UI, ITB, IPB, UGM, ITS Masuk Daftar Universitas Top Asia Pasifik

UI, ITB, IPB, UGM, ITS Masuk Daftar Universitas Top Asia Pasifik

UI, ITB, IPB, UGM, ITS Masuk Daftar Universitas Top Asia Pasifik

UI, ITB, IPB, UGM, ITS Masuk Daftar Universitas Top Asia Pasifik

UI, ITB, IPB, UGM, ITS Masuk Daftar Universitas Top Asia Pasifik

Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh

November (ITS), Institut Pertanian Bogor (IPB), dan Universitas Gadjah Mada (UGM) masuk dalam daftar universitas paling berpengaruh di negara-negara Asia Pasifik versi Times Higher Education (THE), majalah yang aktif membuat peringkat universitas paling berpengaruh di dunia.

Dalam rilis yang dikeluarkan pada Februari 2019 ini, UI berhasil menempati posisi 131-140 di antara lebih dari 300 universitas yang dirangking oleh THE Asia Pasifik.

“Secara global UI menempati ranking 601-800 dalam THE World University Rank 2019,” ujar juru bicara UI, Rifelly Dewi Astuti, Senin, 25 Februari 2019.

Menurut Rifelly, universitas-universitas ini berasal dari 13 negara di Asia Timur, Asia Tenggara,

dan Oseania. Universitas Indonesia berhasil melompat ke posisi 100 teratas, setelah sebelumnya berada di posisi 191-200 pada pemeringkatan yang sama yang dikeluarkan tahun lalu.

“Selain UI, Indonesia juga diwakili oleh empat universitas lainnya, yaitu Institut Teknologi Bandung (ranking 191-200), Institut Teknologi Sepuluh November (ranking 201-250), Institut Pertanian Bogor (ranking 251-300), dan Universitas Gadjah Mada (rangking 251-300).”

Secara global, peringkat ITB ada di posisi 801-1000, sedangkan UGM, IPB, dan ITS di peringkat di atas 1001.

Dalam pemeringkatan ini, THE menggunakan metodologi khusus dalam mengukur peringkat.

Metodologi tersebut adalah citations 30%, industry income 2,5%, international outlook 7,5%, research 30%, dan teaching 30%.

Indikator kinerja yang dipakai juga sama dengan THE World University Rankings 2019. “Namun bobotnya disesuaikan untuk mencerminkan beberapa universitas yang profilnya lebih muda.”

 

Baca Juga :

A2K3 Komisariat Dumai Gelar Seminar Nasional K3

A2K3 Komisariat Dumai Gelar Seminar Nasional K3

A2K3 Komisariat Dumai Gelar Seminar Nasional K3

A2K3 Komisariat Dumai Gelar Seminar Nasional K3

A2K3 Komisariat Dumai Gelar Seminar Nasional K3

 

Dalam rangka memperingati bulan K3 Nasional Tahun 2019, Asosiasi Ahli K3 (A2K3) Komisariat

Dumai sukses melaksanakan acara Seminar Nasional K3 pada hari Minggu, (03/02/2019) di Gedung Sri blBunga Tanjung, Jalan Putri Tujuh.
Tampak hadir pada acara tersebut Pengawas Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Riau, Polsek Dumai Timur, Kodim Dumai, manajemen perusahaan Kota Dumai, BPJS Ketenagakerjaan, dan organisasi Kota Dumai yang diwakili oleh HITKAD.
Seminar Nasional K3 mengangkat tema ” Wujudkan Kemandirian Masyarakat Indonesia Berbudaya K3 untuk Mendukung Stabilitas Ekonomi Nasional “. Peserta yang mengikuti seminar ini sebanyak 80 orang dari Umum/Perusahaan, Pelajar dan Mahasiswa yang ada di Kota Dumai.

” Sumber dana untuk acara ini diperoleh dari biaya per peserta serta uang kas organisasi

Asosiasi Ahli K3 Komisariat Dumai,” ungkap Joel selaku Ketua Panitia, kemarin.
Adapun pemateri dalam Seminar Nasional K3 ini untuk Sesi Pertama yaitu Ridwan Mahzun yabg merupakan Direktur Utama PJK3 PT. Risk Care Service Indonesia sekaligus Ketua Umum A2K3 Pusat dan untuk sesi Kedua Reinando Esquifel dari PT. Ivo Mas Tunggal Sinarmas Group.
Sebelum Seminar dimulai, Pengawas Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Riau, Teti Susanti sangat mengapresiasi kepada Panitia dan Pengurus Asosiasi Ahli K3 Komisariat Dumai yang sudah menyelenggarakan acara ini serta berharap kepada pengurus dapat menyelenggarakan pelatihan-pelatihan yang berhubungan dengan K3 untuk meningkatkan skill dan kompetensi masyarakat Dumai.
” Ilmu dan Pengetahuan tentang K3 ini sangat penting di segala aspek, khususnya di Dunia Kerja,” sebutnya.

