Author Archives: t8pyd

Pemain Persib Apresiasi Beasiswa Pendidikan

Pemain Persib Apresiasi Beasiswa Pendidikan

Pemain Persib Apresiasi Beasiswa Pendidikan

Pemain Persib Apresiasi Beasiswa Pendidikan

Pemain Persib Apresiasi Beasiswa Pendidikan

BANDUNG-Para pemain Persib Bandung yang berlaga di Liga Indonesia 1 memberikan apresiasi

kepada Universitas Sangga Buana (USB) YPKP Bandung yang telah memberikan beasiswa pendidikan bidang prestasi kepada para pemain muda.

Febri Haryadi mengatakan, dirinya merasa senang dengan adanya beasiswa pendidikan bidang prestasi dari kampus USB YPKP kepada para pemain muda Persib.

“Saya senang juga bisa mendapatkan kesempatan beasiswa di USB YPKP, ini juga kesempatan

saya buat menatap masa depan,” kata Febri, usai menerima beasiswa di Kampus USB YPKP, Jl. PHH Mustofa No.68 Bandung, Rabu (06/09).

Hal yang sama juga dikemukakan, Gian Zola dan Billy Keraf. Menurut keduanya, beasiswa pendidikan yang diterimanya ini, merupakan modal bagi mereka untuk masa depan.

Sementara untuk mengatur waktu kuliah dan latihan atau pertandingan, ke-3 nya yang

mengambil jurusan Ilmu Komunikasi, memastikan tidak akan mengganggu proses perkuliahan jika nantinya harus latihan maupun berlaga.

 

Sumber :

http://riskyeka.web.ugm.ac.id/contoh-surat-kuasa-dan-fungsinya/

Dunia Industri Dituntut Tingkatkan Performa

Dunia Industri Dituntut Tingkatkan Performa

Dunia Industri Dituntut Tingkatkan Performa

Dunia Industri Dituntut Tingkatkan Performa

Dunia Industri Dituntut Tingkatkan Performa

BANDUNG-Telkom University secara rutin menggelar seminar internasional setiap tahunnya dengan berbagai bidang yang berbeda. Seminar internasional ini mengusung tema yang beragam berdasarkan pada 7 Fakultas yang ada di Telkom University.

Seperti International Seminar & Conference on Learning Organization (ISCLO) 2017 yang

diprakarsai oleh Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) yang merupakan seminar tahun ke 5 dengan mengusung tema “Encouraging State-Owned Enterprises and Strategic Industri with Their Support Systems to Boost Indonesian Economic Growth.

Seminar internasional ini dihadiri oleh perwakilan dari industri yang cukup memegang peranan penting di Indonesia seperti President Directior PT. INTI, Darman Mappangara; Deputi Director of Strategic Policy Unit at Ministry of Finance Indonesia, Jadi Manurung; dan Manager Human Capital Development and Learning Center PT Krakatau Steel Nivo Yuninda.

Rektor Telkom University, Mochamad Ashari, menuturkan bahwa setiap industri saat ini dituntut untuk memiliki performa lebih.

“Saat ini setiap perusahaan ditantang oleh Presiden Joko Widodo untuk meningkatkan

performanya. Kami harap seminar ini akan menghasilkan satu kesimpulan rekomendasi dan langkah berikutnya yang bisa membawa kemanfaatan untuk bangsa dan seluruh komponen di Indonesia dan industri-industri yang ada di dalamnya.”katanya kepada wartawan di Bandung, Kamis (7/9/2017)

Telkom University mendorong dunia industri termasuk Pemerintah, Praktisi, dan Akademisi untuk berbagi dan membuat strategi sehingga mampu meningkatkan pertumbuhan Ekonomi di Indonesia. Hal tersebut di ungkapkan oleh Chairwoman ISCLO Nora Amelda Rizal.

“Seminar ini bertujuan untuk memfasilitasi Stakeholder untuk bekerjasama membangun perkekonomian di Indonesia,”ujar Ashari

Sekitar 44 Paper sudah diterima, beberapa negara yang turut serta diantaranya ada United

Kingdom, Jepang, Spanyol, Malaysia, dan Indonesia. Kata Rektor, diharapkan kegiatan ini bisa mengembangkan perekonomian di Indonesia.

