Category Archives: Pendidikan

Pendidikan

Berikanlah contoh dalam kalimat beberapa perhubungan

Berikanlah contoh dalam kalimat beberapa perhubungan

Berikanlah contoh dalam kalimat beberapa perhubungan

Berikanlah contoh dalam kalimat beberapa perhubungan

Berikanlah contoh dalam kalimat beberapa perhubungan

Berikanlah contoh dalam kalimat beberapa perhubungan makna seperti sinonim, hiponimi, homonimi, polisemi, dan antonimi.
Sinonim = dua buah kata yang mempunyai kemiripan makna.
Contoh kalimat : Pencuri dan maling tersebut babak belur dihajar warga sekitar.
Pencuri dan maling memiliki kemiripan makna yaitu orang yang mengambil barang milik orang lain tanpa izin pemiliknya.
Hiponimi = menyatakan hubungan makna hierarkies.
Contoh kalimat : Meski diterjang angin badai sekalipun, pohon tersebut tidak akan tumbangkarena ditopang oleh akar dan batang yang kuat.
Kata pohon berhierarki dengan akar dan batang artinya pohon tersebut mempunyai akar dan batang.
Homonimi = bila dua buah makna atau lebih dinyatakan dengan sebuah bentuk yang sama.
Contoh kalimat : Tangan kanan Pak Budi mempunyai tangan kanan yang sangat kuat.
Tangan kanan yang pertama berarti orang kepercayaan, sedangkan tangan kanan yang kedua mempunyai arti tangan yang berada di sebelah kanan tubuh.
Polisemi = satu kata yang memiliki banyak arti.
Contoh kalimat : Sakit hati yang dialami Budi telah berlangsung selama 2 tahun.
Kata hati dalam kalimat ini bisa bermakna menyangkut perasaan atau bermakna organ tubuh.
Software pada Windows, MacOS, dan Linux

Software pada Windows, MacOS, dan Linux

Software pada Windows, MacOS, dan Linux

Software pada Windows, MacOS, dan Linux

Software pada Windows, MacOS, dan Linux

Software atau perangkat lunak adalah data yang disimpan pada media penyimpanan data permanen seperti harddisk/disket/cd-r. Perangkat lunak ini dibuat untuk menjalankan perangkat keras komputer sehingga dapat berjalan sesuai fungsi yang diinginkan. Perangakat keras dapat juga berupa data-data seperti tulisan, gambar, atau video.
Software Komputer
Software Komputer
Pada awalnya perangkat lunak komputer dibuat hanya untuk satu tugas saja, sampai sekitar tahun 1960 an baru mulai muncul era perangkat lunak modern dengan berbagai fungsi. Alan Turing adalah salah satu yang berperan dalan rintisan awal perangkat lunak pada komputer Mark I.
Macam-macam perangkat lunak komputer :
1. Sistem Operasi Komputer
Sistem operasi adalah perangkat lunak yang mengatur fungsi dasar dari sebuah komputer. Sistem operasi bertugas melakukan kontrol pada semua aplikasi program pada komputer termasuk pengaturan perangkat keras dan sistem input-output. Contoh sistem operasi : Microsoft DOS, Microsoft Windows, Ubuntu (linux), Macintosh, dll
Sistem Operasi secara umum terdiri dari beberapa bagian:
Boot, yaitu meletakkan kernel ke dalam memory
Kernel, yaitu inti dari sebuah Sistem Operasi
Shell atau Command Interpreter , yang bertugas membaca input dari pengguna
Library, yaitu yang menyediakan kumpulan fungsi dasar dan standar yang dapat dipanggil oleh aplikasi lain
Driver untuk berinteraksi dengan hardware eksternal, sekaligus untuk mengontrol mereka.
Microsoft DOS dan Microsoft Windows
Sistem operasi mulai memasuki dunia komputer rumah tangga setelah adanya Microsoft DOS dari perusahaan software Microsoft. Sistem operasi ini belum menunjang penggunana komputer secara banyak tugas (multitasking) dan Sistem operasi baru memasuki dunia multi tasking setelah Microsoft merilis Sistem operasi baru dengan nama Microsoft Windows.
Microsoft Windows 7
Microsoft Windows 7