Setelah melaksanakan Seminar Nasional K3, pengurus Asosiasi Ahli K3 Komisariat Dumai akan

melaksanakan Pelatihan Ahli K3 Muda yang Insyallah akan dilaksanakan pada bulan Maret mendatang.
” Semoga program kerja dari Asosiasi Ahli K3 Komisariat Dumai mendapatkan support dan dukungan dari semua pihak seperti Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Dumai serta Perusahaan-perusahaan yang ada di Kota Dumai,” harap Joel.
Tak lupa, Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, pengurus dan Anggota Asosiasi Ahli K3 Komisariat Dumai yang telah bersusah payah agar terselenggaranya acara ini. Dan juga kepada seluruh Instansi dan manajemen perusahaan yang telah mengirimkan peserta untuk mengikuti sosialisasi ini.
” Semoga Asosiasi Ahli K3 Komisariat Du.mai bisa lebih eksis di Kota Dumai dan bermanfaat bagi masyarakat Kota Dumai,” tukas Joel.
Waduh.... Ratusan Siswa SMA di Medan Gagal UNBK

Waduh…. Ratusan Siswa SMA di Medan Gagal UNBK

Waduh…. Ratusan Siswa SMA di Medan Gagal UNBK

Waduh.... Ratusan Siswa SMA di Medan Gagal UNBK

Waduh…. Ratusan Siswa SMA di Medan Gagal UNBK

Ratusan siswa SMA Negeri 4 Medan, Sumatera Utara gagal melaksanakan Ujian Nasional

Berbasis Komputer (UNBK)  untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, Senin, 1 April 2019. Penyebabnya, server komputer terserang virus.

Kepala Sekolah SMA Negeri 4 Medan, Ramli mengatakan di sekolah itu yang mestinya mengikuti UNBK berjumlah 535 siswa. Ia menjelaskan, sesi pertama seluruh siswa gagal menjalani UNBK, sesi II dan III sebagian siswa yang bisa menjalani ujian tersebut.

“Server komputer kita bermasalah tadi. Begitu jalan sesi pertama, tiba-tiba kena virus begitu, jadi kena masalah,” kata Ramli kepada wartawan, Senin petang, 1 April 2019.

Ramli menjelaskan, sebelum pelaksanaan UNBK di hari pertama, pihak sekolah kembali

mengecek fasilitas berupa komputer dan dipastikan bisa digunakan peserta untuk mengikuti UNBK. “Tampaknya begitu (semua komputer kena virus), servernya yang kena ini. Tiba-tiba kena satu, satu, satu, ya terus satu ruangan begitu, tiba-tiba log out-log out begitu,” jelas Ramli.

Untuk mengatasi masalah itu, pihak sekolah langsung berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sumut untuk segera memperbaiki. Hal itu agar di hari kedua UNBK tidak ada kendala.

“Jadi kita panggil teknisi dari provinsi. Insya Allah besok sudah bisa. Kita kerja sampai malam,” tuturnya.

Siswa yang ujiannya tertunda direncanakan mengikuti ujian susulan pada 15 April 2019

mendatang. Para siswa itu sudah dipanggil dan diberi pengertian. Mereka diminta bersabar dan bersiap menghadapi ujian susulan.

“Kita sudah memberikan pengertian kepada anak-anak kita dan mereka sabar. Karena ini kan masalah, berbeda dengan UNKP (Ujian Nasional Kertas Pensil),  kalau ada masalah kita bisa fotokopi atau kita cetak. Kalau ini kan server, ada ahlinya untuk itu,” tutup Ramli.

 

Sumber :

https://www.emailmeform.com/builder/form/dzu6Ja5keW

Musa Diperintahkan Berdakwah Kepada Fir'aun

Musa Diperintahkan Berdakwah Kepada Fir’aun

Musa Diperintahkan Berdakwah Kepada Fir’aun

Musa Diperintahkan Berdakwah Kepada Fir'aun

Musa Diperintahkan Berdakwah Kepada Fir’aun

Raja Fir’aun yang telah berkuasa di Mesir telah lama menjalankan pemerintahan yang zalim, kejam dan ganas. Rakyatnya yang terdiri dari bangsa Egypt yang merupakan penduduk peribumi dan bangsa Isra’il yang merupakan golongan pendatang hidup dalam suasana penindasan, tidak merasa aman bagi nyawa dan harta bendanya.
Tindakan sewenang-wenang dan pihak penguasa pemerintahan terutamanya ditujukan kepada Bani Isra’il yang tidak diberinya kesempatan hidup tenang dan tenteram. Mereka dikenakan kerja paksa dan diharuskan membayar berbagai pungutan yang tidak dikenakan terhadap penduduk bangsa Egypt, bangsa Fir’aun sendiri.
Selain kezaliman, kekejaman, penindasan dan pemerasan yang ditimpakan oleh Fir’aun atas rakyatnya, terutama kaum Bani Isra’il. ia menyatakan dirinya sebagai tuhan yang harus disembah dan dipuja. Dan dengan demikian ia makin jauh membawa rakyatnya ke jalan yang sesat tanpa pendoman tauhid dan iman, sehingga makin dalamlah mereka terjerumus ke lembah kemaksiatan dan kerusakan moral dan akhlak.
Maka dalam kesempatan bercakap-cakap langsung di bukit Thur Sina itu diperintahkanlah Musa oleh Allah S.w.t. untuk pergi ke Fir’aun sebagai rasul-Nya, mengajak beriman kepada Allah S.w.t. menyadarkan dirinya bahwa ia adalah makhluk Allah S.w.t. sebagaimana lain-lain rakyatnya, yang tidak sepatutnya menuntut orang menyembahnya sebagi tuhan dan bahwa Tuhan yang wajib disembah olehnya dan oleh semua manusia adalah Tuhan Yang Maha Esa Alloh S.w.t. yang telah menciptakan alam semesta ini.
Nabi Musa dalam perjalanannya menuju kota Mesir setelah meninggalkan Madyan, selalu dibayangi oleh ketakutan kalau-kalau peristiwa pembunuhan yang telah dilakukan sepuluh tahun yang lalu itu, belum terlupakan dan masih belum hilang dari ingatan para pembesar kerajaan Fir’aun. Ia tidak mengabaikan kemungkinan bahwa mereka akan melakukan pembalasan terhadap perbuatan yang ia tidak sengaja itu dengan hukuman pembunuhan atas dirinya bila ia sudah berada di tengah-tengah mereka. Ia hanya terdorong karena perintah Alloh S.w.t. dan rasa rindunya yang sangat kepada tanah tumpah darahnya dengan memberanikan diri kembali ke Mesir tanpa memperdulikan akibat yang mungkin akan dihadapi.
Jika pada waktu bertolak dari Madyan dan selama perjalannya ke Thur Sina. Nabi Musa dibayangi dengan rasa takut akan pembalasan Fir’aun, Maka dengan perintah Allah S.w.t. yang berfirman :
“Pergilah engkau ke Fir’aun, sesungguhnya ia telah melampaui batas, segala bayangan itu dilempar jauh-jauh dari fikirannya dan bertekad akan melaksanakan perintah Allah S.w.t. menghadapi Fir’aun apa pun akan terjadi pada dirinya. Hanya untuk menenteramkan hatinya berucaplah Musa kepada Allah S.w.t.: “Aku telah membunuh seorang dari pada mereka, maka aku khuatir mereka akan membalas membunuhku, berikanlah seorang pembantu dari keluargaku sendiri, yaitu saudaraku Harun untuk menyertaiku dalam melakukan tugasku meneguhkan hatiku dan menguatkan tekadku menghadapi orang-orang kafir itu apalagi Harun saudaraku itu lebih petah {lancar} lidahnya dan lebih cakap daripada diriku untuk berdebat dan bermujadalah.”
Allah S.w.t. berkenan mengabulkan permohonan Musa, maka digerakkanlah hati Harun yang ketika itu masih berada di Mesir untuk pergi menemui Musa mendampinginya dan bersama-sama pergilah mereka ke istana Fir’aun dengan diiringi firman Allah S.w.t.: “Janganlah kamu berdua takut dan khuatir akan disiksa oleh Fir’aun. Aku menyertai kamu berdua dan Aku mendengar serta melihat dan mengetaui apa yang akan terjadi antara kamu dan Fir’aun. Berdakwahlah kamu kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut sadarkanlah ia dengan kesesatannya dan ajaklah ia beriman dan bertauhid, meninggalkan kezalimannya dan kecongkakannya kalau-kalau dengan sikap yang lemah lembut daripada kamu berdua ia akan ingat pada kesesatan dirinya dan takut akan akibat kesombongan dan kebongkahannya.” ‘