“Rekan-rekan bisa mengambil manfaat yang baik untuk mengembangkan negara kita.”pungkasnya. (MAT)

 

Sumber :

http://sitialfiah.blogs.uny.ac.id/contoh-surat-kuasa-limpahan/

Mengenal Tentang Jenis Paragraf Eksposisi

Mengenal Tentang Jenis Paragraf Eksposisi

Mengenal Tentang Jenis Paragraf Eksposisi

Mengenal Tentang Jenis Paragraf Eksposisi

Mengenal Tentang Jenis Paragraf Eksposisi

Adapun jenis-jenis dari paragraf eksposisi adalah sebagai berikut:

1. Eksposisi definisi/pengertian,

Paragraf yang menjelaskan mengenai definisi atau pengertian sesuatu,
Contoh Paragraf Eksposisi definisi:
Aplikasi web adalah aplikasi atau perangkat lunak komputer yang dapat diakses menggunakan jaringan internet dan browser, umumnya file-file aplikasi web disimpan di sebuah server khusus yang terintegrasi dengan nama domain, jadi ketika pengguna ingin mengakses sebuah aplikasi web maka bisa menuliskan nama domainnya saja. contoh dari aplikasi web adalah, facebook.com, twitter.com dan lain-lain.

2. Eksposisi proses

Paragraf yang menjelaskan tentang suatu topik secara terperinci dan terurut menggunakan langkah-langkah atau proses kerja.
Contoh Paragraf Eksposisi Proses:
Untuk menginstal perangkat lunak sistem operasi diperlukan beberapa proses, yang pertama adalah menyiapkan cd atau usb instalasinya dalam mode bootable agar bisa dibaca oleh komputer ketika komputer melakukan boot atau start, yang kedua menyeting bios agar boot pertama ke cd atau usb, yang ketiga baru instal sistem operasinya, jika sistem operasi sudah terinstal kemudian instal software pendukungnya.
3.Eksposisi ilustrasi (contoh)  atau ibarat
Paragraf  yang memberikan gambaran terhadap topik yang ada menggunakan pembanding atau contoh yang memiliki kemiripan dalam hal tertentu.
Contoh paragraf ilustrasi:
Kepemimpinan pengangkut ayah dalam rumah tangga ibarat nahkoda yang mengemudikan kapal. Ayah menjadi kepala keluarga yang bertanggung jawab terhadap anggota keluarga lainnya. Sama seperti nahkoda yang mengemudikan kapalnya. Bila ia mampu mempimpin keluarganya dengan baik maka akan baik pula keluarga itu, sama halnya dengan kagak yang dikemudikan nahkoda.
 

4.Eksposisi klasifikasi

Paragraf yang menjelaskan suatu topik yang mengklasifikasikan bahasannya.
Contoh dari Paragraf Klasifikasi:
Olahraga tidak hanya dapat menyehatkan fisik, akan tetapi dapat juga menyehatkan mental yang sangat berpengaruh terhadap proses belajar. Sebab, ternyata kegiatan belajar bukan hanya kegiatan intelektual saja, melainkan juga fisik. Dave Meier membagi aktivitas belajar menjadi empat kategori yaitu
  • Somatis adalah belajar dengan bergerak dan berbuat
  • Auditori adalah belajar dengan berbicara dan mendengar
  • Visual adalah belajar dengan mengamati dan menggambarkan
  • Intelektual adalah belajar dengan memecahkan masalah dan merenung.
Keempat aktivitas belajar ini harus dikuasai sehingga kemampuan intelektual yang dimiliki dapat berkembang dengan optimal.
 

5.Eksposisi perbandingan & pertentangan

Paragraf eksposisi perbandingan adalah paragraf yang dibuat oleh penulisnya dalam menerangkan ataupun menjelaskan sesuatu dengan menggunakan kalimat utama dengan cara membandingkannya dengan hal lain. Sedangkan paragraf eksposisi pertentangan sama halnya dengan eksposisi perbandingan. Hanya saja hal yang dibandingkan itu berisi tentang suatu hal yang bertentangan.
  1. Paragraf eksposisi perbandingan memiliki ciri ciri yaitu menggunakan kata hubung berupa seperti halnya, demikian juga, sama dengan, selaras dengan sesuai dengan dan berbeda dengan. Hal yang digunakan sebagai pembanding dalam paragraf eksposisi perbandingan haruslah bersifat konkret dan telah diketahui secara umum.
  2. Sedangkan Paragraf Eksposisi pertentangan mempunyai kata hubung yang mempertentangkan dengan ide ataupun gagasan lain yaitu biarpun, walaupun, berbeda, berbeda dengan, akan tetapi, sebaliknya, melainkan, namun, meskipun begitu.