Microsoft Windows terus berkembang pesat sehingga merajai pasar perangkat lunak dunia. Diawali dengan larisnya Windows 95, Microsoft terus memperkokoh dominasinya dengan berturut-turut meluncurkan Windows 98, Windows 2000, Windows ME, Windows XP, Windows Vista dan Windows 7.
Macintosh dari Apple
Selain Microsoft, perusahaan perangkat lunak yang lain adalah Apple dengan produknya yang dilabeli dengan nama Macintosh Operating System (MacOS). MacOS pertama diluncurkan pada tahun 1984 untuk menjalankan komputer apple yang diberi nama Macintosh. Sistem operasi ini tidak kompatibel dengan komputer buatan IBM.
Apple Macintosh
Apple Macintosh
MacOS adalah sistem operasi komputer pertama yang menggunakan antarmuka pengguna berbasis grafis (bukan teks) atau yang sering disebut dengan GUI (Graphical User Interface). Generasi MacOS diawali dengan penyebutan dengan menggunakan kata Sistem, seperti Sistem 6, Sistem 7 hingga kini menggunakan MacOS 9 dan yang terbaru adalah MacOS X (X=ten=sepuluh)
Linux dan Opensource
Dua sistem operasi yang disebutkan diatas adalah sistem operasi yang berbayar, artinya kita harus membelinya untuk dapat menempatkan sistem operasi tersebut kedalam komputer pribadi kita. Pada beberap kasus memang ditemukan penggunaan sistem operasi windows dengan model mengkopi dari komputer yang satu ke komputer yang lain tanpa harus membeli namun ini adalah termasuk tindakan pembajakan.
Pada tahun 1991 muncul wacana membuat sistem operasi dari kode Unix. Gagasan ini diawali oleh mahasiswa inggris yang bernama Linus Thorvalds. Sistem operasi yang dihasilkan oleh proyek ini kemudian disebut dengan Linux. Karena sifatnya yang gratis dan kode program yang terbuka (open source) maka Linux menjadi terus berkembang dan menjalar ke seluruh dunia.
Distro Linux
Distro Linux
Beberapa contoh Sistem operasi Linux yang terkenal adalah Ubuntu, Mandrake, OpenSUSE, RedHat, Slackware dan Debian. Masing-masing nama tersebut dikenal dengan istilah distro (dari kata distribusi/penyaluran). Saat ini banyak distro linux baru yang muncul disetiap belahan dunia.
2. Program Aplikasi
Program aplikasi bersifat lebih khusus jika dibandingkan dengan sistem operasi. Perangkat lunak ini secara khusus menangani kebutuhan pekerjaan dari pengguna seperti mengetik, membuat tabel, memainkan musik, memutar video, dan browsing internet atau interkoneksi dengan sesama komputer lokal.
Masing-masing program aplikasi komputer dibuat dan dikembangkan secara khusus pada bidangnya masing-masing. Aplikasi perkantoran yang terkenal adalah produk Microsoft, yaitu Microsoft OFFICE.
Microsoft OFFICE terdiri dari Microsoft Word untuk mengetik dan pengolah kata, Microsoft Excel untuk aplikasi tabel dan spreadsheet, dan Microsoft Powerpoint untuk keperluan presentasi.
Selain Microsoft Office kini muncul OpenOffice dan Lotus Symphony sebagai alternatif pengganti aplikasi perkantoran yang berbayar tersebut.
Contoh Aplikasi komputer yang lain :
Aplikasi grafis, seperti: CorelDraw, Photoshop, ACDsee
Aplikasi Multimedia, seperti : Windows Media Player, Winamp, PowerDVD, Klite
Aplikasi Browser, seperti : Mozilla Firefox, Google Chrome, Internet Explorer
Aplikasi Programming, seperti: Visual Studio, Delphi, C++ Builder
Aplikasi Web Designer, seperti: Dreamweaver, Frontpage
3. Driver perangkat keras
Driver adalah Perangkat lunak yang mengatur dan mengendalikan kinerja dari senuah perangkat keras. Biasanya driver diperoleh dari vendor sebuah perangkat keras. Contoh perangkat yang sering membutuhkan instalasi driver yaitu SoundCard, VGA Card, dan LAN Card.
Tanpa driver kadang suatu perangkat keras masih dapat berfungsi namun tidak dapat mencapai performa yang optimal, karena yang digunakan adalah driver universal. Jadi fungsi fungsi khusus yang merupakan kelebihan sebuah perangkat keras tidak dapat berfungsi dengan baik

Sumber : https://infinidb.org/citytopia-apk/

MIDDLEWARE TELEMATIKA ADALAH

MIDDLEWARE TELEMATIKA ADALAH

MIDDLEWARE TELEMATIKA ADALAH

MIDDLEWARE TELEMATIKA ADALAH

MIDDLEWARE TELEMATIKA ADALAH

Menurut beberapa artikel yang sudah saya baca dan saya rangkum bahwa MIDDLEWARE adalah merupakan software yang berfungsi sebagai lapisan konversi atau penerjemah. Selain itu middleware juga sebagai Consolidator dan Integrator. Middleware saat ini dikembangkan untuk memungkinkan satu aplikasi berkomunikasi dengan lainnya walaupun berjalan pada platform yang berbeda.

Lapisan Middleware

Tujuan Umum Middleware Telematika

1. Middleware adalah S/W penghubung yang berisi sekumpulan layanan yang memungkinkan beberapa proses dapat berjalan pada satu atau lebih mesin untuk saling berinteraksi pada suatu jaringan.
2. Middleware sangat dibutuhkan untuk bermigrasi dari aplikasi mainframe ke aplikasi client/server dan juga untuk menyediakan komunikasi antar platform yang berbeda.

Middleware yang paling banyak dipublikasikan :
– Open Software Foundation’s Distributed Computing Environment (DCE),
– Object Management Group’s Common Object Request Broker Architecture (CORBA),
– Microsoft’s COM/DCOM (Component Object Model).

Perkembangan Middleware

Perkembangan dari waktu ke waktu dapat dikatagorikan sebagai berikut:

– On Line Transaction Processing (OLTP) : merupakan perkembangan awal dari sebuah koneksi antar remote database. Pertama kali ditemukan tahun 1969 oleh seorang engineer di Ford, kemudian diadopsi oleh IBM hingga kini dikenal sebagai proses OLTP. DIGITAL ACMS merupakan contoh lainnya yang sukses pada tahun 70-an dan 80-an. UNIX OLTP lainnya seperti: Encina, Tuxedo pada era 80-an, serta DIGITAL CICS untuk UNIX yang memperkenalkan konsep dowsizing ke pasar.

– Remote Procedure Call (RPC) : menyediakan fasilitas jaringan secara transparan. Open Network Computing (ONC) merupakan prototipe pertama yang diperkenalkan awal tahun 70-an. Sun lebih unggul dalam hal ini dengan mengeluarkan suatu standar untuk koneksi ke internet. Distributed Computing Environment (DCE) yang dikeluarkan oleh Open Systems Foundation (OSF) menyediakan fungsi-fungsi ONC yang cukup kompleks dan tidak mudah untuk sistem administrasinya.

– Common Object Request Broker Architecture (CORBA): merupakan suatu object-oriented dari middleware yang menggabungkan fungsi brokering, RPC, dan inheritance. Digital ObjectBroker merupakan salah satu contoh dari CORBA.

