Category Archives: P.Umum

Kutub Bumi Berubah Jauh Lebih Cepat Akibat Medan Magnet

Kutub Bumi Berubah Jauh Lebih Cepat Akibat Medan Magnet

Salah satu alasan terbesar mengapa kehidupan dapat berkembang di Bumi adalah karena keberadaan medan magnet.

Medan magnet yang dibangkitkan oleh planet ini tak sekadar berfungsi untuk menggerakkan kompas, tetapi juga melindungi Bumi dari berbagai fenomena berbahaya yang bisa terjadi di ruang angkasa.

Namun, sebuah studi baru menyatakan bahwa kutub-kutub planet ini dapat berubah jauh lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya. Para peneliti telah menemukan bukti bahwa kutub-kutub bumi pernah berubah dengan cepat di masa lalu. Jika kembali terjadi, hal tersebut dapat menyebabkan sebuah kekacauan worldwide.

Studi yang dilakukan oleh para peneliti asal China, Australia, dan Taiwan itu fokus pada temuan yang berasal dari sebuah gua di China.

Stalagmit-stalagmit di gua tersebut membuktikan bahwa pernah terjadi beberapa kali perubahan medan magnet bumi dalam jangka waktu 16 ribu tahun, dimulai sekitar 107 ribu tahun yang lalu.

Para peneliti meyakini information yang mereka kumpulkan merupakan bukti bahwa medan magnet bumi dapat berubah-ubah hanya dalam waktu beberapa ratus tahun, dan ini jauh lebih cepat daripada yang sudah pernah diperkirakan.

Sebelumnya, para peneliti menduga diperlukan waktu beberapa ribu tahun untuk terjadinya perubahan kutub. Penemuan baru ini merupakan kabar buruk bagi masyarakat present day yang hidupnya bergantung pada teknologi.

Ketika kutub berubah, medan magnet Bumi akan melemah secara signifikan – diperkirakan hingga 90 persen – dan akan membawa dampak besar bagi peralatan elektronik kekuatan listrik yang sehari-hari digunakan.

Dikutip dari BGR, apabila hal tersebut terjadi, para peneliti memprediksi akan timbul kerugian hingga mencapai triliunan dollar. Selain itu, pelemahan kekuatan medan magnet juga akan membawa dampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat present day.

Baca Juga:

BMKG: Musim Kemarau Meluas,, Waspada Potensi Kebakaran rimba dan Lahan

BMKG: Musim Kemarau Meluas,, Waspada Potensi Kebakaran rimba dan Lahan

Jumlah titik panas (hotspot-red) meningkat seiring meluasnya pengaruh musim kemarau di sejumlah lokasi Indonesia. Dampaknya tidak cuma mencakup lebih dari satu besar Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, tapi telah meluas ke lokasi Sumatera anggota Selatan, Kalimantan, dan lebih dari satu Sulawesi. Wilayah yang memadai signifikan mengalami peningkatan titik panas yakni Kalimantan Barat (798 titik), Kalimantan Tengah (226 titik), Jambi (19 titik), dan Sumatera Selatan (13 titik).

BMKG: Musim Kemarau Meluas,, Waspada Potensi Kebakaran rimba dan Lahan

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengungkap, informasi titik panas dianalisis BMKG berdasarkan citra Satelit Terra Aqua ( LAPAN). Peningkatan kuantitas titik panas ini, menurutnya diakibatkan suasana atmosfer dan cuaca yang relatif kering sehingga membawa dampak tanaman menjadi ringan terbakar.

“Kondisi ini perlu diperhatikan, sehingga tidak diperparah bersama dengan maraknya pembukaan lahan untuk perkebunan dan pertanian bersama dengan langkah membakar,” kata Dwikorita di dalam siaran formal yang diterima Kompas.com, Kamis (23/8/2018). BMKG termasuk tetap berkoordinasi bersama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Pemerintah Daerah, Instansi terkait, dan masyarakat luas untuk tingkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan pada potensi kebakaran lahan dan hutan, bahaya polusi hawa dan asap, potensi kekeringan lahan dan kekurangan air bersih. “Yang perlu diwaspadai adalah pengaruh paparan kabut asap jika sampai terbakar karena terlampau berpotensi menganggu kesehatan,” imbuhnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Klimatologi BMKG Herizal menerangkan, hasil monitoring yang dilakukan BMKG membuktikan sampai pertengahan Agustus 2018 nyaris seluruh lokasi Indonesia telah memasuki musim kemarau yakni sebanyak 95.03 persen. Sedangkan sisanya 4.97 prosen tetap mengalami musim hujan.