Baca Artikel Lainnya:

Mengenal Unsur Intrinsik Karya Sastra Melayu Klasik

Mengenal Unsur Intrinsik Karya Sastra Melayu Klasik

Mengenal Unsur Intrinsik Karya Sastra Melayu Klasik

Mengenal Unsur Intrinsik Karya Sastra Melayu Klasik

Mengenal Unsur Intrinsik Karya Sastra Melayu Klasik

Unsur intrinsik pada karya sastra melayu klasik tidak jauh berbeda dengan unsur instrinsik yang terdapat pada karya sastra modern yang meliputi tema, tokoh dan penokohan, latar, alur, sudut pandang, dan amanat.

1. Tema

Tema adalah gagasan atau ide utama yang mendasari sebuah karya sastra atau cerita. Di karya sastra melayu klasik pada umumnya tema yang dianggat adalah berkisar antara istana dan kerajaan, namun terkadang  tema lainya sering masuk kedalam cerita.

2. Tokoh dan Penokohan

Tokoh dan penokohan yang terdapat dalam karya sastra Melayu klasik berkisar binatang yang berbudi pekerti, tentang pangeran, anak miskin yang menjadi raja, dan  cerita lainnya yang dianggap mampu mewakili sifat dan ciri manusia pada zaman dahulu.

3. Latar

Latar adalah keterangan mengenai ruang, waktu serta suasana terjadinya peristiwa-peristiwa di dalam suatu karya sastra. Atau definisi latar yang lainnya adalah unsur intrinsik pada karya sastra yang meliputi ruang, waktu serta suasana yang terjadi pada suatu peristiwa didalam karya sastra.

4. Alur

Alur adalah struktur rangkaian kejadian-kejadian dalam sebuah cerita yang disusun secara kronologis. Atau definisi alur yaitu merupakan rangkaian cerita sejak awal hingga akhir.

4. Sudut Pandang

Sudut pandang adalah cara pengarang menempatkan dirinya terhadap cerita atau dari sudut mana pengarang memandang ceritanya. Berikut ini beberapa sudut pandang yang dapat digunakan pengarang dalam bercerita.

  • Sudut pandang orang pertama, sudut pandang ini biasanya menggunakan kata ganti aku atau saya
  • Sudut pandang orang ketiga, sudut pandang ini biasanya menggunakan kata ganti orang ketiga seperti dia, ia atau nama orang yang dijadikan sebagai titik berat cerita.
  • Sudut pandang pengamat serba tahu, Dalam hal ini pengarang bertindak seolah-olah mengetahui segala peristiwa yang dialami tokoh dan tingkah laku tokoh.
  • Sudut pandang campuran, (sudut pandang orang pertama dan pengamat serba tahu). Pengarang mula-mula menggunakan sudut pandang orang pertama. Selanjutnya serba tahu dan bagian akhir kembali ke orang pertama.

5. Amanat

Amanat ialah pesan moral yang berisi pelajaran dan buah pikir yang hendak disampaikan pengarang lewat karya sastra. Amanat tersebut bisa bercerita langsung, bisa pula implisit atau secara tak langsung lewat dialog, tokoh, atau unsur-unsur lain dalam contoh karya sastra Melayu klasik.