Baca Juga :

Musa Pulang Ke Mesir Dan Menerima Wahyu

Musa Pulang Ke Mesir Dan Menerima Wahyu

Musa Pulang Ke Mesir Dan Menerima Wahyu

Musa Pulang Ke Mesir Dan Menerima Wahyu

Musa Pulang Ke Mesir Dan Menerima Wahyu

Sepuluh tahun lebih Musa meninggalkan Mesir tanah airnya, sejak ia melarikan diri dari buruan kaum Fir’aun. Suatu waktu yang cukup lama bagi seseorang dapat bertahan menyimpan rasa rindunya kepada tanah air, tempat tumpah darahnya, walaupun ia tidak pernah merasakan kebahagiaan hidup di dalam tanah airnya sendiri. Apa lagi seorang seperti Musa yang mempunyai kenang-kenangan hidup yang seronok dan indah selama ia berada di tanah airnya sendiri selaku seorang dari keluarga kerajaan yang megah dan mewah, maka wajarlah bila ia merindukan Mesir tanah tumpah darahnya dan ingin pulang kembali setelah ia beristerikan Shafura, puteri Nabi Syu’aib.
Bergegas-gegaslah Musa berserta isterinya mengemaskan barang dan menyediakan kendaraan lalu meminta diri dari orang tuanya dan bertolaklah menuju ke Selatan menghindari jalan umum supaya tidak diketahui oleh orang-orang Fir’aun yang masih mencarinya.
Setibanya di “Thur Sina” tersesatlah Musa kehilangan pedoman dan bingung manakah yang harus ia tempuh. Dalam keadaan demikian terlihatlah oleh dia sinar api yang menyala-nyala di atas lereng sebuah bukit. Ia berhenti lalu lari ke jurusan api itu seraya berkata kepada isterinya: “tinggallah kamu di sini menantiku. Aku pergi melihat api yang menyala di atas bukit itu dan segera aku kembali. Mudah-mudahan aku dapat membawa satu berita kepadamu dari tempat api itu atau setidak-tidaknya membawa sesuluh api bagi menghangatkan badanmu yang sedang menggigil kesejukan.”
Tatkala Musa sampai ke tempat api itu terdengar oleh dia suara seruan kepadanya datang dari sebatang pohon kayu di pinggir lembah yang sebelah kanannya pada tempat yang diberkahi Allah S.w.t. Suara seruan yang didengar oleh Musa itu ialah: “wahai Musa! Aku ini adalah Tuhanmu Alloh S.w.t. maka tanggalkanlah kedua terompahmu. Sesungguhnya kamu berada di lembah yang suci Thuwa. Dan aku telah memilih kamu, maka dengarkanlah apa yang akan diwahyukan kepadamu. Sesungguhnya aku ini adalah Allah S.w.t. tiada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah sholat untuk mengingat akan Aku.”
Itulah wahyu yang pertama yang diterima langsung oleh Nabi Musa Alaihis Salam sebagai tanda kenabiannya, di mana ia telah dinyatakan oleh Allah S.w.t. sebagai rasul dan nabi-Nya yang dipilih Nabi Musa dalam kesempatan bercakap langsung dengan Allah S.w.t. di atas bukit Thur Sina itu telah diberi bekal oleh Allah S.w.t. yang Maha Kuasa dua jenis mukjizat sebagai persiapan untuk menghadapi kaum Fir’aun yang sombong dan zalim itu.
Bertanyalah Allah S.w.t. kepada Musa : “Apakah itu yang engkau pegang dengan tangan kananmu hai Musa!” Suatu pertanyaan yang mengadungi arti yang lebih dalam dari apa yang sepintas lalu dapat ditangkap oleh Nabi Musa dengan jawapannya yang sederhana. “Ini adalah tongkatku, aku bertelekan padanya dan aku pukul daun dengannya untuk makanan kambingku. Selain itu aku dapat pula menggunakan tongkatku untuk keperluan-keperluan lain yang penting bagiku.”
Maksud dan arti dari pertanyaan Allah S.w.t. yang nampak sederhana itu baru dimegerti dan diselami oleh Musa setelah Allah S.w.t. memerintahkan kepadanya agar meletakkan tongkat itu di atas tanah, lalu menjelmalah menjadi seekor ular besar yang merayap dengan cepat sehingga menjadikan Musa lari ketakutan. Allah S.w.t. berseru kepadanya: “Peganglah ular itu dan jangan takut. Kami akan mengembalikannya kepada keadaan asal.”
Maka begitu ular yang sedang merayap itu ditangkap dan dipegang oleh Musa, ia segera kembali menjadi tongkat yang ia terima dari Nabi Syu’aib Alaihis Salam, mertuanya ketika ia bertolak dari Madyan.
Sebagai mukjizat yang kedua, Allah S.w.t. memerintahkan kepada Musa agar mengepitkan tangannya ke ketiaknya yang nyata setelah dilakukannya perintah itu, tangannya menjadi putih cemerlang tanpa cacat atau penyakit.

