Mulai Januari, RSUD Sidoarjo Overload

Mulai Januari, RSUD Sidoarjo Overload

Mulai Januari, RSUD Sidoarjo Overload

Mulai Januari, RSUD Sidoarjo Overload

Mulai Januari, RSUD Sidoarjo Overload

Terhitung sejak Januari 2019, pasien di RSUD Sidoarjo membludak.

Setiap harinya, sekitar 200 pasien yang ditangani. Akibatnya, untuk menampung pasien yang

datang, pihak RSUD Sidoarjo memanfaatkan ruang yang seharusnya digunakan untuk ruang HCU (high care Unit), digunakan untuk ruang rawat inap.

Banyaknya pasien yang datang, selain cuaca yang ekstrem dan tidak menentu, hal ini disebabkan juga karena lebih meningkatnya kesadaran serta kepedulian masyarakat akan kesehatan khususnya yang menggunakan BPJS.

Sehingga apabila terasa sakit sedikit sudah berobat kerumah sakit.

Wakil Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Saifuddin (Cak Nur), meminta kepada pihak rumah sakit jangan sampai menolak pasien. Pasien yang datang harus tetap diterima dan harus tetap diberikan perawatan walaupun belum mendapatkan kamar untuk menginap.

“Berikan pelayanan yang terbaik kepada pasien yang datang,” katanya di sela-sela sidak di RSUD

Senin (11/3/2019).

Ditambahkan wabup, dengan kondisi saat ini, sudah waktunya untuk membuka rumah sakit umum baru, khususnya di wilayah barat yang sudah masuk dalam RPJMD.

“Rumah sakit untuk wilayah barat sudah waktunya diwujudkan. Karena masyarakat di wilayah itu ingin rumah sakit yang sudah direncanakan, segera terwujud,” imbuhnya.

Cak Nur juga berharap kedepan untuk puskesmas-puskesmas yang sudah bagus, untuk

dtingkatkan lagi greatnya. Kalau perlu dijadikan rumah sakit dengan Predikat D. Misalnya Puskesmas Taman, Waru dan Sukodono, dan di perluas lagi untuk fasilitas dan ditambah tenaga medisnya.

“Puskesmas – puskesmas tersebut bisa menerima pasien rawat inap,” tukasnya.

Di dalam IGD terbagi dalam beberapa zona, zona hijau kuning dan merah di mana zona merah merupakan untuk pasien yg dalam keadaan gawat darurat dan sudah disiapkan tujuh kamar dan kondisinya sudah penuh semua.

 

Baca Juga :