Category Archives: Budidaya

v

Syarat Tumbuh Tanaman Nilam

Syarat Tumbuh Tanaman Nilam

Sebelum melaksanakan budidaya tanaman nilam, kamu mesti mengenal terlebih dahulu syarat tumbuh tanaman nilam ini. Dengan paham syarat tumbuh tanaman nilam ini pasti saja kamu jadi paham tanaman nilam cocoknya ditanam didaerah yang layaknya apa. Sehingga pada sistem budidaya tanaman nilam tidak terjadi kegagalan panen.

Syarat Tumbuh Tanaman Nilam

Mengetahui syarat tumbuh tanaman nilam ini cukup penting, dikarenakan tanaman nilam kalau ditanam di daerah yang tepat, maka dapat berproduksi secara maksimal. Maka berasal dari itu ada baiknya kamu paham terlebih dahulu syarat tumbuh tanaman nilam ini.

Syarat Tumbuh Tanaman Nilam

Tanaman nilam sanggup tumbuh dan berproduksi baik pada daerah bersama ketinggian 0-1.200 m di atas permukaan laut (dpl). Namun dia dapat tumbuh dan berproduksi optimum pada daerah bersama ketinggian 10-400 m dpl.

Curah hujan yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman nilam 2.300- 3.000 mm/tahun. Suhu hawa antara 24 -28°C bersama kelembapan di atas 75%. Intensitas penyinaran untuk mengolah minyak nilam optimal berkisar 75-100%.

Tanaman nilam membutuhkan tanah yang subur dan gembur, dan juga mesti banyak air, tetapi tidak tahan genangan air. Oleh dikarenakan itu, mesti dibuat drainase (pengairan) yang baik dan sanggup menghambat air.

Tanaman ini terhitung tumbuh baik pada tanah bertekstur lempung sampai simak berpasir, bersama pH 5,5 – 7.

Selengkapnya : https://www.lele.co.id/

Manfaat Jantung Pisang Bagi Kesehatan

Manfaat Jantung Pisang Bagi Kesehatan – Jantung pisang ialah bunga dari tumbuhan pisang, bentuknya serupa jantung dan mempunyai warna merah tua. Jantung pisang biasa dimanfaatkan sebagai sayuran, urap dan tidak sedikit juga yang mengubah jantung pisang sebagai dendeng atau abon.

Jantung pisang mempunyai khasiat dan guna untuk kesehatan sebab kandungan gizi dan vitamin yang terdapat didalamnya. Jantung pisang diketahui berisi vitamin A, vitamin B1 dan vitamin C. Didalam jantung pisang pun terkandung sejumlah mineral urgen yang diperlukan oleh tubuh, antara beda zat besi, kalsium dan fosfor. Pada masing-masing 25 gram jantung pisang diketahui berisi karbohidrat 7.1 gram, kalori 31 kkal, lemak 0.3 gram, dan senyawa protein sejumlah 1.2 gram.

Manfaat Jantung Pisang

1. Sebagai Obat Malaria
Jantung pisang ternyata dapat digunakan sebagai obat malaria. Caranya bahas kulit luar jantung pisang, benam pada bara api sekitar -/+ 25 menit. Setelah dingin parut dan peras untuk memungut airnya. Saring dan tambahkan tidak banyak asam, lantas diminum.

2. Menyehatkan Pencernaan

Jantung pisang adalahsayuran yang paling kaya bakal serat. Seperti anda ketahui bahwa masing-masing makanan yang berisi serat sangat
baik untuk sistem pencernaan.

3. Mencegah Kanker

Jantung pisang berisi antioksidan, dimana antioksidan berperan dalam mencegah efek radikal bebas. Radikal bebas mengakibatkan kehancuran kinerja organ, kehancuran sel-sel tubuh dan pemicu tumbuhnya sel kanker.

4. Mencegah Penyakit Gondok

Jantung pisang diketahui berisi yodium. Yodium berkhasiat dalam menangkal penyakit gondok.

5. Sebagai Obat Diare

Jantung pisang berfungsi sebagai obat diare, metodenya sangat gampang yaitu melulu dengan mengkonsumsi jantung pisang yang telah dimasak. Bisa disayur atau diciptakan urap.

