LP3I Konsisten Jalankan Pendidikan Vokasi

LP3I Konsisten Jalankan Pendidikan Vokasi

LP3I Konsisten Jalankan Pendidikan Vokasi

LP3I Konsisten Jalankan Pendidikan Vokasi

LP3I Konsisten Jalankan Pendidikan Vokasi

Untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang siap kerja dan mampu bersaing dengan

negara luar, saat ini, pemerintah sedang mendorong pendidikan vokasi terutama di lingkungan perguruan tinggi. Namun pendidikan vokasi telah dilakukan LP3I sejak 29 Maret 1989 atau sejak LP3I berdiri.

“Tahun ini (2019) LP3I memasuki usianya yang ke 30 Tahun. Sejak tahun 1989, kami sudah melakukan seperti yang dicanangkan pemerintah saat ini, tapi, tidak pernah tersorot oleh pemerintah. Para mahasiswa kami, umumnya sudah bekerja sambil kuliah. Karena, mahasiswa dituntut untuk langsung mengimplementasikan ilmu yang di dapat dari bangku perguruan tinggi. Jadi tidak hanya teori saja,” ujar Managing Director LP3I College, DR Aspizain Caniago, S.Pd.,M.Si sesaat setelah syukuran 30 tahun LP3I di Auditorium LP3I Gedung Sentra Kramat, Jakarta Pusat, belum lama ini.

Niat pemerintah menggenjot SDM dari pendidikan vokasi untuk kesiapan bekerja, menerapkan

sistem kurikulum berbasis kompetensi serta tersambung dan sesuai (link and match) dengan industri, sudah dilakukan LP3I.

“Kami juga sudah melakukan apa yang sedang didorong pemerintah dan kami bisa jadi contoh. Pada usia ke 30 tahun, LP3I memiliki 29 cabang LP3I College, 15 Kampus Politeknik LP3I Jakarta, berkembang menjadi 52 lokasi kampus/Cabang LP3I dan PTS yang menyebar di Sumatera, Jawa. Kami bisa menjadi rujukan bagi pengembangan pendidikan vokasi karena berhasil membangun sistem pendidikan yang benar-benar berbasis kompetensi serta link and match dengan dunia industri,” urai Aspizain Caniago.

Hal senada dikatakan Managing Director PTS LP3I, lsral, M.H., M.B.A. Dia mengatakan

berpengalaman 30 tahun di jalur pendidikan vokasi, dimana pendidikan ini mencetak tenaga kerja profesional yang bekerja sebelum mereka diwisuda, didukung oleh pengajar praktisi, dibina oleh wirausaha mandiri, pembelajaran berbasis ICT dan setiap peserta didik dibekali dengan sertifikasi kompetensi.

“Untuk itu diperlukan regulasi dari pemerintah secara nyata terhadap lembaga pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan vokasi serta industri yang bekerjasama, seperti kemudahan pajak, listrik serta berbagai fasilitas lainya dalam menunjang peningkatan mutu dan kualitas SDM di Indonesia,” harap lsral.

 

Sumber :

http://devitameliani.blog.unesa.ac.id/sejarah-wuku