Category Archives: Pendidikan

Pendidikan

Proses Reproduksi Budaya

Proses Reproduksi Budaya

Proses Reproduksi Budaya

Proses Reproduksi Budaya

Proses Reproduksi Budaya

Di dunia ini tidak ada yang berhenti, semuanya berjalan, dan mengalami proses kebudayaan, termasuk masalah kebudayaan. Proses reproduksi kebudayaan merupakan proses aktif yang menegaskan keberadaannya dalam kehidupan sosial sehingga mengharuskan adanya adapatasi bagi kelompok yang memiliki latar belakang kebudayaan yang berbeda. Proses semacam ini merupakan proses sosial budaya yang penting karena menyangkut dua hal. Pertama, tataran sosial akan terlihat proses dominasi dan subordinasi budaya terjadi secara dinamis yang memungkinkan kita menjelaskan dinamika kebudayaan secara mendalam. Kedua, pada tataran individual akan dapat diamati proses resistensi di dalam reproduksi identitas kultural sekelompok orang di dalam konteks sosial budaya tertentu. Proses adaptasi ini berkaitan dengan dua aspek: ekspresi kebudayaan dan pemberian makna tindakan-tindakan individual.

Secara umum mobilitas berbagai kelompok masyarakat telah menjadi fenomena yang sangat umum. Hal ini mengandung pengertian bahwa lingkungan sosial budaya setiap orang dapat berubah-ubah yang sangat tergantung pada perilaku mobilitas seseorang atau sekelompok orang.  Mobilitas dengan demikian telah mendorong proses rekonstruksi identitas sekelompok orang. Sejalan dengan hal ini ada dua proses yang dapat terjadi, seperti tampak dalam pandangan para ahli. Pertama, terjadi adaptasi kultural para pendatang dengan kebudayaan tempat ia bermukim, yang menyangkut adaptasi nilai dan praktik kehidupan secara umum. Kebudayaan lokal dalam hal ini telah menjadi kekuatan baru yang memperkenalkan nilai-nilainya kepada pendatang, meskipun ia tidak sepenuhnya memiliki daya paksa. Namun demikian, proses reproduksi kebudayaan lokal, tempat setiap kebudayaan melakukan penegasan keberadaannya sebagai pusat orientasi nilai suatu masyarakat, tentu saja mempengaruhi mode ekspresi diri setiap orang (Appadurai, 1994; Hill dan Turpin, 1995).

Kedua, terjadi proses pembentukan identitas individual yang dapat saja mengacu kepada nilai-nilai kebudayaan asalnya. Bahkan dalam konteks ini seseorang dapat saja ikut memproduksi  kebudayaan asalnya di tempat yang baru (Foster, 19873; Kemp, 1988; Abdullah, 1996; Strathern, 1995). Kebudayaan dalam hal ini kemudian berfungsi sebagai apa yang dikatakan Ben Anderson sebagai imagined values, yang berfungsi dalam fikiran setipa orang yang menjadi pendukung dan yang mempertahankan kebudayaan itu meskipun seseorang berada di luar lingkungan kebudayaannya.

Teori konfigurasi budaya merupakan landasan yang cukup penting dalam menjelaskan perubahan-perubahan adaptasi adaptasi suatu etnis (Appadurai, 1994; Strathern,1995). Dalam hubungannya dengan proses migrasi, teori ini melihat bahwa ada tiga proses sosial yang dapat terjadi. Pertama, terjadi pengelompokan baru dengan orang-orang yang berbeda. Pengelompokan ini merupakan proses penting dalam hubungannya dengan proses adaptasi pendatang, yang ini berarti pembentukan hubungan-hubungan sosial baru. Kedua, terjadi redefinisi sejarah kehidupan seseorang karena ada fase kehidupan baru yang terbentuk. Fase ini dapat memiliki arti yang sangat berbeda bagi seseorang karena setting sosial yang berbeda dengan seting dimana mereka menjadi bagian sebelumnya. Ketiga, terjadi proses pemberian makna baru bagi diri seseorang, yang menyebabkan ia mendefinisikan kembali identitas kultural dirinya dan asal usulnya.