Isi Cerita Ini Terdapat Dalam Al Quran Surah “Thaahaa” (Ayat 9-23) Juz 16 Sebagai Berikut :
“9) Apakah telah sampai kepadamu kisah Musa? 10) Ketika itu melihat api, lalu berkatalah ia kepada keluarganya: “Tinggallah kamu {di sini} sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa sedikit daripadanya kepadamu atau aku akan mendapat petunjuk di tempat api itu.” 11) Maka ketika ia datang ke tempat api itu, ia dipanggil: “Hai Musa, 12) Sesungguhnya Aku ini adalah Tuhanmu Alloh S.w.t., maka tanggalkanlah kedua terompahmu, sesungguhnya kamu berada di lembah yang suci Thuwa. 13) Dan aku telah memilih kamu, maka dengarkanlah apa yang akan diwahyukan {kepadamu}. 14) Sesungguhnya Aku ini adalah Allah S.w.t. tidak ada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah sholat untuk mengingati Aku. 15) Sesungguhnya hari kiamat itu akan datang. Aku merahasiakan {waktunya} agar supaya tiap-tiap diri itu dibalas dengan apa yang diusahakannya. 16) Maka sesekali janganlah kamu dipalingkan daripadanya oleh orang yang tidak beriman kepadanya dan oleh orang yang mengikuti hawa nafsunya, yang menyebabkan kamu menjadi binasa.” 17) Apakah itu yang di tangan kananmu, hai Musa?” 18) Berkata Musa : “Ini adalah tongkatku, aku bertelekan padanya dan aku memukul {daun} dengannya untuk kambingku dan bagiku ada lagi keperluan yang lain padanya.” 19) Allah S.w.t. berfirman : “Lemparkanlah ia, hai Musa!” 20) Lalu dilemparkanlah tongkat itu, maka tiba-tiba ia menjadi seekor ular yang merayap dengan cepat. 21) Allah S.w.t. berfirman : “Peganglah ia dan jangan takut. Kami akan mengembalikannya kepada keadaan asalnya.” 22) Dan kepitkanlah tanganmu di ketiakmu, niscaya ia keluar menjadi putih cemerlang tanpa cacat, sebagai mukjizat yang lain {pula}. 23) Untuk Kami perlihatkan kepadamu sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Kami yang sangat besar.” {Thaahaa : 9 ~ 23}

Sumber : https://cloudsoftwareprogram.org/

Musa Bertemu Jodoh Di Kota Madyan

Musa Bertemu Jodoh Di Kota Madyan

Musa Bertemu Jodoh Di Kota Madyan

Musa Bertemu Jodoh Di Kota Madyan

Musa Bertemu Jodoh Di Kota Madyan

Dengan berdoa kepada Allah S.w.t. : “Ya Tuhanku selamatkanlah aku dari segala tipu daya orang-orang yang zalim” keluarlah Nabi Musa dari kota Mesir seorang diri, tiada pembantu selain inayah Allah S.w.t. tiada kawan selain cahaya Allah S.w.t. dan tiada bekal kecuali bekal iman dan takwa kepada Allah S.w.t. Penghibur satu-satunya bagi hatinya yang sedih karena meninggalkan tanah airnya ialah bahwa ia telah diselamatkan oleh Allah S.w.t. dari buruan kaum Fir’aun yang ganas dan kejam itu.

