1. Delinkuen karena keyakinan.

Seseorang melakukan tindak pidana karena merasa ada kewajjiban dan adanya keyakinan bahwa merekalah yang paling benar. Mereka menilai normanya sendiri lebih tinggi daripada norma kelompok lain. Hanya jika penilaian normanya ini terlalu kuat, maka barulah dikatakan delinkuen karena keyakinan.

  1. Delinkuen karena tidak punya disiplin kemasyarakatan.

Mereka yang tidak mau mengindahkan hal-hal yang oleh pembuat undang-undang diatur guna melindungi kepentingan umum.

Sumber : https://merkbagus.id/

Mahasiswa Jadi Korban Kerja Paksa di Taiwan, Ini Kata Menteri

Mahasiswa Jadi Korban Kerja Paksa di Taiwan, Ini Kata Menteri

Mahasiswa Jadi Korban Kerja Paksa di Taiwan, Ini Kata Menteri

Mahasiswa Jadi Korban Kerja Paksa di Taiwan, Ini Kata Menteri

Mahasiswa Jadi Korban Kerja Paksa di Taiwan, Ini Kata Menteri

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan,

mahasiswa yang diduga menjalani kerja paksa di Taiwan bukan merupakan mahasiswa yang berangkat melalui skema kerja sama Kemenristekdikti dan Taiwan.

Nasir menyebutkan ratusan mahasiswa yang diduga menjadi korban kerja paksa di Taiwan adalah korban penipuan calo atau agensi.

“Mahasiswa kerja paksa di Taiwan itu, saya lagi komunikasi mulai kemarin. Mereka mahasiswa

yang tidak melalui jalur Kemenristekdikti,” kata Nasir usai pembukaan Rapat Kerja Nasional Kemenristekdikti 2019 di Semarang, Jateng, Kamis (3/1).

Nasir menjelaskan, para mahasiswa itu berangkat sendiri ke Taiwan melalui calo dengan iming-iming bisa diterima di perguruan tinggi di negara tersebut. Namun ternyata tidak diterima.

“Akhirnya, mereka bekerja di perusahaan. Akhirnya penipuan kan itu. Ini bukan kewenangan

Kemenristekdikti. Namun, kasus ini jadi rujukan, ini urusan tenaga kerja,” imbuhnya.

Menurut dia, para mahasiswa korban kerja paksa di Taiwan tersebut tidak berangkat secara resmi dari kampus di Indonesia, melainkan lulusan-lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang berangkat dari agensi-agensi.

“Mereka ini tidak ada yang dari kampus. Mereka lulusan sekolah, kemudian di agensi-agensi itu. Ini saya lagi lacak. Kalau ada kampus yang terjadi semacam itu,” ucap Nasir.

 

Baca Juga :

Universitas Bengkulu Bangun Rumah Sakit Pendidikan pada 2019

Universitas Bengkulu Bangun Rumah Sakit Pendidikan pada 2019

Universitas Bengkulu Bangun Rumah Sakit Pendidikan pada 2019

Universitas Bengkulu Bangun Rumah Sakit Pendidikan pada 2019

Universitas Bengkulu Bangun Rumah Sakit Pendidikan pada 2019

Universitas Bengkulu (Unib) pada 2019, telah memprogramkan akan membangun rumah sakit (RS) pendidikan di sekitar kampus perguruan tinggi tersebut.

“Tahun 2019, kita sudah memprogramkan akan membangun RS pendidikan di kampus Unib. Dana pembangunan RS pendidikan ini bersumber dari bantuan Arab Saudi,” kata Rektor Unib Bengkulu, Ridwan Nurazi seusai meresmikan lima unit gedung baru dan sarana pelayanan terpadu berlokasi di kampus Unib, di Bengkulu, Kamis (27/12).

Ia mengatakan, pembangunan rumah sakit pendidikan tersebut, sejak tahun 2017 lalu sudah programkan Unib, tetapi sampai sekarang belum terealisasi karena JICA selaku lembaga keuangan internasional yang pendonor dana minta dilaksanakan 2019.

Namun, Unib minta pembangunan RS pendidikan direalisasikan pada tahun tersebut. Dengan demikian, JICA membatalkan membiayai pembangunan RS pendidikan yang berlokasi di kampus Unib.

Dengan batalnya JICA membiayai pembangunan RS pendidikan tersebut, maka Unib mencari

lembaga keuangan internasional melalui Bappenas yang siap membiayai pembangunan RS tersebut dan didapatlah negara yang siap membiayainya, yakni Arab Saudi.