Baca Juga :

Ciri Khas Profesi dan Profesionalisme

Ciri Khas Profesi dan Profesionalisme

Ciri Khas Profesi dan Profesionalisme

Ciri Khas Profesi dan Profesionalisme

Ciri Khas Profesi dan Profesionalisme

Profesi dan Profesionalisme merupakan kata yang tidak dapat dipisahkan, keduanya memiliki hubungan dan keterkaitan satu sama lain. Mengapa demikian? Karena secara umum keduanya sama-sama mengacu pada suatu pekerjaan. Untuk lebih detailnya simak penjelasan dibawah ini.

Pengertian Profesi

Profesi adalah pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus. Suatu profesi biasanya memiliki asosiasi profesi, kode etik, serta proses sertifikasi dan lisensi yang khusus untuk bidang profesi tersebut. Contoh profesi adalah pada bidang hukum, kedokteran, keuangan, militer, teknik dan desainer

Seseorang yang memiliki suatu profesi tertentu, disebut profesional. Walaupun begitu, istilah profesional juga digunakan untuk suatu aktivitas yang menerima bayaran, sebagai lawan kata dari amatir. Contohnya adalah petinju profesional menerima bayaran untuk pertandingan tinju yang dilakukannya, sementara olahraga tinju sendiri umumnya tidak dianggap sebagai suatu profesi.

(Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Profesi)

Ciri-ciri Profesi

Secara umum ada beberapa ciri atau sifat yang selalu melekat pada profesi, yaitu :
1. Adanya pengetahuan khusus, yang biasanya keahlian dan keterampilan ini dimiliki berkat pendidikan, pelatihan dan pengalaman yang bertahun-tahun.
2. Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi. Hal ini biasanya setiap pelaku profesi mendasarkan kegiatannya pada kode etik profesi.
3. Mengabdi pada kepentingan masyarakat, artinya setiap pelaksana profesi harus meletakkan kepentingan pribadi di bawah kepentingan masyarakat.
4. Ada izin khusus untuk menjalankan suatu profesi. Setiap profesi akan selalu berkaitan dengan kepentingan masyarakat, dimana nilai-nilai kemanusiaan berupa keselamatan, keamanan, kelangsungan hidup dan sebagainya, maka untuk menjalankan suatu profesi harus terlebih dahulu ada izin khusus.
5. Kaum profesional biasanya menjadi anggota dari suatu profesi.

Dengan melihat ciri-ciri umum profesi di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa kaum profesional adalah orang-orang yang memiliki tolak ukur perilaku yang berada di atas rata-rata. Di satu pihak ada tuntutan dan tantangan yang sangat berat, tetapi di lain pihak ada suatu kejelasan mengenai pola perilaku yang baik dalam rangka kepentingan masyarakat. Seandainya semua bidang kehidupan dan bidang kegiatan menerapkan suatu standar profesional yang tinggi, bisa diharapkan akan tercipta suatu kualitas masyarakat yang semakin baik.

Pengertian Profesionalisme

Profesionalisme berasal dari kata profesional yang mempunyai makna yaitu berhubungan dengan profesi dan memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya, (KBBI, 1994). Sedangkan profesionalisme adalah tingkah laku, keahlian atau kualitas dari seseorang yang profesional (Longman, 1987).

“Profesionalisme” adalah sebutan yang mengacu kepada sikap mental dalam bentuk komitmen dari para anggota suatu profesi untuk senantiasa mewujudkan dan meningkatkan kualitas profesionalnya. Contoh, seorang IT yang memiliki profesionalisme yang tinggi akan tercermin dalam sikap mental serta komitmennya terhadap perwujudan dan peningkatan kualitas profesional melalui berbagai cara dan strategi. Ia akan selalu mengembangkan dirinya sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman sehingga keberadaannya senantiasa memberikan makna profesional.

Ciri-ciri profesionalisme di bidang IT antara lain:
1. Memiliki pengetahuan yang tinggi di bidang TI.
2. Memiliki ketrampilan yang tinggi di bidang TI.
3. Memiliki pengetahuan umum yang luas.
4. Tanggap terhadap masalah.
5. Mampu melakukan pendekatan multidispliner.
6. Mampu bekerja sama.
7. Bekerja dibawah disiplin etika.
8. Mampu mengambil keputusan didasarkan kepada kode etik.
9. Punya ilmu dan pengalaman.

Profesionalisme adalah suatu kemampuan yang dianggap berbeda dalam menjalankan suatu pekerjaan. Profesionalisme dapat diartikan juga dengan suatu keahlian dalam penanganan suatu masalah atau pekerjaan dengan hasil yang maksimal dikarenakan telah menguasai bidang yang dijalankan tersebut.

Profesionalisme merupakan bagian dari etika sosial yang menyangkut bagaimana mereka harus menjalankan profesinya secara profesional agar diterima oleh masyarakat. Dengan etika profesi diharapkan kaum profesional dapat bekerja sebaik mungkin, serta dapat mempertanggungjawabkan tugas yang dilakukannya dari segi tuntutan pekerjaan.

Ciri-Ciri Profesionalisme

Di bawah ini dikemukakan beberapa ciri profesionalisme secara umum :
1. Profesionalisme menghendaki sifat mengejar kesempurnaan hasil (perfect result), sehingga kita di tuntut untuk selalu mencari peningkatan mutu.
2. Profesionalisme memerlukan kesungguhan dan ketelitian kerja yang hanya dapat diperoleh melalui pengalaman dan kebiasaan.
3. Profesionalisme menuntut ketekunan dan ketabahan, yaitu sifat tidak mudah puas atau putus asa sampai hasil tercapai.
4. Profesionalisme memerlukan integritas tinggi yang tidak tergoyahkan oleh “keadaan terpaksa” atau godaan iman seperti harta dan kenikmatan hidup.
5. Profesionalisme memerlukan adanya kebulatan fikiran dan perbuatan, sehingga terjaga efektivitas kerja yang tinggi.