Setelah menjalani perjalanan selama delapan hari delapan malam dengan berkaki ayam {tidak berkasut} sampai terkupas kedua kulit tapak kakinya, tibalah Musa di kota Madyan yaitu kota Nabi Syu’aib yang terletak di timur jazirah Sinai dan teluk Aqabah di Selatan Palestin.
Nabi Musa beristirahat di bawah sebuah pokon yang rindang bagi menghilangkan rasa letihnya karena perjalanan yang jauh, berdiam seorang diri karena nasibnya sebagai salah seorang bekas anggota istana kerajaan yang menjadi seorang pelarian dan buruan. Ia tidak tahu ke mana ia harus pergi dan kepada siapa ia harus bertamu, di tempat di mana ia tidak mengenal dan dikenal orang, tiada sahabat dan saudara. Dalam keadaan demikian terlihatlah olehnya sekumpulan penggembala berdesak-desak mengelilingi sebuah sumber air bagi memberi minum ternaknya masing-masing, sedang tidak jauh dari tempat sumber air itu

berdiri dua orang gadis yang menantikan giliran untuk memberi minuman kepada ternaknya, jika para penggembala lelaki itu sudah selesai dengan tugasnya.
Musa merasa kasihan melihat kepada dua orang gadis itu yang sedang menanti lalu dihampirinya dan ditanya : “gerangan apakah yang kamu tunggu di sini?” kedua gadis itu menjawab : “kami hendak mengambil air dan memberi minum ternak kami namun kami tidak dapat berdesak dengan lelaki yang masih berada di situ. Kami menunggu sehingga mereka selesai memberi minum ternak mereka. Kami harus lakukan sendiri pekerjaan ini karena ayah kami sudah lanjut usianya dan tidak dapat berdiri, jangan lagi datang ke mari”. Lalu tanpa mengucapkan sepatah kata dua pun diambilkanlah timba kedua gadis itu oleh Musa dan sejurus kemudian dikembalikannya kepada mereka setelah terisi air penuh sedang sekeliling sumber air itu masih padat di keliling para pengembala.
Setibanya kedua gadis itu di rumah berceritalah keduanya kepada ayah mereka tentang pengalamannya dengan Musa yang karena pertolongannya yang tidak diminta itu mereka dapat lebih cepat kembali ke rumah dari pada biasa. Ayah kedua gadis yang bernama Syu’aib itu tertarik dengan cerita kedua puterinya. Ia ingin berkenalan dengan orang yang baik hati itu yang telah memberi pertolongan tanpa diminta kepada kedua puterinya dan sekaligus menyatakan terimakasih kepadanya. Ia menyuruh salah seorang dari puterinya itu pergi memanggilkan Musa dan mengundangnya datang ke rumah.
Dengan malu-malu pergilah puteri Nabi Syu’aib menemui Musa yang masih berada di bawah pohon yang masih melamun. Dalam keadaan letih dan lapar Musa berdoa : “Ya Tuhanku Alloh S.w.t. aku sangat memerlukan belas kasihmu dan memerlukan kebaikan barang sedikit makanan yang Engkau turunkan kepadaku.”
Berkatalah gadis itu kepada Musa memotong lamunannya: “ayahku mengharapkan kedatanganmu ke rumah untuk berkenalan dengan engkau serta memberi engkau sekadar upah atas jasamu menolong kami mendapatkan air bagi kami dan ternak kami.”
Musa sebagai perantau yang masih asing di negeri itu, tiada mengenal dan dikenali orang tanpa berfikir panjang menerima undangan gadis itu dengan senang hati. Ia lalu mengikuti gadis itu dari belakang menuju ke rumah ayahnya yang bersedia menerimanya dengan penuh ramah-tamah, hormat dan mengucapkan terimakasihnya.
Dalam berbincang-bincang dan bercakap-cakap dengan Syu’aib ayah kedua gadis yang sudah lanjut usianya itu Musa mengisahkan kepadanya peristiwa yang terjadi pada dirinya di Mesir sehingga terpaksa ia melarikan diri dan keluar meninggalkan tanah airnya bagi mengelakkan hukuman penyembelihan yang telah direncanakan oleh kaum Fir’aun terhadap dirinya.
Berkata Nabi Syu’aib setelah mendengar kisah tamunya: “engkau telah lepas dari pengejaran orang-orang yang zalim dan ganas itu adalah berkat rahmat Tuhan Alloh S.w.t. dan pertolongan-Nya. Engkau sudah berada di sebuah tempat yang aman di rumah kami ini, dimana engkau akan tinggallah dengan tenang dan tenteram selama engkau suka.”
Dalam pergaulan sehari-hari selama ia tinggal di rumah Nabi Syu’aib sebagai tamu yang dihormati dan disegani, Musa telah dapat menawan hati keluarga tuan rumah yang merasa kagum akan keberaniannya, kecerdasannya, kekuatan jasmaninya, perilakunya yang lemah lembut, budi perkertinya yang halus serta akhlaknya yang luhur. Hal mana telah menimbulkan ide di dalam hati salah seorang dari kedua puteri Nabi Syu’aib untuk mempekerjakan Musa sebagai pembantu mereka. Berkatalah gadis itu kepada ayahnya: “wahai ayah! Ajaklah Musa sebagai pembantu kami mengurus urusan rumahtangga dan penternakan kami. Ia adalah seorang yang kuat badannya, luhur budi perkertinya, baik hatinya dan boleh dipercayai.”
Saran gadis itu disepakati dan diterima baik oleh ayahnya yang memang sudah menjadi pemikirannya sejak Musa tinggal bersamanya di rumah, menunjukkan sikap bergaul yang manis perilaku yang hormat dan sopan serta tangan yang ringan suka bekerja, suka menolong tanpa diminta.
Diajaklah Musa berunding oleh Nabi Syu’aib dan berkatalah kepadanya: “wahai Musa! tertarik oleh sikapmu yang manis dan cara pergaulanmu yang sopan serta akhlak dan budi perkertimu yang luhur, selama engkau berada di rumah ini kami dan mengingat akan usiaku yang makin hari makin lanjut, maka aku ingin sekali mengambilmu sebagai menantu, mengawinkan engkau dengan salah seorang dari kedua gadisku ini. Jika engkau dengan senang hati menerima tawaranku ini, maka sebagai maskawinnya, aku minta engkau bekerja sebagai pembantu kami selama delapan tahun menguruskan penternakan kami dan soal-soal rumahtangga yang memerlukan tenagamu. Dan aku sangat berterima kasih kepada mu bila engkau secara suka rela mau menambah dua tahun di atas delapan tahun yang menjadi syarat mutlak itu.”