“Mungkin jodoh kita dengan Arab Suadi yang siap membiayai pembangunan RS pendidikan tersebut. Jika tidak ada aral melintang pembangunan RS pendidikan Unib dapat direalisasikan,” ujarnya.

RS pendidikan ini akan dijadikan tempat praktik bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran Unib. Sebab, selama ini mahasiswa kedokteran Unib melakukan praktik di sejumlah rumah sakit yang ada di Bengkulu, termasuk RS M Yunus.

Namun, jika RS pendidikan Unib sudah selesai dibangun dan berfungsi, maka mahasiswa kedokteran perguruan tinggi tersebut, cukup melaksanakan praktik di RS terrsebut.

Karena itu, Unib sangat berharap kepada pemerintah Arab Saudi agar rencana pembangunan

RS pendidikan dapat direalisasikan pada 2019 mendatang, sesuai kesepakatan sebelumnya.

Namun, Rektor Unib Ridwan Nurazi, tidak menjelaskan secara pasti total dana pembangunan RS pendidikan tersebut, yang dikucurkan Arab Saudi ke Unib. “Yang jelas, dana pembangunan RS pendidikan cukup besar,” ujarnya.

Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah yang diwakili Asisten I Pemprov Bengkulu, Hamka Sabri

saat meresmikan 5 gedung baru dan sarana pelayanan terpadu Unib mengatakan, menyambut baik rencana Unib membangun RS pendidikan.

“Pemprov Bengkulu, memberikan apreasiasi atas berbagai kemajuan yang dicapai Unib selama ini, termasu rencana pembangunan RS pendidikan pada tahun 2019 mendatang. Kita berharap rencana ini dapat direalisasikan dengam baik, sehingga kualitas Unib semakin meningkat ke depan,” ujarnya.

 

Sumber :

https://vidmate.co.id/

Peran Ibu Tidak Tergantikan Oleh Teknologi

Peran Ibu Tidak Tergantikan Oleh Teknologi

Peran Ibu Tidak Tergantikan Oleh Teknologi

Peran Ibu Tidak Tergantikan Oleh Teknologi

Peran Ibu Tidak Tergantikan Oleh Teknologi

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Susanto, mengatakan, peranan ibu dalam

mendidik anak tidak dapat digantikan oleh kemajuan teknologi, seperti era digital sekarang ini.

“Pada era industri 4.0 yang diwarnai oleh kecerdasan buatan, era super komputer, inovasi, dan perubahan cepat, tetap tak dapat mengganti peran ibu mendidik anak,” kata Susanto di Jakarta, Sabtu (22/10).

Susanto mengatakan, pihaknya meminta para orang tua, terutama kalangan ibu, untuk terus

meningkatkan kapasitas dalam pengasuhan anak agar kompatibel dengan kebutuhan terkini.

“Ibu harus memastikan stimulasi tumbuh kembang anak berjalan dengan baik,” kata dia.

Menurutnya, KPAI juga meminta ayah untuk ikut berperan aktif dalam pola pengasuhan anak.

“Karena, ayah yang hebat dalam pengasuhan anak turut menentukan perkembangan generasi.

Tugas utama orang tua, termasuk ibu, adalah bagaimana memenuhi hak dasar anak, merawat, membimbing, mendidik, dan melatih anak agar tahapan demi tahapan perkembangan anak terbimbing secara optimal,” tandasnya.

 

Sumber :

https://daftarpaket.co.id/

Dies Natalis ke-54, Unnes Beri Penghargaan kepada Tiga Tokoh Nasional

Dies Natalis ke-54, Unnes Beri Penghargaan kepada Tiga Tokoh Nasional

Dies Natalis ke-54, Unnes Beri Penghargaan kepada Tiga Tokoh Nasional

Dies Natalis ke-54, Unnes Beri Penghargaan kepada Tiga Tokoh Nasional

Dies Natalis ke-54, Unnes Beri Penghargaan kepada Tiga Tokoh Nasional

Universitas Negeri Semarang (Unnes) memberikan anugerah kepada tiga tokoh nasional, dalam Dies Natalis ke-54 perguruan tinggi tersebut.

Ketiga tokoh nasional itu adalah Mensesneg Pratikno, desainer Anne Avantie, serta pemilik Sido Muncul Irwan Hidayat. Dari ketiga tokoh, Pratikno berhalangan hadir.