Ciri di atas menunjukkan bahwa tidaklah mudah menjadi seorang pelaksana profesi yang profesional, harus ada kriteria-kriteria tertentu yang mendasarinya. Lebih jelas lagi bahwa seorang yang dikatakan profesional adalah mereka yang sangat kompeten atau memiliki kompetensi-kompetensi tertentu yang mendasari kinerjanya.

Sumber : http://rvq-sub.sbq.org.br/index.php/rvq/comment/view/2659/0/86405

Kode Etik Profesional dan Prinsip Etika

Kode Etik Profesional dan Prinsip Etika

Kode Etik Profesional dan Prinsip Etika

Kode Etik Profesional dan Prinsip Etika

Kode Etik Profesional dan Prinsip Etika

Pada tulisan sebelumnya, telah dijelaskan mengenai pengertian dan ciri khas yang melekat pada profesi dan profesionalisme. Pada kesempatan ini akan dijelaskan mengenai kode etik profesional dan prinsip etika. Sebelum melangkah lebih jauh, pertama kita definisikan terlebih dahulu “apa itu etika?”.

Pengertian Etika

Etika (Yunani Kuno: “ethikos”, berarti “timbul dari kebiasaan”) adalah cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab.

(Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Etika)

Sedangkan etika profesi adalah refleksi dari apa yang disebut dengan “self control”, karena segala sesuatunya dibuat dan diterapkan dari dan untuk kepentingan kelompok social (profesi) itu sendiri sendiri. Kehadiran organisasi profesi dengan perangkat “built-in mechanism” berupa kode etik profesi dalam hal ini jelas akan diperlukan untuk menjaga martabat serta kehormatan profesi, dan di sisi lain melindungi masyarakat dari segala bentuk penyimpangan maupun penyalahgunaan keahlian. Sebuah profesi hanya dapat memperoleh kepercayaan dari masyarakat, bilamana dalam diri para elit professional tersebut ada kesadaran kuat untuk mengindahkan etika profesi pada saat mereka ingin memberikan jasa keahlian profesi kepada masyarakat yang memerlukannya.

Kode Etik Profesi

Kode etik profesi merupakan norma yang ditetapkan dan diterima oleh sekelompok profesi, yang mengarahkan atau memberi petunjuk kepada anggotanya bagaimana seharusnya berbuat dan sekaligus menjamin mutu profesi itu dimata masyarakat. Apabila anggota kelompok profesi itu menyimpang dari kode etiknya, maka kelompok profesi itu akan tercemar di mata masyarakat. Oleh karena itu, kelompok profesi harus mencoba menyelesaikan berdasarkan kekuasaannya sendiri. Kode etik profesi merupakan produk etika terapan karena dihasilkan berdasarkan penerapan pemikiran etis atas suatu profesi.

Kode etik profesi dapat berubah dan diubah seiring perkembangan zaman. Kode etik profesi merupakan pengaturan diri profesi yang bersangkutan, dan ini perwujudan nilai moral yang hakiki, yang tidak dipaksakan dari luar. Kode etik profesi hanya berlaku efektif apabila dijiwai oleh cita-cita dan nilai-nilai yang hidup dalam lingkungan profesi itu sendiri. Setiap kode etik profesi selalu dibuat tertulis yang tersusun secara rapi, lengkap, tanpa catatan, dalam bahasa yang baik, sehingga menarik perhatian dan menyenangkan pembacanya. Semua yang tergambar adalah perilaku yang baik-baik.

Kode Etik Profesi merupakan bagian dari etika profesi. Kode etik profesi merupakan lanjutan dari norma-norma yang lebih umum yang telah dibahas dan dirumuskan dalam etika profesi. Kode etik ini lebih memperjelas, mempertegas dan merinci norma-norma ke bentuk yang lebih sempurna walaupun sebenarnya norma-norma tersebut sudah tersirat dalam etika profesi. Dengan demikian kode etik profesi adalah sistem norma atau aturan yang ditulis secara jelas dan tegas serta terperinci tentang apa yang baik dan tidak baik, apa yang benar dan apa yang salah dan perbuatan apa yang dilakukan dan tidak boleh dilakukan oleh seorang professional.

Prinsip Etika

Prinsip etika dapat digolongkan ke beberapa macam bidang, diantaranya : prinsip etika bisnis, prinsip etika lingkungan, prinsip etika profesi, dll. Dalam hal ini, prinsip etika yang dimaksud adalah prinsip etika profesi.

Prinsip-prinsip Etika Profesi :
1. Tanggung jawab.
– Terhadap pelaksanaan pekerjaan itu dan terhadap hasilnya.
– Terhadap dampak dari profesi itu untuk kehidupan orang lain atau masyarakat
pada umumnya.
2. Keadilan.
Prinsip ini menuntut kita untuk memberikan kepada siapa saja apa
yang menjadi haknya.
3. Otonomi.
Prinsip ini menuntut agar setiap kaum profesional memiliki dan diberi
kebebasan dalam menjalankan profesinya.
4. Prinsip integritas moral yang tinggi.
Komitmen pribadi menjaga keluhuran profesi.