Musa sebagai buruan yang lari dari tanah tumpah darahnya dan berada di negeri orang sebagai perantau, tada sanak saudara, tiada sahabat telah menerima tawaran Nabi Syu’aib itu sebagai karunia dari Tuhan Alloh S.w.t. yang akan mengisi kekosongan hidupnya selaku seorang bujang yang memerlukan teman hidup untuk menyekutunya menanggung beban penghidupan dengan segala duka dan dukanya. Ia segera tanpa berfikir panjang berkata kepada Nabi Syu’aib: “aku merasa sangat bahagia, bahwa pakcik berkenan menerimaku sebagai menantu, semoga aku tidak menghampakan harapan pakcik yang telah berjasa kepada diriku sebagai tamu yang diterima dengan penuh hormat dan ramah tamah, kemudian dijadikannya sebagai menantu, suami anak puterinya. Syarat kerja yang pakcik kemukakan sebagai maskawin, aku setujui dengan penuh tanggung jawab dan dengan senang hati.”
Setelah masa delapan tahun bekerja sebagai pembantu Nabi Syu’aib ditambah dengan suka rela dilampaui oleh Musa, maka dikawinkanlah ia dengan puterinya yang bernama Shafura. Dan sebagai hadiah perkawinan diberinyalah pasangan penganti baru itu oleh Nabi Syu’aib beberapa ekor kambing untuk dijadikan modal pertama bagi hidupnya yang baru sebagai suami-isteri. Pemberian beberpa ekor kambing itu juga merupakan tanda terimaksih Nabi Syu’aib kepada Musa yang selama ini di bawah pengurusannya, penternakan Nabi Syu’aib menjadi berkembang biak dengan cepatnya dan memberi hasil serta keuntungan yang berlipat ganda.

Isi Cerita Ini Terdapat Dalam Al Quran Surah “Al-Qashash” (Ayat 22-28), Juz 20 Yang Berbunyi Sebagai Berikut :
“22) Dan tatkala ia menghadap ke negeri Madyan, ia berdoa {lagi}: “Mudah-mudahan Tuhanku menimpaiku ke jalan yang benar.” 23) Dan tatkala ia sampai di sumber air di negeri Madyan, ia menjumpai di sana sekumpulan orang yang sedang memberi minum {ternak} dan ia menjumpai di belakang orang ramai itu, dua orang wanita yang sedang menghambat ternaknya. Musa berkata: “apakah maksudmu {dengan berbuat begitu}?” Kedua wanita itu menjawab: “kami tidak dapat meminumkan {ternak kami} sebelum pengembala-pengembala itu memulangkan {ternaknya} sedang bapa kami orang tua yang telah lanjut umurnya.” 24) Maka Musa memberi minum ternak itu {utk menolong} keduanya, kemudian kembali ke tempat yang teduh, lalu berdoa: ” Ya Tuhanku! sesungguhnya aku memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.” 25) Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang daripada kedua wanita itu dengan malu-malu ia berkata: “sesungguhnya bapaku memanggilmu agar ia memberi pembalasan {kebaikanmu} memberi minum {ternak} kami.” Maka tatkala Musa mendatangi bapanya {Syu’aib} dan menceritakan kepadanya cerita {mengenai dirinya}. Syu’aib berkata: “Janganlah kamu takut, kamu telah selamat dari orang-orang yang zalim itu.” 26) Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: “ya bapaku, ambil ia sebagai orang yang bekerja {dengan kita} karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja {dengan kita} ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya.” 27) Berkatalah dia {Syu’aib}: “sesungguhnya aku bermaksud menikahkan kamu dengan salah seorang dari kedua anakku ini, atas dasar bahwa kamu bekerja denganku delapan tahun dan jika kamu cukupkan sepuluh tahun itu adalah dari kemauanmu, maka aku tidak mau memberati kamu. Dan kamu Insya-Allah kelak akan mendapatiku termasuk orang-orang yang baik.” 28) Dia berkata: “Itulah {perjanjian} antara aku dan kamu, mana saja dari kedua waktu yang ditentukan itu aku sempurnakan, maka tidak ada tuntutan tambahan atas diriku {lagi}. Dan Allah S.w.t. adalah saksi atas apa yang kita ucapkan.” {Al-Qashash : 22 ~ 28}

Sumber : https://earlraytomblin.com/

Dunia Anak ialah Dunia Bermain

Dunia Anak ialah Dunia Bermain

Bermain paling lekat dengan kehidupan anak yang mengasyikkan dan menjadikan mereka lebih ceria. Namun, banyak sekali masyarakat anda masih berpikir bahwa bermain sebagai suatu pekerjaan yang melulu membuang-buang masa-masa dan tidak bermanfaat. Tentu saja anggapan ini salah sebab dalam bermain tidak sedikit hal yang bisa ditumbuhkan dan ditingkatkan untuk anak.

Berikut ini ialah beberapa guna yang didapatkan anak lewat bermain:

1. Perkembangan fisik: kesehatan dan kekuatan otot tubuh.

2. Ketrampilan motorik: gerakan tubuh, ketrampilan jari-jemari

3. Perkembangan kognitif: atensi, konsentrasi, daya ingat, daya nalar, bahasa, mengenali dan memahami sekian banyak konsep dasar sebagai cikal akan mempelajari matematika, membaca, menulis, dll

4. Perkembangan sosial dan emosional: bersosialisasi dengan rekan sebaya, tenggang rasa, peduli, dan berkolaborasi dengan orang lain, ketekunan, tidak gampang menyerah, kendali diri, memecahkan masalah, dll.

