Kesalahan Orang Tua yang Dapat Meningkatkan Risiko Anak Tenggelam

Kesalahan Orang Tua yang Dapat Meningkatkan Risiko Anak Tenggelam

Tenggelam ialah kasus yang seringkali terjadi pada anak rentang umur 1-4 tahun. Di samping mengajarkan anak berenang guna menyelamatnya nyawanya, sebagai orang tua, kita usahakan memahami kapan umur yang tepat untuk anak guna berenang, serta kiat yang digunakan. Apapun opsi Anda, ikuti petunjuk ini supaya tidak menambah risiko anak tenggelam.

1. Jangan bersikap tidak peduli ketika anak masuk ke kolam

Sebelum anak masuk ke empang biasakan guna anak mengerjakan serangkaian persiapan, seperti menggunakan popok renang, ganti baju renang, dan mengaplikasikan tabir surya. Rutinitas ini mengajarkan anak bahwa ia tidak dapat sembarangan masuk ke kolam, dan ini bakal mengurangi peluang anak kita tergoda guna berenang tanpa sepengetahuan Anda.

2. Jangan biarkan anak yang menyimpulkan kapan masuk ke kolam
Cara menangkal anak terbenam selanjutnya ialah dengan menyerahkan isyarat verbal sebelum anak masuk ke kolam. Ini membuat penghalang tambahan untuk anak bila dipakai secara konsisten. Anak bakal belajar bahwa masuk ke empang memerlukan izin Anda.

3. Jangan pakai ban pelampung
Tidak tidak banyak orang tua yang merasa aman ketika anak memakai ban pelampung. kita tidak dapat mengandalkan perangkat ini untuk memastikan keselamatan anak. Terdapat risiko anak tergelincir dari pegangan ban. Di samping itu, ban pelampung menyerahkan perasaan aman yang palsu ketika berada di dalam air.

4. Tidak perlu memakai kacamata renang

Anak yang melulu terbiasa berenang dengan kacamata akan menciptakan mereka merasa dapat berenang andai menggunakan kacamata. Air yang terpapar mata dapat menciptakan anak panik. Ketakutan laksana ini akan menambah risiko anak tenggelam sebab panik dan tidak beranggapan rasional.

5. Jangan biarkan ketakutan Anda menciptakan anak tidak belajar berenang

Jangan takut saat memasukkan wajah anak ke dalam air. Ketakutan kita akan beralih pada anak. Bagi anak yang masih kecil, latih guna memasukkan wajah ke dalam air di bathtub atau mengembus gelembung supaya anak merasa nyaman di air.

Tentunya, tidak jarang kali awasi anak di bawah pemantauan saat ia berada di dekat air, pasang pagar atau halangan di dekat kolam, dan tahu kiat napas buatan. Jangan lupa guna mendorong anak guna belajar berenang untuk meminimalisir risiko anak tenggelam.

Sumber : http://www.cfw.tufts.edu/external.asp?https://www.pelajaran.co.id