Penghargaan diberikan dalam upacara dies natalis bertajuk “Mendunia untuk Indonesia”, di Auditorium Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, Sabtu (30/4/2019).

Rektor Unnes Fathur Rohman mengatakan, ketiga tokoh mendapatkan penghargaan atas kiprah di bidang tugas dan pengabdian masing-masing.

Mensesneg Pratikno meraih Upakarti Reksa Bhumimandala, Anne Avantie mendapatkan

penghargaan Upakarti Kanyaka Paramartha Adisajjana. Sedangkan Irwan Hidayat memperoleh penghargaan Upakarti Reksa Bhumimandala.

Menurut Fathur, Pratikno dinilai memiliki ide menghadapi era disrupsi. Di antaranya digitalisasi dan debirokratisasi kementerian.

Sementara, Anne Avantie merupakan perempuan yang sudah berkarya dalam dunia rancangan busana.

Lewat Wisma Kasih Bunda yang didirikannya, Anne menunjukkan kepedulian besar terhadap anak-anak penyandang hydrocephalus sejak 2003.

“Anne juga memberdayakan ratusan perempuan untuk bekerja di wismanya itu hingga detik

ini,” ujarnya.

Sedangkan pengusaha Irwan Hidayat memiliki inovasi besar dalam memajukan usahanya.

Direktur Sido Muncul itu dinilai selalu memegang teguh tradisi lokal dalam menjalankan bisnisnya, namun produknya menembus pasar internasional.

“Ketiga tokoh ini tak hanya menunjukkan dedikasi tinggi terhadap profesinya. Tapi berkontribusi dan menginspirasi banyak orang,” ujar Fathur.

Irwan Hidayat mengaku bersyukur mendapat penghargaan ini. Dia mengaku, 20 tahun

pertama, produknya tak laku di pasaran. Dia kemudian mengubah strategi pemasaran, dengan bagaimana merebut simpati dan kepercayaan masyarakat.

“Tahun 1997, saat kami bangun pabrik di Bergas, tepat saat krisis moneter. Tapi saya punya visi, bahwa di masa depan produk kami dapat dikenal dan dipercaya konsumen, asalkan diproduksi dengan baik dan benar,” tegasnya.

 

Baca Juga :

Mengagumkan, Mahasiswa Indonesia Sabet 3 Emas Kompetisi Inovasi di Rusia

Mengagumkan, Mahasiswa Indonesia Sabet 3 Emas Kompetisi Inovasi di Rusia

Mengagumkan, Mahasiswa Indonesia Sabet 3 Emas Kompetisi Inovasi di Rusia

Mengagumkan, Mahasiswa Indonesia Sabet 3 Emas Kompetisi Inovasi di Rusia

Mengagumkan, Mahasiswa Indonesia Sabet 3 Emas Kompetisi Inovasi di Rusia

Tim mahasiswa Indonesia dari Universitas Diponegoro dan Universitas Sumatera Utara berhasil

memboyong tiga medali emas pada ajang kompetisi dan pameran Inovasi Internasional XXII Moscow International Salon of Inventions and Innovations Technologies “Archimedes” di Moskwa, Rusia. Tim Indonesia juga meraih dua medali perak dan berbagai penghargaan lainnya pada ajang tersebut.

Dalam siaran pers Kedutaan Besar RI (KBRI) di Moskwa, yang diterima Beritasatu.com Rabu (3/4/2019) disebutkan, kompetisi itu berlangsung pada 26-29 Maret 2019. Disebutkan, satu medali emas diraih dari inovasi karya mahasiswa USU berjudul Bio Discbrake Pads: Innovation of Organic Brake Pads Based on Candlenut Shell Waste Reinforced Polyurethane Composite.

Inovasi ini mengangkat teknologi kanvas rem tahan panas dengan bahan baku kulit kemiri. Atas

karya ini, Tim Mahasiswa USU juga memperoleh grand prize.

Dua medali emas lainnya diraih Tim Mahasiswa Undip melalui karya inovasi berjudul Poshaging (Power Saving Shaking for Charging) dan Sun and Rain Innovation Roof (SRI ROOF). Poshaging adalah alat yang serupa dengan powerbank dengan inovasi mengubah energi kinetik menjadi energi listrik untuk pemenuhan dayanya. Karya ini juga mendapat apresiasi sebagai Leading Innovation Award dari Macao Innovation and Invention Association dan Special Award dari Chinese Innovation and Invention Society.