Sumber : http://journals.sbmu.ac.ir/en-me/comment/view/20841/15799/101687

ARW International

ARW International

ARW International

ARW International

ARW International

ARW Internasional merupakan perusahaan yang memasarkan hardware dan software computer juga menyediakan layanan Internet untuk pelanggan di seluruh dunia. Saat ini ARW Internasional beroperasi di sembilan negara dan berencana untuk memperluas ke negara-negara lain dalam waktu dekat. Setiap negara memiliki 2-35 outlet penjualan yang dipimpin oleh seorang manajer. Layanan internet, penjualan perangkat lunak, dan perangkat keras dipisahkan antara penggunaan rumah dan penggunaan keperluan bisnis. Selain itu, ada tiga jenis untuk layanan internet, 500 item untuk perangkat lunak, dan lebih dari 1000 item untuk perangkat keras.
Diminta
  1. Buatlah desain format laporan yang akan berguna untuk manajemen perusahaan dalam menganalisis penjualan.
  2. Buatlah desain kode kelompok yang akan memungkinkan analisis penjualan rinci yang akan dilakukan.
  3. ARW sedang mempertimbangkan mendirikan sebuah situs web di mana pelanggan dapat memesan kapan saja dan dari mana saja. Jelaskan manfaat potensial untuk ARW.
  4. Apa langkah-langkah spesifik yang akan anda rekomendasikan untuk ARW sehubungan dengan pesanan on-line dari pelanggan yang dibayar dengan kartu kredit ?
  5. Diskusikan masalah lain tentang keamanan yang harus diatasi jika ARW memutuskan untuk menerapkan sistem berbasis web.

 

Solusi:
Soal 1
Berikut merupakan format laporan analisis penjualan yang bisa digunakan oleh manajemen ARW:
Analisis Penjualan diatas mencerminkan kinerja keuangan relatif manajer outlet, daerah penjualan, lini produk, pelanggan, dan pasar. Analisis penjualan bagi perusahaan sangat penting karena informasi ini dapat digunakan untuk penentuan target penjualan periode berikutnya, mengetahui manajer outlet mana yang memiliki kinerja bagus, penentuan jumlah komisi bagi salesman ataupun manajer outlet dan lain-lain. Dari analisis tersebut perusahaan bisa mengetahui manajer outlet mana yang menyumbang penjualan terbesar dan penjualan terkecil. Format laporan diatas menunjukkan analisis penjualan yang membandingkan penjualan yang sebenarnya untuk tiga segmen di atas terhadap target yang ditetapkan. Juga untuk membandingkan kinerja manajer outlet. Hal ini memungkinkan kepala manajer pemasaran ARW Internasional Company untuk menentukan manajer outlet, lini produk, dan wilayah penjualan yang paling efektif dalam memenuhi target mereka. Analisis ini mampu menyediakan informasi bagi manajer untuk kontrol yang lebih baik, dengan membuat keputusan lebih lanjut mengenai penjualan.

Soal 2
Kode penjualan memudahkan proses analisis penjualan secara rinci karena dengan kode, penjualan akan lebih mudah diidentifikasi. Dalam komputer untuk memproses penjualan ada istilah kode alfabetik (menggunakan huruf), numerik (menggunakan angka), dan alfanumerik (menggunakan kombinasi huruf dan angka). Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam mendesain kode kelompok yang akan memungkinkan untuk digunakan analisis penjualan rinci adalah:
  • Kode yang disusun perlu disesuaikan dengan metode penjualan.
  • Setiap kode harus mewakili hanya satu item produk sehingga tidak membingungkan
  • Kode yang disusun harus memudahkan pemakai untuk mengingatnya
  • Kode yang disusun harus fleksibel, dalam arti memungkinkan dilakukan perluasan tanpa perubahan menyeluruh.
  • Setiap kode yang disusun harus fleksibel, dalam arti memungkinkan dilakukan perluasan tanpa perubahan menyeluruh.
  • Setiap kode harus menggunakan jumlah angka atau huruf yang sama
  • Kode yang panjang perlu dipotong-potong (chunking) untuk memudahkan mengingat, Misalnya: kode 60662582549 dapat dibuat 606-258-259.
  • Dalam kode yang panjang perlu diberi kode yang merupakan check digit, yaitu untuk mengecek kebenaran kode.

 

Desain kode kelompok yang cocok bagi ARW yang memungkinkan dilakukannya analisis penjualan rinci adalah 01-02-1-1-0001. Dimana pada dua digit pertama menunjukkan kode negara, dua digit berikutnya kode untuk outlet penjual, satu digit berikutnya kode untuk penggunaan rumah tangga atau bisnis, satu digit berikutnya kode untuk jenis produk, dan empat digit terakhir menunjukkan item-item dari produk layanan internet, software, maupun hardware.
Soal 3
Perusahaan yang menggunakan sistem berbasis web untuk perdagangan akan mendapatkan beberapa manfaat yang menguntungkan. Hal itu mengakibatkan pelanggan dapat dengan mudah memesan produk ARW kapan saja dan dari mana saja ia berada. Manfaat potensial lainnya adalah web menyediakan akses ke basis pelanggan yang lebih besar, perusahaan dapat mengharapkan peningkatan penjualan produknya. Selain itu, transaksi diproses lebih cepat dan memerlukan lebih sedikit dokumen. Aspek self-service dari sistem berbasis web juga meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Misalnya, pelanggan dapat dengan cepat memeriksa ketersediaan dan harga barang yang dibutuhkan. Demikian pula, mereka tidak perlu lagi telepon perusahaan untuk rincian transaksi tertentu karena mereka memiliki akses langsung ke akun mereka melalui Web. Dengan demikian perusahaan menghemat sumber daya yang seharusnya dapat dihabiskan untuk karyawan yang ditujukan untuk menangani permintaan pelanggan. Selain itu, berikut beberapa manfaat potensial yang mungkin didapat ARW dalam mengembangkan bisnisnya melalui website.
1. Memperkenalkan Profil Perusahaan ARW
Semakin dikenal profil maka akan makin terkenal profil tersebut. Sebuah perusahaan atau organisasi tentu mau jika profilnya dikenal luas. Untuk itu memilih website sebagai media publikasi profil perusahaan adalah salah satu cara yang inovatif bagi ARW.
2. Branding
Membangun branding juga sangat penting bagi ARW. Peran membangun branding juga bisa dilakukan lewat website. Untuk itu branding lewat website sangat penting .
3. Kemudahan Memberi Informasi
Dengan memiliki sebuah website, ARW akan mudah untuk mengupdate informasi terbaru. Seperti jadwal kegiatan, berita terbaru, dan lain sebagainya. Dengan adanya website, konsumen maupun calon konsumen tetap bisa mengetahui perkembangan terbaru dari perusahaan meski jaraknya sangat jauh. Selain itu, umumnya konsumen akan lebih suka berinteraksi dengan customer service perusahaan lewat sebuah website karena kepraktisannya.
4. Kemudahan Melakukan Polling
Polling juga merupakan sarana untuk mengetahui keadaan dan keinginan konsumen atau calon konsumen saat ini. Lewat website, ARW bisa membuat polling dengan mudah dan praktis namun bisa dimaksimalkan. Dengan kemudahan ini, tentu polling juga bisa dilakukan lewat website.
5. Mencari Partner Baru
Banyak perusahaan yang terkadang membutuhkkan partner untuk saling bekerja sama. Dengan mempublikasikan perusahaan lewat website yang dioptimalkan, akan semakin banyak orang yang tahu mengenai keberadaan dan eksistensi ARW.
Etika dan Sosial Penggunaan Sistem Informasi terhadap Akuntansi