Melalui sekian banyak macam kegiatan bermain, anak mengajar kemampuan jasmani dan motoriknya, mematangkan emosi dan mengasah kemampuan sosialnya, memperlancar komunikasinya pun mengembangkan kognitifnya.

Bermain ialah hak anak, ini cocok dengan konvensi PBB tentang hak anak yang telah diratifikasi oleh pemerintah Indonesia tahun 1990. Bermain pun merupakan keperluan anak dan dapat dilakukan kapan, di mana, dengan siapa dan memakai apa saja. Bahkan, anak dapat menikmati kesukaan bermain melulu dengan memakai imajinasinya.

Orang tua pun berperan serta untuk tercebur dalam permainan, mendampingi, dan mendukung pekerjaan bermain yang dilaksanakan anak, pun merangsang anak guna mengoptimalkan faedah permainan terhadap aspek-aspek perkembangannya. Permainan memberi efek ke arah pertumbuhan anak, maka permainan yang mengarah pada pertumbuhan yang negatif bisa dikontrol, misalnya sikap agresif. Perlu dikenang bahwa permainan ialah milik anak, orang tua tidak boleh sampai mendominasi sehingga menyebabkan kunci permainan yakni “kesenangan” menjadi hilang.

Sumber : https://www.studybahasainggris.com

Para Penulis 'Satupena' Tampil di Ajang IIBF 2017

Para Penulis ‘Satupena’ Tampil di Ajang IIBF 2017

Para Penulis ‘Satupena’ Tampil di Ajang IIBF 2017

Para Penulis 'Satupena' Tampil di Ajang IIBF 2017

Para Penulis ‘Satupena’ Tampil di Ajang IIBF 2017

Organisasi Persatuan Penulis Indonesia (Satupena) yang belum lama ini terbentuk bakal ambil bagian dalam acara Indonesia International Book Fair 2017 (IIBF) yang ditaja Bekraf dan digelar di Jakarta, 6 – 10 September mendatang. Satupena yang diketuai oleh Dr. Nasir Tamara bakal tampil di Bekraf Lounge arena IIBF berupa temu penulis/ pengarang buku dengan para penggemar, berbagi pengalaman, diskusi dan pameran buku.

Ketua Umum Satupena, Dr. Nasir Tamara didampingi Kabid Humas dan Media, Fakhrunnas MA

Jabbar kepada pers, Senin (4/9/2017) menjelaskan Satupena sebagai wadah para penulis Indonesia merasa terpanggil untuk berpartisipasi dalam ajang IIBF 2017 yang sangat strategis dan penting ini. Sebelumnya, sejumlah pengurus Satupena telah melakukan rapat koordinasi dengan Bekraf dan IKAPI (Ikatan Penerbit Indonesia).

”IIBF 2017 ini merupakan momentum yang tepat bagi Satupena untuk memperkenalkan diri dan berbagai pengalaman dengan publik luas. Apalagi, dalam organisasi kami, banyak para penulis atau pengarang terkenal yang selama ini sudah akrab di mata publik pembaca karena buku-buku mereka beredar luas. Bahkan ada penulis untuk genre tertentu yang bukunya best seller dan beredar ke mancanegara,” ujar Nasir yang terkenal dengan buku reportase jurnalistiknya ”Revolusi Iran”.

Menurut Nasir, sejumlah penulis yang rencana tampil dalam jumpa pengarang dan publik di

antaranya Nasir Tamara sendiri yang berbicara mengenai Menulis Tema Hubungan Internasional yang Penuh Risiko, Nirwono Yoga (arstitektur), Asma Nadia (menulis cerita pendek  dan  naskah film), Mikke Susanto (menulis seni rupa), Murti Bunanta (menulis buku cerita anak), Dee Lestari (menulis sastra), Alberthiene Endah (menulis biografi), Fajar Ayuningsih (menulis tentang kuliner), Kristin (Suara dari Lapas), Mice (Menulis dan membuat cartoon), Muthia (Remaja Menulis), Eka Budianta (Menulis Puisi dan Prosa untuk Toleransi), Geger Riyanto (menulis kolom), Feby Indirani (Menulis topik-topik sensitif), Djoko Lelono (Science fiction), Andrik Purwasito (menulis seni budaya trafisional dan modern) dan beberapa lagi.

”Keberadaan Satupena sebagai wadah berhimpun para penulis di negeri ini memiliki peranan

penting sebagai pihak yang memproduksi naskah-naskah buku dalam berbagai genre kepenulisan. Namun, posisi penulis secara umum cenderung kurang mendapat tempat yang proporsional dibanding penerbit buku dan toko buku yang justru memperoleh margin lebih baik dibanding penulis itu sendiri. Dalam hal ini, Satupena akan berjuang untuk membela hak-hak penulis sesuai dengan porsi yang semestinya dan sama-sama menguntungkan,” kata Nasir yang juga wartawan senior ini.

Satupena didirikan oleh puluhan penulis Indonesia dari berbagai genre yang diawali dengan Musyawarah Penulis Indonesia di Magelang tahun 2015 difasilitasi oleh Bekraf. Kemudian, Satupena menggelar kongres di Solo yang berhasil memilih Nasir Tamara sebagai ketua umum.