Sumber : https://uptodown.co.id/

Re-Produksi Budaya

Re-Produksi Budaya

Re-Produksi Budaya

Re-Produksi Budaya

Re-Produksi Budaya

Kebudayaan adalah hasil rasa, karsa dan cipta manusia. Kebudayaan memiliki 3 wujud dan 7 unsur. Diantara ke-3 wujud tersebut adalah sistem budaya, sistem social dan artefak dan 7 unsur kebudayaan terdiri dari sistem organisasi social, sistem kesenian, sistem  bahasa, sistem pengetahuan, system mata pencaharian, system religi, system teknologi. Manusia dan kebudayaan merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan, sementara itu pendukung kebudayaan adalah makhluk manusia itu sendiri. Sekalipun manusia akan mati, tetapi kebudayaan yang dimilikinya akan diwariskan pada keturunannya, demikian seterusnya. Pewarisan kebudayaan tidak selalu terjadi secara vertikal melainkan dapat pula secara horisontal yaitu manusia yang satu dapat belajar kebudayaan dari manusia lainnya. Berbagai pengalaman makhluk manusia dalam rangka kebudayaannya, diteruskan dan dikomunikasikan kepada generasi berikutnya oleh individu lain. Berbagai gagasannya dapat dikomunikasikan kepada orang lain karena ia mampu mengembangkan gagasan-gagasannya itu dalam bentuk lambing lambang vokal berupa bahasa, baik lisan maupun tertulis.

Kebudayaan mengenal ruang dan tempat tumbuh kembangnya, dengan mengalami perubahan, penambahan dan pengurangan. Manusia tidak berada pada dua tempat atau ruang sekaligus ia hanya dapat pindah ke ruang lain pada masa lain. Pergerakan ini telah berakibat pada persebaran kebudayaan, dari masake masa, dan dari satu tempat ke tempat lain. Indonesia adalah negara yang penuh dengan kebudayaan berbagai macam kebudayaan ada dalam negara ini. Dan disetiap daerah pastinya mempunyai sesuatu yang dibanggakan seperti sebuah kesenian, akan tetapi kesenian atau sebuah kebudayaan ini akan berkembang menjadi kebudayaan yang berfariasi karena adanya budaya yang mengglobal. Semakin banyak orang yang mengetahui terutama masyarakat luar pasti membawa pengaruh bagi kebudayaan asal. Hal ini dikarena kecenderungan orang untuk memfariasikan kebudayaan mereka agar lebih dikenal oleh luar daerahnya dan dikenal oleh negara lain.

Kebudayaan saat ini mulai menampakkan keberagamannya mulai dari kebudayaan yang asli sampai kebudayaan yang sudah dipengaruhi oleh kebudayaan lain.pengaruh inilah yang membuat kita harus lebih mencintai dan lebih mengenal kebudayaan negara kita  karena perlu diwaspadai semakin banyak kebudayaan yang bercampur dengan kebudayaan lain maka lama kelamaan makna asli budaya ini akan terkikis sedikit demi sedikit dan akan menghilangkan eksistensi dari kebudayaan asli.

Reproduksi Budaya

Reproduksi berasal dari kata re yaitu kembali dan produksi membuat atau menghasilkan, jadi reproduksi mempunyai arti suatu proses dalam menghasilkan sesuatu yang baru. Sedangkan budaya adalah suatu pola dari keseluruhan keyakinan dan harapan yang dipegang teguh secara bersama oleh semua anggota organisasi dalam pelaksanaan pekerjaan yang ada dalam organisasi tersebut.[1] Dapat disimpulkan reproduksi budaya adalah suatu proses dalam menghasilkan pola keseluruhan keyakinan dan harapan yang baru dalam organisasi masyarakat yang dipegang teguh oleh semua anggota organisasi.

Reproduksi kebudayaan merupakan proses penegasan identitas budaya yang dilakukan oleh pendatang , yang dalam hal ini menegaskan keberadaan kebudayaan asalnya. [2] Reproduksi budaya ialah bertemunya dua budaya yang berbeda dan satu sama lain saling mempengaruhi sehingga timbul kebudayaan baru yang mengandung unsur dua kebudayaan tersebut.

Sumber : https://jalantikus.app/

5 CARA MENGAJARI ANAK MENYUKAI PELAJARAN MATEMATIKA

5 CARA MENGAJARI ANAK MENYUKAI PELAJARAN MATEMATIKA

Matematika adalah pelajaran yang amat penting. Di samping itu, latihan matematika pun dapat diaplikasikan pada tidak sedikit hal di kehidupan ini. Apa juga bakat dan minat anak Anda, penting untuk mereka untuk mengetahui dasar-dasar matematika untuk menunjang tahapan yang mereka ambil.