Etika dan Sosial Penggunaan Sistem Informasi terhadap Akuntansi

Etika dan Sosial Penggunaan Sistem Informasi terhadap Akuntansi

Etika dan Sosial Penggunaan Sistem Informasi terhadap Akuntansi

Etika dan Sosial Penggunaan Sistem Informasi terhadap Akuntansi

Dampak Etika dan Sosial  Penggunaan Sistem Informasi terhadap Akuntansi Manajemen
Perkembangan teknologi komputer sebagai sarana informasi memberikan banyak keuntungan. Salah satu manfaatnya adalah bahwa informasi dapat dengan segera diperoleh dan pengambilan keputusan dapat dengan cepat dilakukan secara lebih akurat, tepat dan berkualitas. Namun, di sisi lain, perkembangan teknologi informasi, khususnya komputer menimbulkan masalah baru. Secara umum, perkembangan teknologi informasi ini mengganggu hak privasi individu. Bahwa banyak sekarang penggunaan komputer sudah di luar etika penggunaannya, misalnya: dengan pemanfaatan teknologi komputer, dengan mudah seseorang dapat mengakses data dan informasi dengan cara yang tidak
sah. Belum lagi ada sebagian orang yang memanfaatkan komputer dan internet untuk mengganggu orang lain dengan tujuan sekedar untuk kesenangan serta hobinya. Adapula yang memanfaatkan teknologi komputer ini untuk melakukan tindakan kriminal. Bukan suatu hal yang baru bahwa dengan kemajuan teknologi ini, maka semakin meningkat kejahatan dengan memanfaatkan teknologi informasi. Manusia sebagai pembuat, operator dan sekaligus pengguna sistem tersebutlah yang akhirnya menjadi faktor yang sangat menentukan kelancaran dan keamanan sistem. Hal-hal inilah yang kemudian memunculkan unsur etika sebagai faktor yang sangat penting kaitannya dengan penggunaan sistem informasi berbasis komputer, mengingat salah satu penyebab pentingnya etika adalah karena etika melingkupi wilayah-wilayah yang belum tercakup dalam wilayah hukum. Faktor etika disini menyangkut identifikasi dan penghindaran terhadap unethical behavior dalam penggunaan sistem informasi berbasis komputer.
Kasus pertama kejahatan komputer terjadi pada tahun 1966, saat programer untuk suatu bank membuat suatu tambahan di program sehingga program tersebut tidak dapat menunjukan bahwa pengambilan dari rekeningnya telah melampau saldo. Ia dapat terus menulis cek walau tidak ada lagi uang di rekeningnya. Penipuan ini terus berlangsung hingga komputer tersebut rusak, dan pemrosesan secara manual mengungkapkan saldo yang telah minus. Programer tersebut tidak dituntut melakukan kejahatan komputer, karena peraturan hukumnya belum ada. Sebaliknya, ia dituntut membuat entry palsu di catatan bank.
Penggunaan komputer dalam bisnis diarahkan oleh nilai-nilai moral dan etika dari para manajer, spesialis informasi dan pemakai, dan juga hukum yang berlaku. Hubungan antara pimpinan dengan instansi merupakan dasar budaya etika. Jika instansi harus etis, maka manajemen puncak harus etis dalam semua tindakan dan kata-katanya. Tugas manajemen puncak adalah memastikan bahwa konsep etikanya menyebar diseluruh organisasi, melalui semua tingkatan dan menyentuh semua pegawai. Para eksekutif mencapai penerapan ini melalui suatu metode tiga lapis, yaitu dalam bentuk pernyataan tekad (komitmen), program-program etika, dan kode etik khusus pada setiap instansi.
Seperti diketahui, bahwa sistem informasi memiliki banyak manfaat. Meskipun demikian, ternyata sistem informasi juga memiliki dampak negatif. Berikut adalah contoh dampak negatif, terutama lebih mengarah pada teknologi informasi.
1. Information Anxiety
Banyaknya informasi yang diterima sering kali membuat kesulitan dalam  memilah prioritas dan menentukan kebenaran informasi tersebut. Bahkan tidak jarang orang percaya begitu saja terhadap informasi yang diterimanya, tanpa terlebih dahulu menyelidiki kebenaran dari informasi yang diterima. Sebagai contoh banyaknya kasus penipuan dengan hadiah yang cukup menggiurkan, sehingga tidak jarang banyak yang terjebak oleh informasi tersebut.
2. Dehumanization
Hilangnya penghargaan atas nilai seseorang sebagai individu, digantikan dengan sederet angka identitas.
3. Health Issues
Stress yang ditimbulkan oleh penggunaan peralatan dan aplikasi berbasis teknologi informasi pengaruh radiasi gelombang elektromagnetik terutama pada ponsel, pengaruh radiasi layar monitor, masalah persendian akibat kesalahan penggunaan keyboard dan mouse, masalah ergonomis, dsb.
4. Lost of Privacy
Identitas digital yang dimiliki setiap orang membuat keberadaan orang tersebut selalu terdeteksi. Selain itu pemantauan CCTV secara kontinu akan mengganggu privasi dan kesehatan. Contoh : Di Inggris ada 4,2 juta CCTV. 1 juta diantaranya ada di London, secara rata-rata seorang warga London akan tertangkap di 300 CCTV per hari.
5. Cookies
Semakin banyak informasi yang ditampilkan dan di-share di internet, dengan atau tanpa disadari yang membuat peluang penyalahgunaan oleh pihak-pihak yang tidak berwenang. Contoh : Facebook, Twitter, Friendster.
6. Digital Gap
Semakin nyata adanya kesenjangan antara kelompok yang menguasai TI dengan kelompok yang tidak menguasai TI, baik dalam keseharian maupun dalam pekerjaan.
7. Possible Massive Unemployment
Implementasi TI secara besar-besaran dapat membawa dampak peningkatan jumlah pengurangan tenaga kerja, baik melalui PHK maupun menyempitnya peluang kerja bagi tenaga kerja yang tidak menguasai TI. Padahal belum tentu orang-orang yang tidak menguasai TI tidak memiliki kompetensi yang handal.
8. Impact of Globalization on Culture
Semakin menipisnya nilai-nilai budaya lokal akibat pengaruh globalisasi.
Penggunaan Sistem Informasi terhadap Akuntansi

