Alisa Fitri Ramadani, Satu-satunya Siswi SD Yang Belajar di Dayeuh Kolot

Alisa Fitri Ramadani, Satu-satunya Siswi SD Yang Belajar di Dayeuh Kolot

Alisa Fitri Ramadani, Satu-satunya Siswi SD Yang Belajar di Dayeuh Kolot

Alisa Fitri Ramadani, Satu-satunya Siswi SD Yang Belajar di Dayeuh Kolot

Alisa Fitri Ramadani, Satu-satunya Siswi SD Yang Belajar di Dayeuh Kolot

Semangat untuk mengenyam pendidikan, tak menyurutkan tekad Alisa Fitri Ramadani, 12, sekolah. Siswi SDN 7 Dayeuhkolot ini menjadi satu-satunya siswa yang mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) ketika empat sekolah dasar di Dayeuh Kolot terendam.

Yully S. Yulianti, Dayeuh Kolot

Banjir di Kabupaten Bandung boleh jadi rutinitas tahunan. Mau karena memang hujan besar di

Dayeuh Kolot atau limpahan dari Kota Bandung, kawasan selatan pasti banjir.

Namun, kini situasi sama persis. Bandung Raya dihantam cuaca buruk. Kota Bandung juga ikut menghadapi banjir besar. Kendati, tidak lama kemudian, air banjir langsung surut.

Beda halnya di Kabupaten Bandung. Banjir yang menggenang, sulit surut. Bahkan, tidak hanya merendam ribuan rumah warga, empat Sekolah Dasar (SD) di wilayah Kecamatan Dayeuhkolot kembali terendam banjir.

Di balik besarnya air, saat ini satu sekolah yang ”buka”. Yaitu SDN 7 Dayeuhkolot. Sekolah ini,

tetap berusaha melaksanakan Kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan harapan, siswa tetap tidak tertinggal pelajaran.

Dan mirisnya, dari total 197 siswa, hanya Alisa –panggilan akrab Alisa Fitri Ramadani—yang sekolah. Sebanyak 30 temannya pun tak kunjung datang menemani.

Sebenarnya, SDN 7 Dayeuhkolot di Kampung Bolero ini, terendam banjir dengan ketinggian air 1,5 meter. Jadi kalau pun statusnya ”buka” bukan berarti belajar di kelas. Tapi, ”hijrah” di rumah warga sebagai tempat belajar darurat. Biasanya, di rumah para guru.

Para guru ini, berpakaian lengkap. Menunggu di tepi jalan, persis beberapa meter dari sekolah

yang terendam. Sedari pagi, mereka menunggu siswa yang hadir ke sekolah darurat.

Alisa pun hadir. Siswi kelas 6 ini datang dengan penuh perjuangan. Berjalan kaki menerobos banjir dari rumahnya di Kampung Kulalet, Kelurahan Baleendah, Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung. Dari jalan raya yang agak kering, dia kemudian naik angkot sampai ke tempat belajar daruratnya.

 

Sumber :

https://www.anythingbutipod.com/teks-prosedur/