Sayangnya, tidak sedikit anak yang fobia dengan latihan matematika. Pelajaran yang satu ini dirasakan sebagai latihan yang menyulitkan. Di samping itu, banyak sekali guru matematika ingin kaku dan menciptakan murid takut.

Nah, tidak boleh biarkan anak Anda fobia pada latihan matematika. Lakukan sejumlah hal ini agar anak Anda dapat menyenangi latihan tersebut:

1. Ambil Contoh dari Kehidupan Sehari-hari
Matematika tampak menyebalkan sebab anak tidak dapat membayangkan guna apa rumus-rumus tersebut ada. Banyak soal matematika yang tidak bersangkutan dengan hal-hal yang dicerna anak. Hal tersebut menjadikan anak tidak suka mempelajarinya.

Coba deh, bikin soal-soal yang lekat dengan sehari-hari anak. Misalnya, menjadikan permen kesukaannya sebagai soal, atau bahkan kartun yang dia sukai. Ini akan menciptakan anak menjadi gembira dan tertarik dengan latihan matematika.

2. Buat Catatan Berwarna
Tahukah Anda? Warna dapat unik perhatian orang bakal sesuatu. Hal ini pun berlaku pada pelajaran. Bersama anak, buatlah daftar rumus dengan memakai pulpen dan spidol warna-warni. Bila diperlukan, Anda pun dapat memakai stabilo.

Dengan daftar yang berwarna-warni, maka anak kita pun bakal merasa bahwa menghafalkan rumus tersebut mudah. Di samping itu, mereka pun bakal lebih energik dalam belajar.

Jangan lupa guna mengelompokkan formula sesuai tema dan fungsinya. Hal ini bertujuan guna mempermudah anak dalam belajar dan tidak menciptakan mereka kebingungan.

3. Tidak Memaksa Anak
Jangankan anak-anak, orang dewasa saja amat tidak suka dipaksa, bukan? Nah, sebagai orangtua yang bijak, tidak boleh memaksa anak guna belajar. Apabila dia jengah guna belajar, usahakanlah untuk mengerjakan pendekatan persuasif.

Anda dapat mencoba guna menemaninya belajar atau mengajarkannya soal-soal dengan teknik yang halus. Atau, dapat juga menyuruh anak belajar di restoran bernuansa mengasyikkan di akhir minggu, atau bahkan di taman. Biarkan anak merasa nyaman ketika belajar.

Di samping itu, jangan melulu menyuruh anak belajar latihan matematika, namun jengah ketika diminta anak guna membantunya. Bila orangtua saja malas mengajari anak, bagaimana mereka akan motivasi menuntut ilmu?

4. Cari Video Rumus-Rumus
Berbahagialah Anda bila hidup sebagai orangtua di era peradaban teknologi. Ada tidak sedikit video yang menjelaskan rumus-rumus matematika dengan jelas dan menciptakan anak lebih mudah mengetahui pelajaran matematika.

Cobalah guna menyetelkan anak sejumlah video tentang formula matematika. Bila perlu, Anda pun harus ikut mengetahui rumus tersebut, agar nanti Anda dapat menjelaskan untuk anak mengenai hal itu.

5. Buat Game Menarik
Anak-anak suka kendala yang menyenangkan, lho. Jadi, kenapa tidak menciptakan permainan simpel dari matematika? Misalnya, memakai bahan masakan untuk menjelaskan pelajaran pengurangan hingga perkalian, atau memakai makanan guna mempelajari pecahan.

Anak-anak juga dapat memakan makanan yang jumlahnya dapat mereka hitung sebagai reward atau hadiah. Dengan begitu, mereka juga secara tak sadar akan menyenangi matematika dan memandangnya unik.

Orangtua ialah pengajar kesatu anak. Jadi, bila anak merasa tak nyaman dengan latihan tertentu di sekolah, maka Anda mesti menggali solusinya dengan menciptakan pelajaran tersebut menyenangkan di rumah. Sumber : https://www.pelajaran.co.id/

Hari ini, Pengumuman SBMPTN 2019 Pukul 15.00 WIB

Hari ini, Pengumuman SBMPTN 2019 Pukul 15.00 WIB

Hari ini, Pengumuman SBMPTN 2019 Pukul 15.00 WIB

Hari ini, Pengumuman SBMPTN 2019 Pukul 15.00 WIB

Hari ini, Pengumuman SBMPTN 2019 Pukul 15.00 WIB

 

Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) akan mengumumkan hasil Seleksi Bersama

Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2019 melalui laman mirror di 12 perguruan tinggi negeri (PTN) pada Selasa (9/7/19) pukul 15.00 WIB.