6. Mencegah Stroke

Mengkonsumsi jantung pisang ternyata paling baik guna kesehatan, salah satunya ialah dapat menangkal penyakit stroke.

7. Baik Dikonsumsi Oleh Penderita Diabetes

Jantung pisang ialah sumber makanan yang paling baik dikonsumsi oleh penderita diabetes. Mengkonsumsi jantung pisang secara teratur diketahui efektif menurunkan kadar gula dalam darah.

8. Mencegah Penuaan Dini

Jantung pisang berisi flavanoid yang berperan dalam perbaikan sel-sel yang bobrok dan sebagai anti radikal bebas.

9. Mencegah Kolesterol

Mengkonsumsi jantung pisang bekhasiat untuk menangkal naiknya kadar kolesterol. Hal ini sebab jantung pisang adalahsumber makanan rendah lemak dan zat-zat yang terdapat didalamnya diketahui dapat mengikat lemak jahat dan mengeluarkannya dari dalam tubuh.

10. Baik Bagi Ibu Menyusui

Manfaat jantung pisang untuk menambah produksi ASI telah diketahui semenjak jaman dahulu. Karena tersebut jantung pisang paling baik dikonsumsi oleh ibu-ibu yang sedang menyusui.

Sumber : https://www.faunadanflora.com

Cara Menanam Cabe Rawit Dari Biji Agar Lekas Berbuah Lebat

Cara Menanam Cabe Rawit Dari Biji Agar Lekas Berbuah Lebat

Cara Menanam Cabe Rawit Dari Biji Agar Lekas Berbuah Lebat

Dalam kehidupan penduduk Indonesia, terdapat banyak cara menanam cabe rawit berasal dari biji. Kemungkinan setiap daerah mempunyai sedikit perbedaan, tetapi secara bila secara garis besar memang hampir sama. Cabe rawit dalam kehidupan penduduk Indonesia terlalu banyak digemari, baik itu disajikan sebagai pelengkap makanan gorengan, sambal, hingga sebagai campuran makanan. Mungkin telah jadi tradisi bahwa makan tanpa tersedia campuran cabe rawit, maka belum afdhol. Istilahnya layaknya itu. Oleh karena itu, biasanya di masa-masa atau selagi tertentu, bila Hari Raya Idul Fitri, Idul Adha, atau hari-hari besar dan keagamaan lainnya, harga cabe rawit mampu diprediksikan bakal naik beberapa kali lipat. Biasanya, kenaikan harga cabe rawit karena pasokan cabe rawit yang kurang, selagi keinginan pasar yang melonjak tinggi. Selain itu, harga cabe rawit yang melonjak tinggi barangkali termasuk mampu diakibatkan karena gagal panen. Gagal panen biasanya terjadi karena hama yang menyerang tanaman cabe rawit atau karena peralihan musim yang tidak menentu sehingga mengakibatkan banjir yang mampu merendam daerah tanam cabe rawit dan mampu termasuk cabe rawit jadi busuk sehingga panen gagal.

Cara Menanam Cabe Rawit Dari Biji Agar Lekas Berbuah Lebat

Cabe rawit dalam kegunaannya di masakan Indonesia biasanya digunakan sebagai sambal. Sambal yang dibikin biasanya dicampur bersama dengan tomat dan terasi. Selain itu, cabe rawit termasuk biasa digunakan untuk pelengkap gorengan serta kadang pula langsung dicampur dalam masakan. Cabe rawit menghasilkan sensasi yang pedas sehingga tambah tingkatkan gairah makan.

Dengan begitu banyaknya keinginan pasar terkait cabe rawit, maka banyak petani yang termasuk tertarik untuk menanam cabe rawit. Namun bagi pemula, biasanya menanam cabe rawit cuma untuk mengonsumsi tempat tinggal tangga atau dijual di sekeliling rumah. Meskipun penjualan ditunaikan dalam lingkup yang kecil, proses penanaman cabe rawit seharusnya termasuk cocok bersama dengan prosedur yang tepat sehingga bakal menghasilkan cabe rawit yang berkualitas. Berikut salah satu cara menanam cabe rawit berasal dari biji sehingga lekas berbuah lebat.