Sementara, SRI Roof berupa inovasi genteng dua musim berbasis Hybrid System Solar Cell dan

Piezoelectric sebagai penghasil listrik skala rumah tangga. Sistem sel surya yang mampu mengonversi cahaya matahari menjadi energi listrik serta penggunaan elemen piezoelektrik yang berguna untuk mengonversi tekanan air hujan menjadi energi listrik.

SRI Roof adalah produksi energi yang bersih dan ramah lingkungan, menunjang penghematan energi, serta mengurangi biaya listrik. Atas inovasi yang unik ini, Tim Mahasiswa UNDIP juga memperoleh Spesial Gold Medal dari Arab Saudi dan Best Invention Archimedes Russia.

Satu medali perak diraih Tim Undip dari karya inovasi berjudul Lopto: The Growing Media of Paddy and Renewable Energy Resources. Inovasi Lopto menggunakan media tanah Andosol Solum B dan bantuan dari bakteri e-coli sehingga bisa mempercepat pertumbuhan padi dan menghasilkan energi listrik terbarukan yang diharapkan dapat menjadi solusi atas kurang meratanya distribusi listrik yang ada di pedesaan.

Satu medali perak lainnya didapatkan Tim Undip dari karya inovasi Fictech – Purification to Transform Cigarettes Smoke for Saving Passive Smokers. Prototipe inovasi ini akan aktif jika mendeteksi CO dari asap rokok. Fictech akan menghasilkan ozon untuk membersihkan udara dan ekstrak sansiviera (lidah mertua) untuk menambah kinerja alat dalam menjernihkan asap rokok.

Ekstrak sansiviera juga berfungsi untuk menyerap radiasi elektromagnetik yang berbahaya dari alat elektronik di rumah seperti smartphone, smart TV, dan lainnya. Inovasi ini untuk melindungi perokok pasif agar tidak terpapar bahaya asap rokok maupun pengguna gawai dari bahaya radiasi. Tujuan mulia ini mendapatkan penghargaan dari Rumania dan Saudi Arabia.

Tim Indonesia yang dikoordinasikan oleh Indonesian Invention and Innovation Promotion Association (Innopa) mengikutsertakan lima tim pada kompetisi dan pameran Archimedes ini. Kelima Tim yang berjumlah 24 orang ini terdiri dari satu Tim Mahasiswa USU dan empat Tim Mahasiswa Undip.

Direktur International Partnership and Public Relation Innopa, Megaria Agustina, yang turut mendampingi Tim Indonesia, menyampaikan kebanggaan atas prestasi yang diraih oleh Tim Indonesia. “Keikutsertaan pada kompetisi dan pameran Archimedes ini menjadi pengalaman berharga bagi para peserta Indonesia untuk menambah pengalaman dan berbagi pengetahuan mengenai inovasi-inovasi terbaru bersama para peserta lain dari berbagai negara,” kata Megaria.

Sementara itu, saat menerima Tim Mahasiswa di Wisma Duta KBRI Moskwa, Minggu (31/3/2019), Duta Besar RI untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarusia, M Wahid Supriyadi menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada tim dan pihak terkait lainnya atas keberhasilan yang diraih.

Menurut Dubes Wahid, keberhasilan ini menunjukan bahwa putra-putri bangsa Indonesia dapat berkarya dan berinovasi yang hasilnya diapresiasi dunia internasional. Dubes Wahid berpesan agar para mahasiswa yang juga merupakan inventor ini untuk terus berkarya dan berinovasi.

“Peserta-peserta Indonesia sangat berprestasi dalam mengikuti berbagai kompetisi atau festival di Rusia, seperti di bidang inovasi ini. Selain mengharumkan nama bangsa, keikutsertaan peserta Indonesia juga turut meningkatkan dan mempererat hubungan antara bangsa Indonesia dengan Rusia,” kata Dubes Wahid.

Kompetisi dan pameran Archimedes diselenggarakan setiap tahun oleh Moscow City Organization VOIR and International Innovation Club yang didukung oleh International Federation of Inventors Association dan World Intellectual Property Organization. Archimedes tahun ini diikuti oleh lebih dari 800 inovasi dari 22 negara, di antaranya Rusia, Indonesia, Malaysia, Thailand, Korea, India, Romania, Ceko, Makau, Jerman, Arab Saudi, Irak, Portugal, Moldova, Kuwait, Kanada, Polandia, dan Maroko. Pada acara pembukaan hadir juga Wakil Kepala Perwakilan KBRI Moskwa Lasro Simbolon yang juga berkesempatan meninjau inovasi karya Tim Indonesia.