Salah satunya milik Universitas Diponegoro, yaitu sbmptn.undip.ac.id. Link resmi LTMPT untuk

mengecek hasil seleksi adalah pengumuman-sbmptn.ltmpt.ac.id. Apabila calon mahasiswa dinyatakan lolos di kampus tujuan maka peserta harus melakukan registrasi ulang yang jadwalnya disesuaikan dengan kampus masing-masing. Sedangkan calon mahasiswa yang tidak lolos SBMPTN 2019, bisa mengikuti seleksi mandiri yang diadakan sebagian besar kampus di Indonesia.

SBMPTN 2019 adalah seleksi penerimaan mahasiswa baru dengan menggunakan hasil

Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dan kriteria lain yang ditetapkan bersama oleh PTN. UTBK 2019 diikuti siswa lulusan tahun 2017, 2018, dan 2019 pendidikan menengah (SMA/MA/SMK) atau sederajat serta lulusan paket C tahun 2017, 2018, dan 2019. Pengelolaan dan pengolahan data dalam  kepentingan seleksi jalur SBMPTN dilakukan oleh LTMPT, satu-satunya lembaga penyelenggara tes perguruan tinggi terstandar di Indonesia.

Berikut link mirror untuk mengecek pengumuman SBMPTN 2019:

 

Baca Juga :

 

MPLS 2019 Segera Digela

MPLS 2019 Segera Digela

MPLS 2019 Segera Digela

MPLS 2019 Segera Digela

MPLS 2019 Segera Digela

Masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) tahun ajaran 2019/2020 akan segera dilaksanakan pada 16 – 18 Juli 2019 di sekolah yang telah melakukan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). MPLS merupakan kegiatan pertama masuk sekolah untuk mengenalkan program, sarana dan prasarana sekolah, cara belajar, penanaman konsep, pengenalan diri serta pembinaan awal kultur sekolah.

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Sekolah Menengah Atas (PSMA) Dinas Pendidikan (Disdik)

Provinsi Jawa Barat (Jabar), Yesa Sarwedi menyatakan, MPLS dilaksanakan di SMA, SMK, dan SLB maksimal berlangsung tiga hari di awal kegiatan belajar mengajar (KBM) pada minggu pertama. “Tujuan pengenalan lingkungan sekolah ini untuk mengenal potensi diri siswa baru serta membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan sekitarnya, Antara lain, terhadap aspek keamanan, fasilitas umum, dan sarana prasarana satuan pendidikan,” ujarnya, saat dihubungi Jumat (5/7/2019).

Selain itu, lanjutnya, MPLS juga dapat menumbuhkan motivasi, semangat, dan cara belajar efektif sebagai siswa baru. Mengembangkan interaksi positif antarsiswa dan warga sekolah lainnya serta menumbuhkan perilaku positif. Di antaranya kejujuran, kemandirian, sikap saling menghargai, menghormati keanekaragaman dan persatuan, kedisiplinan, hidup bersih dan sehat untuk mewujudkan siswa yang memiliki nilai integritas, etos kerja, dan semangat gotong royong.

“Kepala sekolah bertanggung jawab penuh atas perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dalam

pengenalan lingkungan sekolah. Kegiatan MPLS ini wajib diisi kegiatan yang bermanfaat, bersifat edukatif, kreatif, dan menyenangkan,” jelasnya.

Yesa menegaskan, pengenalan lingkungan sekolah yang dilakukan dengan memperhatikan

perencanaan dan penyelenggaraan kegiatan hanya menjadi hak guru. Dilarang melibatkan siswa senior (kakak kelas) dan alumni sebagai penyelenggara. “Dalam MPLS ini tidak ada pungutan biaya atau bentuk pungutan lainnya. Sekolah wajib melakukan kegiatan yang bersifat edukatif, tak ada perpeloncoan, dan wajib menggunakan seragam serta atribut resmi dari sekolah,” tegasnya.