Adapun musim kemarau diprediksikan bakal terjadi sampai akhir Oktober 2018. Herizal memaparkan, pantauan BMKG pada deret hari tanpa hujan sebagai indikator kekeringan meteorologis awal menunjukkan, deret hari tanpa hujan (HTH) kategori terlampau panjang (31-60 hari) sampai ekstrim (>60 hari) umumnya terjadi lebih dari satu besar di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, meskipun di lebih dari satu daerah telah terpantau terdapat jeda hari hujan.

Di lebih dari satu Sumatera anggota Selatan, Kalimantan, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara, pengaruh meluasnya musim kemarau itu termasuk ditunjukkan oleh timbulnya lebih dari satu daerah yang telah mengalami HTH kategori menengah (11-20 hari) sampai panjang (21-30 hari).

“Kondisi kering itu diikuti oleh kemunculan hotspot yang membawa dampak perihal kebakaran hutan dan lahan yang pada selanjutnya menyebabkan asap dan penurunan mutu udara.Jumlah hotspot di Kalimantan Barat sendiri mengalami peningkatan 17.6 prosen dibandingkan pekan lalu,” tuturnya.

Awal pekan ini, pantauan alat mutu hawa di Stasiun Klimatologi Mempawah membuktikan konsentrasi Particulate Matter (PM10) tertinggi sebesar 356.93 µg/m3 yang bermakna masuk di dalam kategori berbahaya. Pengamatan jarak pandang mendatar (visibility maksimum) tercatat tidak cukup dari 100 meter,” jadi dia. BMKG memprediksi suasana berikut bakal relatif berkurang di dalam kala lebih dari satu hari kedepan. Namun demikian, lanjut Herizal, selamanya diperlukan kewaspadaan dan langkah antisipatif untuk meminimalisir dampak.

Baca Juga:

Tips Membuat Kemasan Produk Yang Unik

Tips Membuat Kemasan Produk Yang Unik

Saat kita ingin memulai sebuah usaha pastinya dapat ada banyak hal yang mesti diperhatikan dan juga dibutuhkan, apalagi jikalau sebuah usaha yang ingin dilakukan itu merupakan usaha yang menyebabkan produk dan bukan di dalam wujud jasa, pastinya Anda mesti menyebabkan kemasan untuk produk tersebut.

Tips Membuat Kemasan Produk Yang Unik

Dalam menyebabkan kemasan produk, aspek keamanan dan kenyamanan adalah hal pertama yang mesti dipastikan. Namun, untuk mendukung sebuah pemasaran, kemasan yang aman dan nyaman saja tidaklah cukup, kemasan berikut juga mesti mempunyai karakter unik, agar gampang dikenali dan meninggalkan kesan mendalam bagi konsumen. Berikut ini adalah tips menyebabkan kemasan yang unik dan menarik agar produk Anda memenangkan persaingan pasar.

Gunakan Desain yang Sederhana

Jika punya niat untuk menyebabkan sebuah kemasan yang baik dan menarik, tidak benar satu hal yang mesti diperhatikan yaitu berkenaan desainnya. Buatlah desain yang sederhana tetapi senantiasa menarik jangan menyebabkan desain yang terlalu rumit karena kesan yang ditampilkan dapat membingungkan para konsumen. Buatlah desain kemasan produk yang gampang dibawa dan juga lebih gampang dikonsumsi para konsumen. Jangan lupa kendati sederhana tetapi juga mesti senantiasa unik.

Gunakan Warna Cerah dan Berbeda

Membuat kemasan produk yang menarik dan unik tidak benar satunya di dukung dari pilihan warna-warna cerah dan berbeda. Cobalah untuk mengadakan riset terhadap kompetitor produk serupa, https://www.ilmubahasainggris.com/ menyimak warna-warna yang biasa digunakan terhadap produk mereka dan mulailah untuk pilih warna yang tidak sama untuk produk Anda. Warna cerah umumnya menjadi tidak benar satu pilihan tepat karena terkesan drastis dan tidak sama jikalau diletakkan bersamaan dengan produk lain di rak maupun etalase toko.

Manfaatkan Gambar yang Menarik

Orang Indonesia condong lebih gampang terima sesuatu yang berbau visual, oleh karena itu cantumkan gambar agar lebih menarik minat pembeli. Gambar tidak mesti senantiasa terkait dengan produk, Anda sanggup saja memberikan gambar-gambar lucu atau karikatur yang secara tidak langsung tetap terkait dengan pencitraan produk tanpa mesti terkesan kaku.

Tambahkan Data Legalitas dari Lembaga Pemerintah

Ini adalah tidak benar satu hal yang tidak kalah penting yaitu mencantumkan knowledge legalitas dari lembaga pemerintahan yang sesungguhnya berwenang dengan produk-produk yang Anda produksi agar produk Anda lebih terjamin kesehatannya dan lebih tepercaya. Contohnya legalitas dari Badan Pengawas makanan dan Obat, Dinas Kesehatan, maupun sertifikasi halal.