 

Sumber :

http://fenilu95.web.stmikayani.ac.id/sejarah-sunan-bejagung/

LP3I Konsisten Jalankan Pendidikan Vokasi

LP3I Konsisten Jalankan Pendidikan Vokasi

LP3I Konsisten Jalankan Pendidikan Vokasi

LP3I Konsisten Jalankan Pendidikan Vokasi

LP3I Konsisten Jalankan Pendidikan Vokasi

Untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang siap kerja dan mampu bersaing dengan

negara luar, saat ini, pemerintah sedang mendorong pendidikan vokasi terutama di lingkungan perguruan tinggi. Namun pendidikan vokasi telah dilakukan LP3I sejak 29 Maret 1989 atau sejak LP3I berdiri.

“Tahun ini (2019) LP3I memasuki usianya yang ke 30 Tahun. Sejak tahun 1989, kami sudah melakukan seperti yang dicanangkan pemerintah saat ini, tapi, tidak pernah tersorot oleh pemerintah. Para mahasiswa kami, umumnya sudah bekerja sambil kuliah. Karena, mahasiswa dituntut untuk langsung mengimplementasikan ilmu yang di dapat dari bangku perguruan tinggi. Jadi tidak hanya teori saja,” ujar Managing Director LP3I College, DR Aspizain Caniago, S.Pd.,M.Si sesaat setelah syukuran 30 tahun LP3I di Auditorium LP3I Gedung Sentra Kramat, Jakarta Pusat, belum lama ini.

Niat pemerintah menggenjot SDM dari pendidikan vokasi untuk kesiapan bekerja, menerapkan

sistem kurikulum berbasis kompetensi serta tersambung dan sesuai (link and match) dengan industri, sudah dilakukan LP3I.

“Kami juga sudah melakukan apa yang sedang didorong pemerintah dan kami bisa jadi contoh. Pada usia ke 30 tahun, LP3I memiliki 29 cabang LP3I College, 15 Kampus Politeknik LP3I Jakarta, berkembang menjadi 52 lokasi kampus/Cabang LP3I dan PTS yang menyebar di Sumatera, Jawa. Kami bisa menjadi rujukan bagi pengembangan pendidikan vokasi karena berhasil membangun sistem pendidikan yang benar-benar berbasis kompetensi serta link and match dengan dunia industri,” urai Aspizain Caniago.

Hal senada dikatakan Managing Director PTS LP3I, lsral, M.H., M.B.A. Dia mengatakan

berpengalaman 30 tahun di jalur pendidikan vokasi, dimana pendidikan ini mencetak tenaga kerja profesional yang bekerja sebelum mereka diwisuda, didukung oleh pengajar praktisi, dibina oleh wirausaha mandiri, pembelajaran berbasis ICT dan setiap peserta didik dibekali dengan sertifikasi kompetensi.

“Untuk itu diperlukan regulasi dari pemerintah secara nyata terhadap lembaga pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan vokasi serta industri yang bekerjasama, seperti kemudahan pajak, listrik serta berbagai fasilitas lainya dalam menunjang peningkatan mutu dan kualitas SDM di Indonesia,” harap lsral.

 

Sumber :

http://devitameliani.blog.unesa.ac.id/sejarah-wuku

NU dan Muhammadiyah Akan Berdialog Tolak Full Day School

NU dan Muhammadiyah Akan Berdialog Tolak Full Day School

NU dan Muhammadiyah Akan Berdialog Tolak Full Day School

NU dan Muhammadiyah Akan Berdialog Tolak Full Day School

NU dan Muhammadiyah Akan Berdialog Tolak Full Day School

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) konsisten menolak kebijakan Full Day School yang akan

diterapakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menegaskan, sikap partainya menolak hal itu sudah sejalan dengan Nahdlatul Ulama (NU).

“Kita menolak full day school karena NU sangat keras menolak. Jadi kita menolak,” tegasnya saat ditemui di kediamannya di Ciganjur, Jakarta, Selatan, Sabtu (8/7).

Cak Imin menegaskan, full day school membuat anak bangsa tidak berkesempatan untuk berinteraksi dengan pendidikan agama yang sesungguhnya lebih kultural.