1. Pemilihan Bibit
Bibit cabe rawit mampu didapatkan lewat toko perlengkapan pertanian. Biasanya disana telah banyak bibit cabe rawit. Namun bila tidak menginginkan mengeluarkan banyak modal, bibit cabe rawit mampu disita berasal dari cabe rawit yang telah terlalu matang yang mampu didapatkan berasal dari penjual cabe di pasar atau tukang sayur di dekat rumah. Ketika menentukan calon bibit, sebaiknya menentukan cabe rawit yang terlalu bagus, yakni mulai berasal dari warnanya yang fresh dan merah, tidak layu atau tidak busuk, serta mempunyai wujud yang bagus. Karena bibit cabe yang bagus didapatkan berasal dari indukan yang termasuk memiliki kualitas bagus.

2. Pemrosesan Bibit
Langkah sesudah itu dalam kronologis cara menanam cabe rawit berasal dari biji yakni pemrosesan bibit. Ketika indukan cabe rawit telah didapatkan, cara sesudah itu yakni menentukan biji cabe rawit yang nantinya bakal jadi bibit. Salah satu cara mudahnya yakni indukan cabe rawit tadi dipotong jadi 3 bagian, lantas pilihlah bagian tengah. Setelah itu, pisahkan biji cabe rawit berasal dari kulitnya. Setelah didapatkan biji cabe rawit, siapkan air hangat (jangan terlalu panas atau terlalu dingin) di sebuah wadah, mampu mengfungsikan gelas atau baskom, lantas masukkan biji cabe rawit tadi. Diamkan biji cabe rawit hingga semalaman. Setelah itu, pada pagi harinya cek biji cabe rawit tadi. Akan didapatkan biji cabe rawit yang tenggelam dan yang terapung. Pilihlah biji cabe rawit yang tenggelam dan yang terapung mampu dibuang. Setelah didapatkan biji cabe rawit yang tenggelam, tiriskan dan cara sesudah itu yakni proses penjemuran. Dalam proses penjemuran ini sebaiknya biji cabe rawit tidak dijemur di bawah cahaya matahari langsung karena dikala biji cabe rawit terkena panas yang terlalu berlebihan, maka bakal mengganggu proses pembentukan kecambah. Bisa saja diangin-anginkan. Setelah proses penjemuran selesai, maka telah didapatkan biji cabe rawit yang siap untuk disemai.

3. Proses Penyemaian
Sebenarnya bagi yang tidak menginginkan ribet, tidak kudu ditunaikan proses penyemaian. Namun proses ini termasuk sebaiknya tidak ditinggalkan karena proses penyemaian memiliki tujuan untuk menentukan bibit kecambah cabe rawit yang bagus. Pada proses penyemaian ini memang cukup mudah, yakni cuma mengfungsikan fasilitas tisu dan wadah plastik atau baskom saja. Caranya yakni biji cabe rawit yang siap disemai tadi ditaruh dalam fasilitas tisu yang telah dibasahi. Setelah itu, tutup lembaran tisu tadi, mampu bersama dengan mengfungsikan tisu termasuk lantas dibasahi kembali bersama dengan air dan ditaruh di wadah plastik yang telah disajikan lantas tutup rapat. Proses penyemaian ini memang tidak mampu cepat. Tunggu beberapa hari hingga benih tadi berkecambah.

4. Proses Penanaman
Pada proses sesudah itu dalam kronologis cara menanam cabe rawit berasal dari biji dikala kecambah telah mulai terlihat yakni proses penanaman. Dalam proses penanaman ini, sebaiknya ditunaikan di fasilitas polybag. Caranya yakni tanam kecambah tadi, lantas usahakan sehingga tidak diganggu oleh hewan-hewan lain. Setelah kecambah tumbuh jadi tanaman cabe yang ukurannya sedikit lebih besar, mampu dipindahkan dalam fasilitas polybag yang isinya 1 polybag, 1 tanaman. Bisa termasuk tanaman tadi ditanam langsung di fasilitas tanah yang telah disiapkan. Komposisi pada tanaman dan pupuk biasanya sesuai lewat perkiraan. Namun biasanya mengfungsikan perbandingan 2:1. Maksudnya yakni 2 bagian tanah dan 1 bagian pupuk. Usahakan pupuk tidak diberikan terlalu banyak karena ditakutkan bakal mengganggu proses pertumbuhannya. Pada selagi penentuan tadi, pilihlah tanaman cabe yang mempunyai batang kuat dan mempunyai daun sebanyak 5-6 helai. Proses penanaman ini sebaiknya ditunaikan pada pagi atau sore hari dikala cahaya matahari tidak tengah terik. Hal ini dimaksudkan untuk melindungi situasi tanaman cabe yang masih rentan selanjutnya sehingga tidak layu.

