Huawei Akui Larangan Aplikasi Google Merugikan Perusahaan

Huawei Akui Larangan Aplikasi Google Merugikan Perusahaan

Huawei Akui Larangan Aplikasi Google Merugikan Perusahaan

Huawei Akui Larangan Aplikasi Google Merugikan Perusahaan

Huawei Akui Larangan Aplikasi Google Merugikan Perusahaan

Vendor smartphone China, Huawei, telah mengkonfirmasi bahwa sanksi AS sangat merugikan,

terutama tidak adanya perangkat lunak inti Android Google, Play Store dan aplikasi populer seperti Search dan Maps di perangkatnya.

Menurut laporan Financial Times mengutip seorang eksekutif senior Huawei, perusahaan belum berhasil menemukan pengganti untuk aplikasi Google yang sangat populer di perangkat Android di seluruh dunia.

“Ada begitu banyak pengguna Android di Eropa dan Asia Tenggara. Mereka sudah terbiasa

dengan aplikasi Google di atas ponsel Android,” kata Joy Tan, Wakil Presiden Urusan Publik di Huawei AS, seperti dikutip pada Minggu (20/10/2019).

“Kami dapat terus menggunakan platform Android karena ini adalah open-source, tetapi kami tidak dapat menggunakan layanan yang membantu aplikasi berjalan di atasnya.”

Menurut ketentuan larangan perdagangan AS sebelumnya, Google dilarang menjual lisensi Android ke Huawei, yang berarti ponselnya dapat menggunakan kode sumber terbuka, tetapi tidak akan memiliki akses ke Play Store dan aplikasi Google yang sangat penting.

Lisensi sementara dikeluarkan yang memungkinkan Google untuk mendukung dan

memperbarui OS Android yang saat ini berjalan pada perangkat Huawei yang sudah ada.

Namun, larangan perdagangan telah mempengaruhi pengembangan produk masa depan. Huawei telah memperkenalkan sistem operasi besutan sendiri, HarmonyOS, tetapi itu jauh dari kenyataan.

Meskipun ada pembatasan perdagangan oleh AS, Huawei pekan lalu menghasilkan pendapatan 610,8 miliar yuan ($ 86 miliar) selama tiga kuartal pertama tahun ini, meningkat 24,4 persen tahun-ke-tahun, dengan margin laba bersih 8,7 persen

 

Sumber :

https://anchorstates.net/march-of-empires-apk/