 

Baca Juga :

 

 

Akui Salah Tulis Ayat Alquran, Ini Klarifikasi dan Permohonan Maaf Ustazah Nani Handayani

Akui Salah Tulis Ayat Alquran, Ini Klarifikasi dan Permohonan Maaf Ustazah Nani Handayani

Akui Salah Tulis Ayat Alquran, Ini Klarifikasi dan Permohonan Maaf Ustazah Nani Handayani

Akui Salah Tulis Ayat Alquran, Ini Klarifikasi dan Permohonan Maaf Ustazah Nani Handayani

Akui Salah Tulis Ayat Alquran, Ini Klarifikasi dan Permohonan Maaf Ustazah Nani Handayani

Penulisan ayat Alquran oleh Ustazah Nani Handayani dalam acara Syiar Kemuliaan yang

ditayangkan salah satu televisi nasional menjadi viral di media sosial sejak Selasa (5/12) pagi.

Tayangan video itu pun mendapat tanggapan nyinyir dari warganet karena salah menulis Alquran yang berbunyi, Innash sholaata tanhaa’ anil-fahsyaa’i wal-munkar. Artinya, “Sesungguhnya shalat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar”.

Karena itu, Nani Handayani mengklarifikasi kesalahan penulisan ayat Alquran ini dalam sebuah video yang diunggah dalam akun twitternya, @handayani_nani pada Selasa (5/12) sekitar pukul 10.00 pagi.

Berikut klarifikasi Nani Handayani dalam video tersebut:

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakutuh…

Astaghfirullahal adzim alladzi lailaha illa hual hayyul qayyum wautubuilaih.

Mohon ampun kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Mohon maaf kepada guru-guru, ustaz, ustazah

dan juga kepada semua umat Islam di muka bumi ini. Apa yang terjadi di acara Metro TV adalah sebuah kesalahan manusiawi yang sama sekali tidak pernah diniatkan untuk melakukan kesalahan yang disengaja. Sama sekali tidak disengaja.

Saya mohon ampun, Rabbana dzalamna anfusana wa illam taghfirlana watarhamna lana kunanna minal khasirin. Mohon ampun kepada Allah mohon maaf kepada semua umat Islam. Semoga hal ini tidak akan terulang lagi dan saya akan terus banyak belajar dan berhati-hati dalam berdakwah.

wabillahittaufiq wal hidayah assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Terkait masalah ini, Kementerian Agama pun membenarkan ada kesalahan fatal dalam penulisan

Alquran dalam acara Syiar Kemuliaan yang ditayangkan Metro TV.

“Ternyata betul bahwa Ibu Ustazah Nani Handayani menurut informasi dari Metro TV Charles Meikyansyah bahwa benar itu adanya,” ujar Dirjen Bimas Islam Kemenag Prof Muhammadiyah Amin, Selasa

 

Sumber :

https://www.artstation.com/ahmadali88/blog/1zBe/history-of-the-singasari-kingdom

Kisah Bocah 8 Tahun Pilih Jadi Mualaf, Ini Sembilan Fakta yang Mengharukan

Kisah Bocah 8 Tahun Pilih Jadi Mualaf, Ini Sembilan Fakta yang Mengharukan

Kisah Bocah 8 Tahun Pilih Jadi Mualaf, Ini Sembilan Fakta yang Mengharukan

Kisah Bocah 8 Tahun Pilih Jadi Mualaf, Ini Sembilan Fakta yang Mengharukan

Kisah Bocah 8 Tahun Pilih Jadi Mualaf, Ini Sembilan Fakta yang Mengharukan

Seorang bocah asal Ketapang, Kalbar, bernama Yogi Setiady (8) menjadi perbincangan masyarakat.

Lantaran ia dikabarkan pindah keyakinan dari non Muslim menjadi Muslim atau menjadi

mualaf. Ia resmi masuk Islam di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Delta Pawan, Kamis (5/10/2017).

Berikut fakta-fakta tentang Yogi yang menjadi Mualaf dengan keinginan sendiri tersebut menurut Ibunya, Eriyanti.

1. Masuk Islam Karena Keinginan Sendiri

Eriyanti menegaskan Yogi memeluk Islam karena keinginan yang kuat dari diri sendiri. Ia hanya merestui keinginan anaknya tersebut yang memang sudah sejak lama.

“Kita orangtuanya ikhlas dan merestui ia yang memang mau masuk Islam,” ucapnya.

2. Diantar Ibunya ke KUA

Untuk mengucap dua kalimat syahadat, bocah Kelas II SDN 18 Sukabangun, Ketapang ini ketika ke KUA Delta Pawan tersebut diantar langsung ibunya Eriyanti (44) yang merupakan non Muslim.

“Iya saya memang mengantar dan menyaksikan langsung anak saya Yogi di KUA Delta Pawan

itu untuk disahkan memeluk Agama Islam,” katanya kepada wartawan di rumahnya, Jumat (6/10/2017).

3. Senang Sebut Allahu Akbar

Eriyanti (44), ibu dari Yogi Setiady bocah 8 tahun asal kecamatan Delta Pawan Ketapang yang memilih untuk menjadi mualaf menceritakan kisah Yogi sejak kecil.

Ia mengatakan ketika baru pandai berbicara Yogi memang suka pada hal-hal terkait Islam.

Misalnya ketika melihat Masjid menurutnya Yogi pasti senang dan selalu menyebut ada alaaba.

“Maksudnya itu Allahu Akbar,” tuturnya.

Sedangkan ketika diajak ke tempat ibadahnya (Gereja, red) Yogi selalu menolak. Pernah ketika dibawa Yogi menangis dan ngajak keluar mau pulang.

 

Sumber :

https://www.artstation.com/ahmadali88/blog/Yyj3/history-of-youth-oath-day-october-28-1928