5. Proses Perawatan Tanaman Cabe Rawit Agar Lekas Berbuah Lebat
Langkah paling akhir cara menanam cabe rawit berasal dari biji yakni proses perawatan. Dalam proses ini biasanya cuma ditunaikan penambahan pupuk serta penyiraman yang teratur. Selain itu termasuk dibutuhkan perhatian spesifik untuk menanam cabe sehingga lekas berbuah lebat. Caranya yakni memotong cabang yang telah layu dan mati.

Selanjutnya yakni bersihkan tanaman cabe rawit berasal dari daun yang telah kering yang biasanya terletak di bagian pangkal batang. Selain itu, memangkas tunas susulan serta memberi tambahan penyangga pada tanaman cabe sehingga tidak roboh yang diakibatkan karena akar tanaman cabe yang tidak kuat untuk menghindar beban lebatnya buah cabe rawit tersebut.

Selain itu, cara yang seharusnya tidak ditinggalkan yakni menangani gulma dan hama yang tersedia pada tanaman cabe rawit. Pada proses ini sehingga tidak menyebabkan kerusakan ekosistem lain, menangani gulma dan hama berasal dari tanaman cabe mampu ditunaikan bersama dengan cara manual, yakni bersama dengan menyianginya. Karena terlalu disayangkan bila mengfungsikan pestisida kimia karena selain berdampak tidak baik bagi lingkungan, bakal termasuk berdampak jelek pada kastemer cabe rawit.

Budidaya Bawang Merah

Budidaya Bawang Merah: Tips Dan Triknya

Budidaya Bawang Merah: Tips Dan Triknya

Bawang merah adalah keliru satu komoditas yang takkan pernah kehabisan peminat di Indonesia. Budidaya bawang merah diminati oleh banyak petani hortikultura dikarenakan merupakan tanaman musiman, dan punya nilai jual tinggi.

Budidaya Bawang Merah

Namun, meski tak pernah sepi peminat, musim panen yang berlangsung serentak bisa sebabkan suplai bawang di pasaran jadi berlebih. Apabila suatu product punya kuantitas lebih tinggi berasal dari permintaan, otomatis harganya bakal turun jauh. Untuk menyiasatinya, Anda selaku petani harus terhitung menanam bawang merah di luar jaman tanam.

Sebenarnya budidaya bawang paling cocok ditunaikan kala musim panas. Ini dikarenakan bawang perlu cahaya matahari lebih berasal dari 12 jam tiap harinya. Untuk budidaya sendiri, bawang merah paling baik ditanam di ketinggian 0-900 mdpl. Sementara, iklim yang menopang kualitas pertumbuhan bawang merah adalah 25 hingga 35 derajat celsius. Untuk pH tanah, yang dibutuhkan adalah lebih kurang 5,6 hingga 7.

Lalu, bagaimana langkah menanam bawang merah ?

Artikel kali ini bakal mengupas seputar langkah budidaya bawang merah. Anda bisa pakai artikel ini sebagai pedoman langkah menanam bawang merah, berasal dari pilih bibit hingga panen.

Memilih Bibit untuk Budidaya Bawang Merah
Tahap pertama sebelum akan menanam bawang merah adalah pilih bibitnya. Bibit bawang merah tersedia beraneka macam varietas, berasal dari benih lokal hingga hibrida hasil rekayasa genetik.

Bentuk benihnya sendiri tersedia yang tetap biji, tapi tersedia terhitung yang berupa umbi. Namun, yang sering digunakan untuk budidaya bawang merah adalah benih umbi. Benih bawang merah yang berkualitas adalah yang berasal berasal dari umbi yang dipanen tua, atau lebih kurang 80-100 hari.