Kegiatan MPLS, tambahnya, bisa melibatkan tenaga kependidikan yang relevan dengan materi kegiatan. “Pengenalan sekolah dapat dibantu oleh siswa apabila terdapat keterbatasan jumlah guru. Untuk efektivitas dan efisiensi, pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dan majelis perwakilan kelas (MPK) jumlah paling banyak dua per rombongan belajar,” ungkapnya.***

 

Sumber :

https://weareglory.com/sejarah-kerajaan-kalingga/

Tahap Wawancara Program Beasiswa Asian University for Women (AUW)

Tahap Wawancara Program Beasiswa Asian University for Women (AUW)

Tahap Wawancara Program Beasiswa Asian University for Women (AUW)

Tahap Wawancara Program Beasiswa Asian University for Women (AUW)

Tahap Wawancara Program Beasiswa Asian University for Women (AUW)

Calon penerima program beasiswa Asian University for Women (AUW), bekerja sama dengan

Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat (Jabar) mengikuti tes wawancara via konferensi video. Sebanyak 7 calon penerima beasiswa yang berasal dari berbagai daerah di Provinsi Jabar ini, mengikuti tahap seleksi di Ruang Command Center Gedung Tikomdik Disdik Jabar, Jln. Dr. Radjiman No. 6, Kota Bandung, Selasa (2/7/2019).

Intermediator (perantara) AUW dengan Disdik Jabar, Abur Mustikawanto mengatakan, beasiswa ini untuk menjaring siswi yang ingin melanjutkan ke jenjang S-1. Terdapat tiga tahap yang wajib dilalui oleh peserta, yakni administrasi, ujian berbasis komputer, dan wawancara.

“Tikomdik menjadi tempat digelarnya tes karena fasilitas yang memadai,” ujar Abur saat diwawancarai, Selasa (2/7/2019).

Calon penerima beasiswa yang berasal dari SMA Negeri 1 Cibadak Kabupaten Sukabumi, Ayu

Shimma Dyanna Mahardika Annuuru mengaku, tes wawancara lebih menguji mentalnya karena harus berbicara langsung dengan Mr. Suman, perwakilan dari AUW Bangladesh. “Pertanyaannya masih terbilang umum. Tapi, tetap saja gugup dan takut salah saat menjawab,” ujarnya.

Ayu Shimma juga menceritakan prosesnya bisa sampai ke tahap ini. Terlebih dahulu, ia meyakinkan orang tuanya agar dirinya dapat sekolah di luar negeri. Selain itu, ia juga melatih kemampuannya berbahasa.

“Ketertarikan saya dalam bidang penelitian menggugah hati saya untuk memilih kuliah di

Bangladesh. Terlebih, saya ingin belajar mengenai budaya, bahasa, dan lingkungan di sana karena jelas berbeda dari Indonesia. Tentu berbagai persiapan dilakukan sebelum kuliah di sana,” tuturnya.***

 

Sumber :

https://weareglory.com/sholat-tarawih/

Penyebab Kejahatan

Penyebab Kejahatan

Penyebab Kejahatan

Penyebab Kejahatan

Penyebab Kejahatan

Pada umumnya penyebab kejahatan terdapat tiga kelompok pendapat yaitu:

ü  Pendapat bahwa kriminalitas itu disebabkan karena pengaruh yang terdapat di luar diri pelaku.

ü  Pendapat bahwa kriminalitas merupakan akibat dari bakat jahat yang terdapat di dalam diri pelaku sendiri.

ü  Pendapat yang menggabungkan, bahwa kriminalitas itu disebabkan baik karena pengaruh di luar pelaku maupun karena sifat atau bakat si pelaku.

Bagi Bonger, bakat merupakan hal yang konstan atau tetap, dan lingkungan adalah faktor variabelnya dan karena itu juga dapat disebutkan sebagai penyebabnya bahwa ada hubungan langsung antara keadaan ekonomi dengan kriminalitas biasanya mendasarkan pada perbandingan statistik dalam penelitian. Selain keadaan ekonomi, penyebab di luar diri pelaku dapat pula berupa tingkat gaji dan upah, pengangguran, kondisi tempat tinggal bobrok, bahkan juga agama. Banyak penelitian yang sudah dilakukan untuk mengetahui pengaruh yang terdapat di luar diri pelaku untuk melakukan sebuah tindak pidana. Biasanya penelitian dilakukan dengan cara statistik yang disebut dengan ciminostatistical investigation.