Mengenal karakteristik Karya Sastra Melayu Klasik

Mengenal karakteristik Karya Sastra Melayu Klasik

Mengenal karakteristik Karya Sastra Melayu Klasik

Mengenal karakteristik Karya Sastra Melayu Klasik

Mengenal karakteristik Karya Sastra Melayu Klasik

Karya sastra melayu klasik sangat jauh berbeda dengan karya sastra modern, untuk mengenal apakah sebuah karya sastra merupakan karya melayu klasik atau karya sastra modern, harus mengetahui ciri-cirinya, untuk karya sastra melayu klasik ciri-cirinya adalah anonim, bertema istana sentris, bernilai budaya lokal dan disebar secara lisan, uraiannya adalah sebagai berikut:

1. Anonim

Anonim dalam artian tidak diketahui siapa pengarangnya, ini disebabkan karena tempo dulu tidak banyak orang yang mengejar popularitas sehingga pengarangnya lebih fokus untuk menyajikan maha karya yang menitikberatkan pada fungsi cerita.
Beberapa contoh dari karya sastra melayu klasik  pada umumnya terdapat di setiap cerita-cerita klasik, seperti “Hikayat hang tuah”, Hikayat raja indra”, “hikayat indra bangsawan”, “Hikayat malim demam”

2. Bertema Istana sentris

Jenis ceritanya berlatar belakang istana. Tokohnya biasanya raja atau pangeran yang sakti dan kisahnya mengenai percintaan. Akhir cerita selalu bahagia.

3. Bernilai budaya lokal

Ciri yang ketika dari karya sastra melayu klasik adalah penciptaan karya sastra melayu klasik biasanya mengusung budaya lokal, sehingga dari Cerita kaya sastra melayu klasik pembaca bisa mendapat gambaran moral masyarakat yang hidup pada jaman dulu

4. Disebar secara lisan

Ciri yang terakhir ialah disebarkan secara lisan. penyebab utamanya adalah  pergerakan zaman dahulu sangatlah lambat jika dibandingkan dengan konvoi masyarakat di zaman modern ini. Oleh karena itu, penyebaran budaya dan cerita secara lisan akan lebih mempercepat tersebarnya cerita dibandingkan dengan menggunakan media tulisan. Selain itu, melalui budaya lisan, masyarakat juga mampu lebih intens memberikan nilai-nilai positif nan terdapat di dalam cerita sehingga pesan moral yang terdapat di dalamnya akan sampai kepada pendengar dengan lebih cepat dan efektif.

5. Didaktis

Memberikan pesan mendidik kepada masyarakat baik pesan moral maupun pesan keagamaan atau religius.

6. Tradisional

Mempertahankan kebiasaan masyarakat jaman dulu atau adat istiadat

7. Klasik imitatif,

Bersifat tiruan atau kebiasaan tiru-meniru yang turun-menurun.

8.Universal

Dapat berlaku dimana saja, kapan saja, siapa saja.

Earth Hour Kurangi Konsumsi Energi

Earth Hour Kurangi Konsumsi Energi

 

Earth Hour

Earth Hour adalah suatu gerakan yang dimotori generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap masa depan dunia. Karena Earth Hour tahun 2017 ini diselenggarakan oleh 178 negara dan sekitar tujuh ribu kota di seluruh dunia secara serentak, Sabtu (25/03/17). Sementara khusus untuk Indonesia sendiri diikuti tidak kurang oleh sekitar 35 kota.

Selain menjadi sebuah gerakan

Director Sumatra and Borneo Program pada World Wide Fund (WWF) Indonesia Anwar Purwoto juga menjelaskan pada peringatan Earth Hour di Balaikota, Sabtu (25/03/17) malam, bahwa Earth Hour juga menjadi sebuah gaya hidup.

“Jadi ini adalah suatu gerakan yang dimotori anak muda bangsa. Yang kedua adalah tentu saja Earth Hour ini gaya hidup. Harapannya kegiatan satu jam ini akan menjadi gaya hidup setiap hari, setiap saat,” ungkap Anwar.

Harapannya, terang Anwar

Gerakan Earth Hour ini tidak saja sebatas pada memadamkan listrik. Tetapi, ini adalah untuk mengurangi konsumsi energi dan memunculkan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan. “Oleh karena itu, Earth Hour adalah gaya hidup,” tegasnya.

Gerakan Earth Hour

Gerakan Earth Hour yang dilakukan di balaikota tepat pada pukul 20.30 WIB – 21.30 WIB ini, selain diikuti Wali Kota Bogor Bima Arya dan perwakilan dari WWF Indonesia serta sejumlah komunitas, juga dihadiri bagian pertamanan pada Dinas Perumahan dan Permukiman serta Dinas Lingkungan Hidup. Lantas kegiatan diselingi dengan ngaliweut bareng di tengah temaramnya cahaya lilin.