“Istilah Kiyai Said, pendidikan agama kalau di sekolah terbatas. Kalau hanya full day school agamanya enggak mengenal sifat-sifat Allah. Padahal sifat-sifat Allah enggak mungkin diajarkan dalam pendidikan formal,” jelasnya.

Hal itu, sambung Cak Imin, karena pada dasarnya, kurikulum di sekolah full day school sangat

terbatas. “Gurunya enggak ada. Yang ada di pendidikan masyarakat, pesantren, madrasah, musala, taman pendidikan agama. Jangan diambil sekolah semua. Sekolah aja enggak mampu kok mau ambil semua,” imbuhnya.

Cak Imin menambahkan, full day school juga sangat merugikan pendidikan pesantren yang selama ini sudah ditanamkan oleh para kiyai.

“Bukan hanya dirugikan. Seluruh anak Indonesia SMA, SMP, SD akan kekeringan ilmu agama,

akan menjadi generasi yang tidak mengenal allah. Karena sekolah tidak mampu mengajarkan agama. Sudah semua kiyai menolak, semua ulama menolak, semua NU menolak,” tegasnya lagi.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Cak Imin ini mengusulkan agar NU dan Muhammadiyah berdialog untuk menolak program yang diusulkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi.

“Saya akan mendialogkan dengan Muhammadiyah dan NU. Kita akan coba menjembatani NU dengan Muhammadiyah,” ucapnya

 

Baca Juga :

Minim Atribut Kebangsaan, SMAN 1 Karawang Ditegur Anggota DPR-RI

Minim Atribut Kebangsaan, SMAN 1 Karawang Ditegur Anggota DPR-RI

Minim Atribut Kebangsaan, SMAN 1 Karawang Ditegur Anggota DPR-RI

Minim Atribut Kebangsaan, SMAN 1 Karawang Ditegur Anggota DPR-RI

Minim Atribut Kebangsaan, SMAN 1 Karawang Ditegur Anggota DPR-RI

Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Dadang S Muchtar menemukan ruang kelas di SMAN 1 Karawang minim atribut tentang wawasan kebangsaan.

Dengan demikian, wakil rakyat Dapil Jabar VII ini meminta di ruang kelas ada pemasangan atribut negara.

“Seperti Peta Indonesia, foto pahlawan, Pancasila dan sebagainya. Dulu zaman saya sekolah, diruang kelas itu wajib ada atribut seperti itu. Tujuannya supaya pelajar paham mengenai wawasan kebangsaan,” ujar Dasim, sapaan akrabnya saat melakukan sosialisasi Pilar Kebangsaan di SMAN 1 Karawang, Jumat (21/7).

Menurutnya, tanpa disadari pemahaman kebangsaan terdiri Pancasila, UUD 1945, NKRI dan

Bhineka Tunggal Ika mulai memudar dari kalangan pelajar. Padahal dikatakan dia, pondasi utama menguatkan pemahaman kebangsaan ada pada pelajar.

“Oleh karenanya, pemerintah pusat meminta DPR untuk terus melakukan sosialisasi Pilar Kebangsaan. Baik itu ke tingkat pelajar, pemuda dan masyarakat. Tujuannya untuk memperkokoh dan perkuat ideologi negara kita,” ujarnya.

Terakhir, mantan Bupati Karawang berpesan supaya Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga

(Disdikpora) Karawang mengintruksikan sekolah agar di ruang kelas ada atribut negara yang di pasang.

“Kemudian guru-guru PKN atau Kewarganegaraan dapat memberikan pemahaman kepada pelajar tentang pilar kebangsaan. Bila perlu ada penambahan jam pelajaran tersebut. Jangan sampai ada pelajar tidak hapal lagu-lagu wajib nasional,” ulasnya.

Kepala SMAN 1 Karawang, Dwi Setyono Agus, mengakui bila di ruang kelas masih minim atribut

negara. Kata dia, masukan dan saran dari wakil rakyat tersebut menjadi masukan bagi sekolah yang dia pimpin.

“Ya memang masih minim atribut negara. Ini jadi motivasi dan masukan buat kami,” katanya.

Sementara yang ada di ruang kelas ialah figur presiden dan wapresnya. Ditambahkan dengan bupati dan wakilnya. Namun kedepan dapat ditambahkan atribut negara sesuai saran dari anggota DPR.

“Kami pun setuju dengan pemanangan atribut instrumen negara di ruang kelas. Itu lebih baik supaya siswa dapat mengetahuinya,” tandasnya

Sumber :

Mengetahui Definisi Bakteri Secara Lengkap