Bagi para penganut aliran bahwa kriminalitas timbul sebagai akibat bakat si pelaku, mereka berpandangan bahwa kriminalitas adalah akibat dari bakat atau sifat dasar si pelaku. Bahkan beberapa orang menyatakan bahwa kriminalitas merupakan bentuk ekspresi dari bakat. Para penulis Jerman mengatakan bahwa bakat itu diwariskan. Pemelopor aliran ini, Lombroso, yang dikenal dengan aliran Italia, menyatakan sejak lahir penjahat sudah berbeda dengan manusia lainnya, khususnya jika dilihat dari ciri tubuhnya. Ciri bukan menjadi penyebab kejahatan melainkan merupakan predisposisi kriminalitas. Ajaran bahwa bakat ragawi merupakan penyebab kriminalitas telah banyak ditinggalkan orang, kemudian muncul pendapat bahwa kriminalitas itu merupakan akibat dari bakat psikis atau bakat psikis dan bakat ragawi.

Untuk mendapatkan bukti pengaruh pembawaan dalam kriminalitas, berbagai macam penelitian telah dilakukan dengan berbagai macam metode. Metode yang menarik antara lain:

ü  Criminal family, penyelidikan dilakukan terhadap keluarga penjahat secara vertical dari satu keturunan ke keturunan yang lain.

ü  Statistical family, penyelidikan sejarah keluarga golongan besar penjahat secara horizontal untuk mendapatkan data tentang faktor pembawaan sebagai keseluruhan.

ü  Study of twins, penyelidikan terhadap orang kembar.

Setiap orang, sedikit atau banyak memiliki bakat kriminal, dan bilamana orang itu dalam lingkungan yang cukup kuat untuk berkembangnya bakat kriminal sedemikian rupa, maka orang itu pasti akan terlibat dalam kriminalitas. Hubungan antara pengaruh pembawaan dan lingkungan pada etiologi kriminal yang dikaitkan dengan penyakit-penyakit mental dengan diagram sebagai berikut: Lindesmith dan Dunham menyimpulkan bahwa kriminalitas dapat 100 persen sebagai akibat dari faktor kepribadian namun juga dapat 100 persen sebagai akibat faktor sosial, tetapi yang paling banyak adalah sebagai gabungan faktor pribadi dan faktor sosial yang bersama-sama berjumlah 100 persen.

Seelig membagi hubungan bakat lingkungan kejahatan sebagai berikut:

ü  Sementara orang, oleh karena bakatnya, dengan pengaruh lingkungan yang cukupan saja telah melakukan delik.

ü  Lebih banyak orang yang karena bakatnya, dengan pengaruh lingkungan yang kuat, melakukan delik.

ü  Sangat sedikit orang karena pengaruh dari luar yang cukupan saja, melakukan delik.

ü  Sebagian besar orang lebih dari 50 persen, dengan bakatnya, walaupun berada di dalam lingkungan yang kurang baik dan cukup kuat, tidak ,menjadi kriminal.

Sauer berpendapat bahwa pertentangan bakat-lingkungan itu terlalu dilebih-lebihkan, dan bahwa baik bakat, lingkungan atau keduanya bersama-sama dapat menjadi penyebab kriminalitas sudahlah cukup. Selanjutnya ia mengatakan bahwa setiap pelaku berdasarkan bakat sebagai sumber biologis dan sedikit atau banyak dipengaruhi oleh kekuatan dari luar yang berasal dari alam maupun masyarakat, dan baik itu merupakan syarat ataupun merupakan gejala yang mengiringinya, pelaku itu melakukan perbuatan kriminalnya. Sebagai faktor ketiga, Sauer masih menyebutkan pula kehendak.

Noach mengatakan kriminalitas yang terjadi pada orang normal merupakan akibat dari bakat dan lingkungan, yang pada suatu ketika hanya salah satu faktor saja, pada waktu yang lain faktor yang lainnya dan yang kedua-duanya mungkin saling berpengaruh.

Sumber : https://www.anythingbutipod.com/

Faktor Mempengaruhi Seseorang Melakukan Kejahatan

Faktor Mempengaruhi Seseorang Melakukan Kejahatan

Faktor Mempengaruhi Seseorang Melakukan Kejahatan

Faktor Mempengaruhi Seseorang Melakukan Kejahatan

Faktor Mempengaruhi Seseorang Melakukan Kejahatan

Menurut Gruhle factor-faktor seseorang melakukan kejahatan dibagi menjadi:

  1. Penjahat karena kecenderungan (bukan bakat):
  • Aktif: mereka yang mempunyai kehendak untuk berbuat jahat
  • Pasif: mereka yang tidak merasa keberatan terhadap dilakukannya tindak pidana, tetapi tidak begitu kuat berkehendak sebagai kelompok yang aktif, delik bagi mereka ini merupakan jalan keluar yang mudah untuk mengatasi kesulitan.
  1. Penjahat karena kelemahan

Mereka yang baik karena situasi sulit, keadaan darurat maupun keadaan yang cukup baik, melakukan kejahatan, bukan karena mereka berkemauan, melainkan karena tidak punya daya tahan dalam dirinya untuk tidak berbuat jahat.