 

Artikel terkait :

SMS Palsu Lewat Fake BTS Kian Meresahkan

SMS Palsu Lewat Fake BTS Kian Meresahkan

 

Jakarta

Belakangan ini, penyebar informasi negatif melalui SMS palsu atau blast SMS melalui mobile blaster atau fake BTS membuat resah masyarakat. Penyebaran konten negatif melalui SMS palsu kian tinggi, terutama menjelang Pemilu 2019.

Menanggapi hal tersebut Komisioner Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Agung Harsoyo mengatakan, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) dan BRTI sudah memonitor perkembangan isu yang meresahkan masyarakat tersebut.

Saat ini Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (Balmon) sedang bekerja untuk memantau perkembangan penggunaan fake BTS tersebut.

Menurut Agung

penyebar SMS palsu dilakukan oleh oknum masyarakat yang tidak bertanggung jawab dengan menggunakan teknologi IT yang dinamakan mobile blaster atau fake BTS. Dengan perangkat tersebut, si penyebar dapat mengirimkan SMS kepada pelanggan tanpa izin operator dan pemilik nomor yang sesungguhnya.

“Yang melakukan penyebaran SMS itu bukan operator, melainkan pihak-pihak tak bertanggung jawab, yang memiliki alat mobile blaster atau fake BTS. Dengan alat tersebut, mereka bisa menyebarkan SMS seolah-olah dari pemilik resmi nomor tersebut. BRTI mengimbau masyarakat yang melakukan penyebaran SMS melalui fake BTS untuk menghentikan kegiatannya karena merugikan masyarakat dan melanggar UU ITE,” kata Agung kepada Merdeka.com.

Saat ini regulator telah bertindak dengan mengeluarkan larangan penggunaan SMS blast melalui fake BTS. Larangan tersebut tertuang dalam Siaran Pers No 84/HM/KOMINFO/04/2019 mengenai Tangkal Penyebaran Konten Negatif, BRTI Larang Jual Beli dan Penggunaan Perangkat Penyebar SMS Palsu.

Dalam siaran pers tersebut, Ketua BRTI Ismail mengatakan, pihaknya menemukan ada penggunaan SMS Blaster atau Mobile Blasteratau Fake BTS untuk penyebaran SMS yang berisi konten negatif. Tindakan ini melanggar UU Telekomunikasi dan UU Informasi dan Transaksi Elektronik.

Sulit Dihentikan

Seorang petugas di menara BTS berupaya memperkuat jaringan XL di sepanjang tol baru untuk keperluan mudik 2017 (Sumber: XL Axiata)
Meski regulator melarang penggunaan fake BTS, Agung mengakui, hingga saat ini Kemkominfo masih kesulitan menghentikan secara penuh penggunaan fake BTS di masyarakat.

Selain karena alat tersebut beredar cukup masif di masyarakat tanpa melalui operator, pengoperasian fake BTS ini juga dilakukan secara random dan berpindah-pindah tempat. Tergantung event yang akan disasar.

Fake BTS ini sebenarnya sudah digunakan sejak pilkada DKI dua tahun lalu. Namun, saat itu jumlahnya tak terlalu banyak. Ketika ajang pemilu serentak 17 April, jumlah SMS blast melalui teknologi fake BTS kembali marak.

Cara beroperasi fake BTS dalam menyebaran SMS cukup canggih

Masyakarat yang memiliki alat fake BTS ini melakukan intersepsi jaringan operator telekomunikasi tertentu disekitar BTS yang dekat dengan alat fake BTS.

“Fake BTS ini memancarkan frekuensi seolah-olah BTS operator. Padahal sesungguhnya ini murni tanpa melalui core atau billing sistim operator. Mereka melakukan intersepsi diantara BTS dan pelanggan telepon selular,” ucap Agung.