Penggunaan Sistem Informasi terhadap Akuntansi

Penggunaan Sistem Informasi terhadap Akuntansi

Penggunaan Sistem Informasi terhadap Akuntansi

Penggunaan Sistem Informasi terhadap Akuntansi

Dampak Penggunaan Sistem Informasi terhadap Akuntansi Manajemen
Perkembangan TI mengakibatkan  accountability technology (teknologi  pertanggungjawaban) perusahaan juga mengalami  perkembangan, dari teknik single entry bookkeeping yaitu model  laporan keuangan neraca yang menunjukkan kemakmuran saat tertentu kemudian ke teknik  double entry bookkeeping  berupa laporan  laba-rugi dan laporan  perubahan posisi keuangan (modal) sebagai cerminan kemakmuran pada periode tertentu, pada saat ini di era  informasi diajukan teknik  triple entry bookkeeping yang dikemukakan oleh Yuji Ijiri, disamping masih didasarkan pada laporan neraca, laba-rugi, dan perubahan posisi keuangan juga diharapkan teknik ini  mampu menunjukan laporan perubahan laba dalam jangka waktu tertentu.
Lingkungan ekonomi yang dihadapi banyak perusahaan dewasa ini telah menuntut adanya pengembangan terhadap praktek-praktek akuntansi manajemen yang inovatif dan relevan. Tekanan persaingan global telah mengubah lingkungan ekonomi. Perubahan ini menyebabkan terciptanya lingkungan baru pada bidang akuntansi manajemen, setidaknya untuk sejumlah besar organisasi. Karena lingkungan berubah, maka akuntansi manajemen tradisional tidak digunakan lagi. Faktor-faktor kunci perubahan ini adalah (1) orientasi kepada pelanggan, (2) perspektif lintas fungsional, (3) persaingan global, (4) manajemen mutu total (TQM), (5) waktu sebagai unsur kompetitif, (6) kemajuan dalam teknologi informasi, (7) kemajuan lingkungan manufaktur, (8) pertumbuhan dan deregulasi dalam industri jasa, dan (9) manajemen berdasarkan aktivitas (ABM).
Ada dua kemajuan yang signifikan berhubungan dengan teknologi informasi. Pertama, erat kaitannya dengan manufaktur yang terintegrasi dengan komputer (Computer-Integrated Manufacturing, CIM). Dengan proses produksi ter-otomatisasi, komputer digunakan untuk memonitor dan mengendalikan berbagai operasi.  Pemanfaatan komputer di dalam seluruh tahap pembuatan produk, mulai dari tahap desain, proses produksi, sampai dengan distribusi, mengubah secara mendasar proses pembuatan produk, dan sistem informasi yang digunakan manajemen di dalam mengelola pabrik. Dengan penggunaan komputer, sejumlah besar informasi yang berguna dapat dikumpulkan dan dilaporkan kepada manajer dengan segera. Apa yang sedang terjadi di bagian produksi dapat diketahui dengan segera pula. Sekarang sudah dimungkinkan untuk memantau produk secara terus menerus ketika mereka bergerak menuju pabrik dan mencatat berbagai hal pada saat yang sama, seperti biaya unit yang diproduksi, bahan yang digunakan, sisa, dan biaya produksi. Hasilnya adalah suatu sistem informasi yang secara terpadu mengintegrasikan data proses produksi dengan pemasaran dan akuntansi.
Kemajuan kedua adalah ketersediaan alat-alat yang dibutuhkan, seperti ketersediaan komputer personal (PC),  software, dan paket-paket grafis yang memudahkan pengguna (user friendly). Komputer personal berfungsi sebagai penghubung komunikasi ke sistem informasi perusahaan, sedangkan software dan paket grafis memberikan manajer kemampuan analitis untuk menggunakan informasi tersebut. Jika sebuah PC juga bertindak sebagai suatu terminal dan dihubungkan ke  database organisasi, maka manajer dapat mengakses informasi dengan cepat dan menyiapkan lebih banyak laporannya. Akuntan manajemen sekarang lebih fleksibel merespon kebutuhan manajerial untuk aktivitas kalkulasi biaya produksi yang lebih kompleks. Selain itu, kemampuan perhitungan yang cepat telah memungkinkan penyusunan laporan pada saat dibutuhkan.
PENEGAKAN HUKUM KUNCI PELAKSANAAN HAM