  1. Penjahat Karena hati panas.

Mereka yang karena pengaruh sesuatu tidak dapat mengendalikan dirinya juga karena putus asa lalu berbuat jahat.

  1. Penjahat karena keyakinan.

Mereka yang menilai normanya sendiri lebih tinggi daripada norma yang berlaku di dalam masyarakat.

  1.             Capeli membagi penjahat menurut faktor terjadinya kejahatan yaitu:
  2. Karena faktor psikopatologik:
  • Orang-orang yang kurang waras, gila.
  • Orang yang secara psikis tidak normal, tetapi tidak gila.
  1. Karena faktor organis:
  • Orang-orang yang karena menderita gangguan fisik pada waktu telah cukup umur, seperti mereka yang menjadi tua, berbagai macam cacat.
  • Orang-orang yang menderita gangguan fisik sejak masa kanak-kanak atau sejak lahir, dan yang menderita kesulitan pendidikan atau sosialisasi.
  1. Karena faktor sosial:
  • Penjahat kebiasaan.
  • Penjahat karena kesempatan (karena keadaan/desakan ekonomi atau fisik).
  • Penjahat yang pertama-tama melakukan kejahatan kecil-kecil, seringkali hanya secara kebetulan saja, selanjutnya meningkat ke arah kejahatan yang lebih serius
  • Pengikut serta kejahatan kelompok, seperti pencurian di pabrik, lynch (pengeroyokan).

                         III.            Seelig berpendapat bahwa kejahatan atau delik mungkin sebagai akibat dari watak si penjahat (disposisinya), atau karena peristiwa psikis saat terjadinya kejahatan. Pembagian penjahatnya menjadi tanpa dasar yang tunggal, dan Seelig dengan tegas melihatnya bahwa secara biologis (dalam arti ciri tubuh dan psikis) merupakan kelompok manusia yang heterogen dan tidak tampak memiliki ciri-ciri biologis. Dari pandangan itu, Seelig membagi penjahat menjadi:

  1. Delinkuen professional karena malas bekerja.

Mereka melakukan delik berulang-ulang, seperti orang melakukan pekerjaan secara normal. Kemalasan kerjanya mencolok, cara hidupnya sosial. Misal gelandangan, pelacur.

  1. Delinkuen terhadap harta benda karena daya tahan lemah.

Mereka biasanya melakukan pekerjaan normal seperti orang kebanyakan. Namun di dalam kerjanya, ketika melihat ada harta benda, mereka tergoda untuk memilikinya, karena daya tahan yang lemah, mereka melakukan delik. Misal pencurian di tempat kerja, penggelapan oleh pegawai administrasi, dll

  1. Delinkuen karena dorongan agresi.

Mereka sangat mudah menjadi berang dan melakukan perbuatan agresif dengan ucapan maupun tulisan. Biasanya mereka ini menunjukkan kurangnya tenggang rasa dan perasaan sosial. Penggunaan minuman keras sering terjadi diantara mereka.

  1. Delinkuen karena tidak dapat menahan dorongan seksual.

Mereka ini adalah yang tidak tahan terhadap dorongan seksual dan ingin memuaskan dorongan itu dengan segera, karena kurangnya daya tahan.

  1. Delinkuen karena krisis.

Mereka yang melihat bahwa tindak pidana adalah sebagai jalan keluar dalam krisis. Krisis ini meliputi:

  • Perubahan badani, perubahan yang menimbulkan ketegangan seseorang (pubertas, klimaktorium, menjadi tua).
  • Kejadian luar yang tidak menguntungkan, khususnya dalam lapangan ekonomi atau dalam lapangan percintaan.
  • Karena krisis diri sendiri.
  1. Delinkuen karena reaksi primitive.

Mereka yang berusaha melepaskan tekanan jiwanya dengan cara yang tidak disadari dan seringkali bertentangan dengan kepentingan dirinya sendiri atau bertentangan dengan kepentingan hukum pihak lain. Tekanan tersebut dapat terjadi sesaat atau terbentuk sedikit demi sedikit dan terakumulasi, dan pelepasannya pada umumnya tidak terduga.

