SDN di Desa Sukarara Ambruk, Kepala Sekolah Sudah Kami Komunikasikan tapi Belum ada Respon

SDN di Desa Sukarara Ambruk, Kepala Sekolah: Sudah Kami Komunikasikan tapi Belum ada Respon

SDN di Desa Sukarara Ambruk, Kepala Sekolah: Sudah Kami Komunikasikan tapi Belum ada Respon

SDN di Desa Sukarara Ambruk, Kepala Sekolah Sudah Kami Komunikasikan tapi Belum ada Respon

SDN di Desa Sukarara Ambruk, Kepala Sekolah Sudah Kami Komunikasikan tapi Belum ada Respon

Bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Desa Sukerare, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah roboh dan rata dengan tanah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, karena siswa sudah dipindahkan ruangan belajar sejak dua bulan yang lalu. Rabu, 11/12/2019.

Bangunan Sekolah Dasar yang berdiri tahun 1983 ini, diketahui ambruk pada jam pulang sekolah. Sehingga tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, karena siswa yang menempati ruang kelas sudah dipindahkan oleh pihak sekolah sejak dua bulan yang lalu.

“alhamdulillah tidak ada korban jiwa dari siswa/i ataupun para tenaga pengajar, sebab robohnya ketika proses pembelajaran sudah selesai, dan kebetulan juga kami sudah pindahkan siswa/i dua bulan sebelumnya” cetus Kepala Sekolah, Lalu Sotong Suhardi.
BacaLagi
MTs Al-Ma’arif NU Fajrul Hidayah Gelorakan Tahsin dan Tahfizul Qur’an
Dongeng Kak Avan, Bangunkan Imajinasi Anak

“Sekolah Dasar ini berdiri tahun 1983, sejauh ini sudah dilakukan rehab oleh pihak sekolah,

tetapi terjadi kerusakan kembali disebabkan gempa,” tutur Kepala Sekolah Lalu Sotong Suhardi.

Menghindari korban jiwa, pihak Sekolah kemudian mengosongkan ruangan belajar.

“sudah dari awal, kita sudah pindahkan siswa/i, sebab kami yakin bahwa kondisi bangunannya mesti roboh” tandas Kepala Sekolah.

Supaya proses belajar mengajar berjalan, jadwal masuk para siswa/i di tentukan dengan sistem random yakni kelas 1-2-3 dan 4/masuk pada pagi hari sementara kelas 5 dan 6 masuk pada siang hari.

“model masuknya anak-anak didik di sini terpaksa kami bagi, sebab kondisi sarpras yang rusak,

dari kelas 1-4 Jadwal belajarnya pada pagi hari, sedangkan untuk siswa/i kelas 5-6 masuknya siang hari, kasian juga para guru, jam istirahatnya kurang, akibat pembagian kelas ini” sebut Kepala Sekolah.

Diakuinya, pihak sekolah sudah membicararakan kondisi sekolah yang roboh tersebut ke Pemerintah Kab. Loteng.

“pihak sekolah dalam hal ini kami sebagai Kepala Sekolah, sebelum roboh sudah

menyampaikan masalah kerusakan sekolah ini ke PemDa, tetapi belum ada respon dari pihak Dinas terkait” ungkap Kepala Sekolah, Lalu Sotong Suardi.

Terpisah, pengawas UPT Kecamatan Jonggat, Muhammad Jaelani berharap bahwa pihak Pemerintah Daerah melakukan perbaikan terhadap kerusakan sekolah tersebut, agar proses belajar mengajar kembali normal.

 

Sumber :

https://www.caramudahbelajarbahasainggris.net/