Para Penulis 'Satupena' Tampil di Ajang IIBF 2017

Para Penulis ‘Satupena’ Tampil di Ajang IIBF 2017

Para Penulis ‘Satupena’ Tampil di Ajang IIBF 2017

Para Penulis 'Satupena' Tampil di Ajang IIBF 2017

Para Penulis ‘Satupena’ Tampil di Ajang IIBF 2017

Organisasi Persatuan Penulis Indonesia (Satupena) yang belum lama ini terbentuk bakal ambil bagian dalam acara Indonesia International Book Fair 2017 (IIBF) yang ditaja Bekraf dan digelar di Jakarta, 6 – 10 September mendatang. Satupena yang diketuai oleh Dr. Nasir Tamara bakal tampil di Bekraf Lounge arena IIBF berupa temu penulis/ pengarang buku dengan para penggemar, berbagi pengalaman, diskusi dan pameran buku.

Ketua Umum Satupena, Dr. Nasir Tamara didampingi Kabid Humas dan Media, Fakhrunnas MA

Jabbar kepada pers, Senin (4/9/2017) menjelaskan Satupena sebagai wadah para penulis Indonesia merasa terpanggil untuk berpartisipasi dalam ajang IIBF 2017 yang sangat strategis dan penting ini. Sebelumnya, sejumlah pengurus Satupena telah melakukan rapat koordinasi dengan Bekraf dan IKAPI (Ikatan Penerbit Indonesia).

”IIBF 2017 ini merupakan momentum yang tepat bagi Satupena untuk memperkenalkan diri dan berbagai pengalaman dengan publik luas. Apalagi, dalam organisasi kami, banyak para penulis atau pengarang terkenal yang selama ini sudah akrab di mata publik pembaca karena buku-buku mereka beredar luas. Bahkan ada penulis untuk genre tertentu yang bukunya best seller dan beredar ke mancanegara,” ujar Nasir yang terkenal dengan buku reportase jurnalistiknya ”Revolusi Iran”.

Menurut Nasir, sejumlah penulis yang rencana tampil dalam jumpa pengarang dan publik di

antaranya Nasir Tamara sendiri yang berbicara mengenai Menulis Tema Hubungan Internasional yang Penuh Risiko, Nirwono Yoga (arstitektur), Asma Nadia (menulis cerita pendekĀ  danĀ  naskah film), Mikke Susanto (menulis seni rupa), Murti Bunanta (menulis buku cerita anak), Dee Lestari (menulis sastra), Alberthiene Endah (menulis biografi), Fajar Ayuningsih (menulis tentang kuliner), Kristin (Suara dari Lapas), Mice (Menulis dan membuat cartoon), Muthia (Remaja Menulis), Eka Budianta (Menulis Puisi dan Prosa untuk Toleransi), Geger Riyanto (menulis kolom), Feby Indirani (Menulis topik-topik sensitif), Djoko Lelono (Science fiction), Andrik Purwasito (menulis seni budaya trafisional dan modern) dan beberapa lagi.

”Keberadaan Satupena sebagai wadah berhimpun para penulis di negeri ini memiliki peranan

penting sebagai pihak yang memproduksi naskah-naskah buku dalam berbagai genre kepenulisan. Namun, posisi penulis secara umum cenderung kurang mendapat tempat yang proporsional dibanding penerbit buku dan toko buku yang justru memperoleh margin lebih baik dibanding penulis itu sendiri. Dalam hal ini, Satupena akan berjuang untuk membela hak-hak penulis sesuai dengan porsi yang semestinya dan sama-sama menguntungkan,” kata Nasir yang juga wartawan senior ini.

Satupena didirikan oleh puluhan penulis Indonesia dari berbagai genre yang diawali dengan Musyawarah Penulis Indonesia di Magelang tahun 2015 difasilitasi oleh Bekraf. Kemudian, Satupena menggelar kongres di Solo yang berhasil memilih Nasir Tamara sebagai ketua umum.

 

Baca Juga :