PENEGAKAN HUKUM KUNCI PELAKSANAAN HAM

PENEGAKAN HUKUM KUNCI PELAKSANAAN HAM

PENEGAKAN HUKUM KUNCI PELAKSANAAN HAM

PENEGAKAN HUKUM KUNCI PELAKSANAAN HAM

Pertahanan Negara bertujuan untuk menjaga dan melindungi kedaulatan negara, keutuhan wilayah Negara Kesatuan RI dan keselamatan segenap bangsa dari segala bentuk ancaman. Dalam perseptif pertahanan dan keamanan negara, penegakan hukum merupakan kata kunci pelaksanaan dan penegakan Hak Azasi Manusia (HAM).

Hal itu dikatakan Menhan RI H. Matori Abdul Djalil, Minggu petang (8/9) di Grand Candi Hotel Semarang, selaku pembicara kunci pada Seminar Nasional dengan tema “ Pelaksanaan dan penegakan Hak Azasi Manusia dalam Perseptif Pertahanan dan Keamanan.
Seminar yang diselenggarakan Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia ( DPD KNPI) dan pengurus Daerah XI Generasi Muda Forum Komunikasi Putra – Putri Purnawirawan dan Putra–putri TNI dan Polri ( PD XI GM FK PPI) Jawa Tengah itu berlangsung sehari, di buka Wakil Gubernur Bidang Kesra Ir. Mulyadi Widodo mewakili Gubernur Jawa Tengah, diikuti 200 peserta dari DPD KNPI dan PD XI GMT PPI Jateng, unsur Pimpinan Perguruan Tinggi, LSM, Praktisi Hukum, OSIS dan masyarakat umum.
Menhan RI H. Matori Abdul Djalil mengemukakan, dalam penegakan hukum sebagai penghormatan terhadap hak azasi manusia, tidak dibenarkan dilakukan dengan pemaksaan kehendak, hukum harus ditegakkan sesuai aturan hukum yang berlaku. Hukum memang harus ditegakkan, tanpa itu maka hukum tidak akan memiliki wibawa dan ini berarti HAM juga tidak dihormati dan tidak ditegakkan.

Menurut Menhan, ancaman adalah bentuk pelanggaran dari hak azasi manusia dan jika diganggu akan menyentuh hak untuk hidup. Dalam kerangka inilah, maka sparatisme harus ditumpas. “Separatisme telah melanggar penegakan hukum; oleh sebab itu seluruh komponen pertahanan negara wajib menumpasnya dan itu bukan pelanggaran HAM “ tegasnya.

Menhan menjelaskan, bangsa Indonesia cinta perdamaian, tetapi lebih cinta pada kemerdekaan dan kedaulatan. Penyelesaian pertikaian atau pertentangan yang timbul antara bangsa Indonesia dan bangsa lain akan selalu diusahakan dengan cara damai. Bagi bangsa Indonesia perang adalah jalan terakhir dan hanya dilakukan apabila semua usaha dan penyelesaian secara damai tidak berhasil.

Ketua Panitia seminar Agus Susanto mengatakan, tujuan diselenggarakan seminar untuk memberikan kontribusi pemikiran kepada Pemerintah terhadap peranan TNI/Polri dalam penegakan HAM di Indonesia; meningkatkan kegiatan adfokasi hukum tentang HAM kepada masyarakat dan pemuda Indonesia, mengoftimalkan semangat kebersamaan, solidaritas dan partisipasi sosial menuju persatuan dan kesatuan bangsa.
Sasaran seminar, untuk mencari formulasi penegakan HAM di Indonesia yang mampu mewujudkan perdamaian dan stabilitas bangsa dan negara

Baca Juga :

Pelanggaran HAM

Pelanggaran HAM

Pelanggaran HAM

Pelanggaran HAM

Pelanggaran HAM

Dalam kondisi terjadi pelanggaran hak sesesorang yang dilakukan oleh orang lainnya, maka Negara (yang diwakili oleh pemerintah) sebagai pemegang mandat untuk melakukan tindakan berdasarkan undang-undang yang berlaku. Undang-undang tersebut adalah mekanisme dan prosedur yang bertujuan melindungi setiap warga negaranya. Istilah sederhananya adalah penegakan hukum. Negara wajib mengambil tindakan kepada orang yang melakukan pelanggaran sesuai dengan hukum yang berlaku. Artinya, tindakan pelanggaran tersebut masuk dalam kategori tindakan kriminal. Inilah yang terjadi, seseorang melakukan pelanggaran terhadap hak orang lain.

Hak Apa Saja Yang Dapat Dilanggar?
Banyak orang yang terjebak melihat dalam “kaca mata” Hak Asasi Manusia bidang sipil dan politik. Pelanggaran yang kemudian dipahami dalam artian kekerasan fisik yang terjadi dan jatuh korban secara fisik (meninggal dan luka-luka). Sementara kasus seperti penggusuran paksa sejumlah orang dari satu wilayah tanpa prosedur yang sesuai dianggap bukan sebagai sebuah pelanggaran HAM.

Tahun 1993, Konferensi Dunia tentang Hak Asasi Manusia di Vienna telah memberikan perspektif yang lebih luas terhadap pengertian pelanggaran HAM. Konferensi itu secara tegas menghasilkan pernyataan bahwa HAM terdiri dari hak bidang sipil, politik, sosial, ekonomi dan budaya. Sehingga pelanggaran yang terjadi dalam bidang-bidang tersebut merupakan pelanggaran HAM yang memiliki saling keterkaitan dan mempengaruhi satu bidang dengan yang lainnya sehingga itu terjadi.

Sumber : https://synthesisters.com/