Tanyakan umur bibit umbi bawang merah Anda pada supplier. Mengetahui umur bibit terhitung penting, untuk memperkirakan kecepatan tumbuh tunas.

Bila ternyata umur bibit bawang merah tidak cukup berasal dari dua bulan, maka potonglah bagian ujung umbi lebih kurang lebih kurang ½ cm. Ini ditunaikan untuk mempercepat pertumbuhan tunas pada tanaman bawang merah.

Lalu, berapa banyak benih yang Anda butuhkan?

Jumlah benih dalam budidaya bawang merah, terkait kepada varietas bawang yang Anda pilih. Misalnya untuk jarak tanam 20 x 20 pakai bobot benih 5 gram, maka Anda bakal perlu benih lebih kurang 1,4 ton per hektar. Lalu bila jaraknya 15 x 15, Anda perlu benih 2,4 ton per hektar.

Perlu diingat: makin enteng bobot benih per satuannya, makin kecil kebutuhan per ton untuk satu hektar.

Memilih dan Mengolah Tanah untuk Budidaya Bawang Merah
Kini Anda telah pilih bibit. Maka langkah selanjutnya adalah buat persiapan lahan. Ada sebagian hal yang harus diingat di sini.

Lahan yang paling pas untuk menanam bawang merah adalah dataran rendah, dengan ketinggian lebih kurang 0-800 mdpl.

Sementara, suhu yang baik untuk budidaya bawang merah adalah 27 hingga 32 derajat celsius, supaya bawang merah beroleh paparan cahaya matahari yang cukup.

Untuk keasaman tanah, yang dibutuhkan untuk budidaya bawang merah lebih kurang pH 5,6 hingga 7.

Proses penanaman bawang sendiri paling baik ditunaikan di lahan sawah. Tekstur tanah terbaik adalah yang tidak amat gembur dan sedikit liat. Jenis tanah yang disukai bawang merah adalah Latosol, Humus, dan Alluvial. Sementara kelembabannya sendiri adalah lebih kurang 60-70%.

Untuk langkah mengolah tanah untuk menanam bawang, caranya adalah sebagai berikut:

Gemburkan tanah dengan dicangkul, lalu biarkan tanah tersebut sepanjang seminggu. Ini ditunaikan supaya racun di tanah terbawa angin dan menguap terkena panas matahari
Apabila tanah telah punya kadar pH tidak cukup berasal dari 6 – 7, tambahkan kapur dolomite dengan dosis 1 ton untuk sehektar lahan. Diamkan tanah tersebut dalam kala 2 minggu sesudah sistem pengapuran.
Selanjutnya adalah buat bedengan pada lahan dengan lebar lebih kurang 1 meter. Atur tinggi bedengan 30 cm, kala panjangnya sesuai dengan luas lahan.
Berikan jarak antar bedeng kira–kira 1/2 meter. Jarak ini bakal difungsikan sebagai saluran pengairan. Kedalaman setidaknya 30 cm.
Gemburkan bedengan dengan kedalaman 20 cm. Setelahnya, ratakan bentuk bedengan dengan tidak melengkung.
Tebarkan pupuk kandang di atas bedengan, lalu aduk dengan tanah supaya pupuk menyebar rata dan tercampur dengan bedengan.
Diamkan bedengan yang telah diberi pupuk tersebut dalam jangka kala 1 minggu sebelum akan ditanami bibit bawang merah.
Untuk pupuk dasar, disarankan untuk pakai pupuk kandang. Namun, bisa terhitung dengan tambahan pupuk kimia layaknya ZA, SP-36 atau KCL tiap-tiap 47 Kg, 311 Kg dan 56 Kg untuk lahan sehektar. Campur seluruh pupuk buatan tersebut, lalu diamkan sepanjang seminggu sebelum akan bedengan lantas ditanami bibit bawang.

Perlu diingat, bila penanaman ditunaikan pada musim kemarau maka berikan jarak tanam jadi 15 x 15 cm. Sedangkan bila penanaman ditunaikan di musim hujan, buatlah jarak tanam sedikitnya 20 x 20 cm.