Sumber : https://www.ram.co.id/

Merek Tas Cewek Buatan Dalam Negeri

Merek Tas Cewek Buatan Dalam Negeri

 

Demi punya tas bermerek

Tidak jarang para cewek yang belum mampu beli pun menghalalkan segala cara. Salah satunya adalah membeli barang tiruan yang mirip banget dengan tas aslinya. Hal seperti itu tidak baik untuk ditiru. Bayangin betapa susahnya desainer tas terkenal membuat produk tersebut lalu ada pabrik lain menyonteknya dan menjualnya dengan harga super miring. Lagi pula, bakal lebih malu-maluin kalau ketahuan sama teman-teman ternyata tas yang dipakai itu tiruan, bukan yang asli.

Tas original

Daripada terbawa gengsi urusan tas bermerek, lebih baik pakai tas original saja. Termasuk deretan tas buatan Indonesia ini. Sekarang sudah banyak tas produk lokal yang punya kualitas baik, dikemas dengan branding yang menarik, dan modelnya nggak pasaran. Harganya pun sebanding dengan kualitas produk yang didapat, bahkan kebanyakan sih terjangkau banget. Berikut adalah rekomendasi merek tas perempuan buatan Indonesia. Mau cari apa? Ransel? Tas kerja? Semua ada!

1. Kalau suka dompet dan tas lucu dengan harga paling mahal Rp 200 ribu-an, kalian harus banget lihat-lihat Adorable Projects. Seperti namanya, produknya menawan!

Nggak hanya tas aja sih, mereka juga bikin sepatu lo

2. Kalian bisa menemukan tas yang sederhana dengan model nggak neko-neko tapi pilihan warnanya banyak banget di Merche. Ada tokonya di beberapa kota lo

Modelnya sederhana tapi punya banyak warna

3. Selain itu, Tako Bag bisa jadi pilihan kalau suka tas yang modelnya unik dan nggak ada yang menyamakan. Beberapa model dipadukan juga dengan kain khas Indonesia

Tuh kan sampai bingung mau pilih tas yang mana

4. Tas selempang kecil memang lagi tren banget. Nah, cek deh ke Femmebravile yang punya koleksi tas selempang kecil yang imut. Bingung kan pilih yang mana.

 

Sumber : https://merkterbaik.com/

Mengenal Prinsip Akuntansi Syariah

Mengenal Prinsip Akuntansi Syariah

Mengenal Prinsip Akuntansi Syariah

Mengenal Prinsip Akuntansi Syariah

Mengenal Prinsip Akuntansi Syariah

Akuntansi dikenal sebagai sistem pembukuan “double entry”.

 Menurut sejarah yang diketahui awam dan terdapat dalam berbagai buku “Teori Akuntansi”, disebutkan muncul di Italiapada abad ke-13 yang lahir dari tangan seorang Pendeta Italia bernama Luca Pacioli. Beliau menulis buku “Summa de Arithmatica Geometria et Propotionalita” dengan memuat satu bab mengenai “Double Entry Accounting System”. Dengan demikian mendengar kata ”Akuntansi Syariah” atau “Akuntansi Islam”, mungkin awam akan mengernyitkan dahi seraya berpikir bahwa hal itu sangat mengada-ada.

Namun apabila kita pelajari “Sejarah Islam”