Untuk langkah menanam benihnya sendiri cukup mudah, yakni benamkan seluruh bagian umbi ke tanah, dengan bagian calon tunas menghadap ke atas.

Perawatan Budidaya Bawang Merah
Setelah menanam, maka dalam prosesnya bawang merah harus ditunaikan perawatan. Perawatan sendiri terdiri berasal dari menyiram, berikan pupuk, dan terhitung menghindari bawang berasal dari hama.

Proses penyiraman bawang merah ditunaikan pada pagi dan sore hari. Lakukan hal ini hingga tanaman berusia 10 hari, lalu kurangi frekuensinya tidak cukup jadi sekali sehari hingga siap panen.

Proses perawatan selanjutnya adalah berikan pupuk. Proses ini ditunaikan kala bawang merah terasa menginjak umur dua minggu. Jenis pupuk yang digunakan adalah campuran KCI, urea, dan ZA. Komposisi tiap-tiap adalah 112 kg, 93 kg, dan 200 kg.

Untuk bantuan pupuk pada umur 5 minggu komposisinya berubah: urea 47 kg, ZA 100 kg, dan KCI 56 kg per hektar. Pemupukan ditunaikan dengan langkah sebabkan guritan di lebih kurang bawang merah terutama dulu.

Perlindungan gulma yang harus ditunaikan adalah dengan penyiangan. Lakukan ini dua kali per semusim tanaman. Agar menghemat kala dan biaya, penyiangan gulma bisa ditunaikan sebelum akan sistem bantuan pupuk, supaya gulma tidak mendapat faedah berasal dari pupuk.

Namun hal ini tidak harus menunggu 5 minggu. Apabila sebelum akan 5 minggu gulma telah banyak dan lebat, maka segera jalankan penyiangan.

Mengendalikan Hama Tanaman Bawang Merah
Bawang merah punya sejumlah model hama dan penyakit yang berpotensi menyerang. Yang jamak menyerang bawang merah adalah hama ulat, yang sering menyerang daun, meninggalkan bercak putih di daun.

Untuk mengendalikan hama ini bisa ditunaikan dengan langkah konvensional. Ambil ulat dan telurnya, lalu musnahkan. Apabila budidaya ini ditunaikan dalam skala besar, pengusiran ulat ditunaikan pakai perangkap feromon. Gunakan 40 buah feromon sex ulat per hektarnya. Ini menghambat ulat untuk berkembang biak, sekaligus menyingkirkan telur yang belum menetas.

Apabila sistem ini gagal menghambat serangan ulat, maka langkah terakhir adalah penyemprotan insektisida. Gunakan bahan aktif klorfirifos.

Penyakit lainnya yakni penyakit layu. Ini ditimbulkan oleh jamur. Gejala yang enteng dilihat adalah daun pada bawang menguning dan layaknya terpilin. Selain itu pangkal bawang merah membusuk cokelat. Apabila menemukan tanaman yang terkena penyakit ini, maka bakarlah tanaman tersebut. Setelah itu jalankan penyemprotan fungisida.

Panen Budidaya Bawang Merah
Maka tibalah Anda pada jaman panen. Bila Anda lihat daun-daun bawang telah merebah lebih kurang 60-70%, maka Anda telah bisa memanen bawang-bawang merah tersebut. Proses pengecekan kualitas bisa Anda jalankan secara acak.

Apabila bibit yang ditanam berasal berasal dari bibit umbi, maka tingkat rebahan daun harus telah capai 90%.
Apabila ditotal, rata-rata hasil panen untuk sehektar lahan adalah 5-12 ton. Ini ulang ulang ke kondisi lahan, iklim daerah, serta musim yang Anda lalui. DIlihat terhitung berasal dari keberhasilan Anda menumpas hama dan gulma serta efektvitas pupuk.

Sebelum terasa disalurkan, umbi bawang harus dikeringkan terutama dulu. Proses ini memakan kala hingga 7 hingga 14 hari. Apabila kadar air di bawang telah turun jadi 85%, maka bawang merah hasil panen Anda telah siap untuk disalurkan.

Nah, demikian tadi petunjuk singkat seputar budidaya bawang merah. Semoga berfaedah untuk Anda.

sumber : https://www.budidayaternak.com/