 ditemukan bahwa setelah munculnya Islam di Semananjung Arab di bawah pimpinan Rasulullah SAW dan terbentuknya Daulah Islamiah di Madinah yang kemudian di lanjutkan oleh para Khulafaur Rasyidin terdapat undang-undang akuntansi yang diterapkan untuk perorangan, perserikatan (syarikah) atau perusahaan, akuntansi wakaf, hak-hak pelarangan penggunaan harta (hijr), dan anggaran negara. Rasulullah SAW sendiri pada masa hidupnya juga telah mendidik secara khusus beberapa sahabat untuk menangani profesi akuntan dengan sebutan “hafazhatul amwal” (pengawas keuangan). Bahkan Al Quran sebagai kitab suci umat Islam menganggap masalah ini sebagai suatu masalah serius dengan diturunkannya ayat terpanjang , yakni surah Al-Baqarah ayat 282 yang menjelaskan fungsi-fungsi pencatatan transaksi, dasar-dasarnya, dan manfaat-manfaatnya, seperti yang diterangkan oleh kaidah-kaidah hukum yang harus dipedomani dalam hal tersebut. Sebagaimana pada awal ayat tersebut menyatakan “Hai, orang-orang yang beriman apabila kamu bermuamalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkannya………”
Dengan demikian, dapat kita saksikan dari sejarah, bahwa ternyata Islam lebih dahulu mengenal system akuntansi, karena Al Quran telah diturunkan pada tahun 610 M, yakni 800 tahun lebih dahulu dari Luca Pacioli yang menerbitkan bukunya pada tahun 1494.
Dari sisi ilmu pengetahuan, Akuntansi adalah ilmu informasiyang mencoba mengkonversi bukti dan data menjadi informasi dengan cara melakukan pengukuran atas berbagai transaksi dan akibatnya yang dikelompokkan dalam account, perkiraan atau pos keuangan seperti aktiva, utang, modal, hasil, biaya, dan laba. Dalam Al Quran disampaikan bahwa kita harus mengukur secara adil, jangan dilebihkan dan jangan dikurangi. Kita dilarang untuk menuntut keadilan ukuran dan timbangan bagi kita, sedangkan bagi orang lain kita menguranginya. Dalam hal ini, Al Quran menyatakan dalam berbagai ayat, antara lain dalam surah Asy-Syu’ara ayat 181-184 yang berbunyi:”Sempurnakanlah takaran dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugikan dan timbanglah dengan timbangan yang lurus. Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat kerusakan dan bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan umat-umat yang dahulu.”
Kebenaran dan keadilan dalam mengukur (menakar) tersebut, menurut Umer Chapra juga menyangkut pengukuran kekayaan, utang, modal pendapatan, biaya, dan laba perusahaan, sehingga seorang Akuntan wajib mengukur kekayaan secara benar dan adil. Seorang Akuntan akan menyajikan sebuah laporan keuangan yang disusun dari bukti-bukti yang ada dalam sebuah organisasi yang dijalankan oleh sebuah manajemen yang diangkat atau ditunjuk sebelumnya. Manajemen bisa melakukan apa saja dalam menyajikan laporan sesuai dengan motivasi dan kepentingannya, sehingga secara logis dikhawatirkan dia akan membonceng kepentingannya. Untuk itu diperlukan Akuntan Independen yang melakukan pemeriksaaan atas laporan beserta bukti-buktinya. Metode, teknik, dan strategi pemeriksaan ini dipelajari dan dijelaskan dalam Ilmu Auditing.

Dalam Islam, fungsi Auditing ini disebut “tabayyun”

sebagaimana yang dijelaskan dalam Surah Al-Hujuraat ayat 6 yang berbunyi: “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.”
Kemudian, sesuai dengan perintah Allah dalam Al Quran, kita harus menyempurnakan pengukuran di atas dalam bentuk pos-pos yang disajikan dalam Neraca, sebagaimana digambarkan dalam Surah Al-Israa’ ayat 35 yang berbunyi: “Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar, dan timbanglah dengan neraca yang benar. Itulah yang lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.”
Dari paparan di atas, dapat kita tarik kesimpulan, bahwa kaidah Akuntansi dalam konsep Syariah Islam dapat didefinisikan sebagai kumpulan dasar-dasar hukum yang baku dan permanen, yang disimpulkan dari sumber-sumber Syariah Islam dan dipergunakan sebagai aturan oleh seorang Akuntan dalam pekerjaannya, baik dalam pembukuan, analisis, pengukuran, pemaparan, maupun penjelasan, dan menjadi pijakan dalam menjelaskan suatu kejadian atau peristiwa.

Dasar hukum dalam Akuntansi Syariah

 bersumber dari Al Quran, Sunah Nabwiyyah, Ijma (kespakatan para ulama), Qiyas (persamaan suatu peristiwa tertentu, dan ‘Uruf (adat kebiasaan) yang tidak bertentangan dengan Syariah Islam. Kaidah-kaidah Akuntansi Syariah, memiliki karakteristik khusus yang membedakan dari kaidah Akuntansi Konvensional. Kaidah-kaidah Akuntansi Syariah sesuai dengan norma-norma masyarakat islami, dan termasuk disiplin ilmu sosial yang berfungsi sebagai pelayan masyarakat pada tempat penerapan Akuntansi tersebut.
Pengertian dan Konsep Laba

Pengertian dan Konsep Laba

Pengertian dan Konsep Laba

Pengertian dan Konsep Laba

Pengertian dan Konsep Laba

 

Pengertian dan Konsep Laba

Commite On Terminology (Sofyan Syafri H.,2004) dalam Aliyal Azmi (2007:12) mendefinisikan laba sebagai jumlah yang berasal dari pengurangan harga pokok produksi, biaya lain dan kerugian dari penghasilan atau penghasilan operasi. Menurut FASB (Financial Accounting Standars Board) statement (Aliyal Azmi, 2007:12) mengartikan laba (rugi) sebagai kelebihan (defisit) penghasilan atas biaya selam
a satu periode akuntansi.
Menurut Stice, Stice, Skousen (2009:240) laba adalah pengambilan atas investasi kepada pemilik. Hal ini mengukur nilai yang dapat diberikan oleh entitas kepada investor dan entitas masih memiliki kekayaan yang sama dengan posisi awalnya. Menurut Suwardjono (2008 : 464) laba dimaknai sebagai imbalan atas upaya perusahaan menghasilkan barang dan jasa. Ini berarti laba merupakan kelebihan pendapatan diatas biaya (biaya total yang melekat dalam kegiatan produksi dan penyerahan barang / jasa). Menurut Soemarso SR (2004 : 227) angka terakhir dalam laporan laba rugi adalah Laba Bersih (net income). Jumlah ini merupakan kenaikan bersih terhadap modal. Sebaliknya, apabila perusahaan menderita rugi, angka terakhir dalam laporan laba rugi adalah rugi bersih (net loss) Sedangkan menurut Smith Skousen (1989:119) Laba Bersih merupakan perbedaan antara jumlah pendapatan yang diperoleh suatu satuan usahan selama periode tertentu dan jumlah biaya yang dapat diaplikasikan kepada pendapat.

Konsep Laba

Konsep laba menurut Sofyan Syafri H. dalam buku teori akuntansi (2004:263-267) :

Laba Ekonomi 

Pada awal abad XX Fischer, lindhal dan hick menjelaskan sifat-sifat laba ekonomi mencakup tiga tahap :
  • Physical Income, Yaitu konsumen barang dan jasa pribadi yang sebenarnya memberikan kesenangan fisik dan pemenuhan kebutuhan. Laba jenis ini tidak dapat dikur.
  • Real Income, Adalah ungkapan kejadian yang memberikan peningkatan terhadap kesenangan fisik. Ukuran yang dapat digunakan untuk real income ini adalah ‘biaya hidup’ (cost of living). Dengan kata lain kepuasan timbul karena kesenangan fisik yang timbul dari keuntungan yang diukur dengan pembayaran uang yang dilakukan untuk membeli barang dan jasa sebelum dan sesudah dikonsumsi.
  • Money Income, Merupakan hasil uang yang diterima dan dimaksudkan untuk konsumsi dalam memenuhi kebutuhan hidup. Menurut Ficher real income lebih dekat pada pengertian akuntansi tentang income. Lindahl menganggap konsep laba sebagai interest yaitu merupakan penghargaan yang terus menerus terhadap barang modal sepanjang waktu. Perbedaan antar interest dengan konsumsi yang diharapkan pada periode tertentu dianggap sebagai saving sehingga laba dianggap sebagai konsumsi tambah saving.

Laba Akuntansi atau Accounting Income

Accounting Income adalah perbedaan antara realisasi penghasilan yang berasal dari transaksi perubahan pada periode tertentu dikurangi dengan biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan penghasilan itu. SFAC (Statement of Financial Accounting Concepts) 1 (Aliyal Azmi, 2007:14) mengasumsikan bahwa laba akuntansi merupakan ukuran yang baik dari kinerja suatu perusahaan dan bahwa laba akuntansi merupakan ukuran yang baik dari kinerja suatu perusahaan dan bahwa laba akuntansi dapat digunakan untuk meramalkan arus kas masa depan.
Pendapat dalam berbagai pengukuran income dapat diperluas. Income merupakan item laporan keuangan mendasar dan penting yang memiliki berbagai kegunaan dalam berbagai konteks. Secara umum diyakini sebagai dasar untuk perpajakan, penentuan kebijakan pembayaran Deviden, petunjuk investasi dan pembuatan keputusan, elemen prediksi.