  1. Delinkuen karena keyakinan.

Seseorang melakukan tindak pidana karena merasa ada kewajjiban dan adanya keyakinan bahwa merekalah yang paling benar. Mereka menilai normanya sendiri lebih tinggi daripada norma kelompok lain. Hanya jika penilaian normanya ini terlalu kuat, maka barulah dikatakan delinkuen karena keyakinan.

  1. Delinkuen karena tidak punya disiplin kemasyarakatan.

Mereka yang tidak mau mengindahkan hal-hal yang oleh pembuat undang-undang diatur guna melindungi kepentingan umum.

Sumber : https://merkbagus.id/

Mahasiswa Jadi Korban Kerja Paksa di Taiwan, Ini Kata Menteri

Mahasiswa Jadi Korban Kerja Paksa di Taiwan, Ini Kata Menteri

Mahasiswa Jadi Korban Kerja Paksa di Taiwan, Ini Kata Menteri

Mahasiswa Jadi Korban Kerja Paksa di Taiwan, Ini Kata Menteri

Mahasiswa Jadi Korban Kerja Paksa di Taiwan, Ini Kata Menteri

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan,

mahasiswa yang diduga menjalani kerja paksa di Taiwan bukan merupakan mahasiswa yang berangkat melalui skema kerja sama Kemenristekdikti dan Taiwan.

Nasir menyebutkan ratusan mahasiswa yang diduga menjadi korban kerja paksa di Taiwan adalah korban penipuan calo atau agensi.

“Mahasiswa kerja paksa di Taiwan itu, saya lagi komunikasi mulai kemarin. Mereka mahasiswa

yang tidak melalui jalur Kemenristekdikti,” kata Nasir usai pembukaan Rapat Kerja Nasional Kemenristekdikti 2019 di Semarang, Jateng, Kamis (3/1).

Nasir menjelaskan, para mahasiswa itu berangkat sendiri ke Taiwan melalui calo dengan iming-iming bisa diterima di perguruan tinggi di negara tersebut. Namun ternyata tidak diterima.

“Akhirnya, mereka bekerja di perusahaan. Akhirnya penipuan kan itu. Ini bukan kewenangan

Kemenristekdikti. Namun, kasus ini jadi rujukan, ini urusan tenaga kerja,” imbuhnya.

Menurut dia, para mahasiswa korban kerja paksa di Taiwan tersebut tidak berangkat secara resmi dari kampus di Indonesia, melainkan lulusan-lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang berangkat dari agensi-agensi.

“Mereka ini tidak ada yang dari kampus. Mereka lulusan sekolah, kemudian di agensi-agensi itu. Ini saya lagi lacak. Kalau ada kampus yang terjadi semacam itu,” ucap Nasir.

 

Baca Juga :

Universitas Bengkulu Bangun Rumah Sakit Pendidikan pada 2019

Universitas Bengkulu Bangun Rumah Sakit Pendidikan pada 2019

Universitas Bengkulu Bangun Rumah Sakit Pendidikan pada 2019

Universitas Bengkulu Bangun Rumah Sakit Pendidikan pada 2019

Universitas Bengkulu Bangun Rumah Sakit Pendidikan pada 2019

Universitas Bengkulu (Unib) pada 2019, telah memprogramkan akan membangun rumah sakit (RS) pendidikan di sekitar kampus perguruan tinggi tersebut.

“Tahun 2019, kita sudah memprogramkan akan membangun RS pendidikan di kampus Unib. Dana pembangunan RS pendidikan ini bersumber dari bantuan Arab Saudi,” kata Rektor Unib Bengkulu, Ridwan Nurazi seusai meresmikan lima unit gedung baru dan sarana pelayanan terpadu berlokasi di kampus Unib, di Bengkulu, Kamis (27/12).

Ia mengatakan, pembangunan rumah sakit pendidikan tersebut, sejak tahun 2017 lalu sudah programkan Unib, tetapi sampai sekarang belum terealisasi karena JICA selaku lembaga keuangan internasional yang pendonor dana minta dilaksanakan 2019.

Namun, Unib minta pembangunan RS pendidikan direalisasikan pada tahun tersebut. Dengan demikian, JICA membatalkan membiayai pembangunan RS pendidikan yang berlokasi di kampus Unib.

Dengan batalnya JICA membiayai pembangunan RS pendidikan tersebut, maka Unib mencari

lembaga keuangan internasional melalui Bappenas yang siap membiayai pembangunan RS tersebut dan didapatlah negara yang siap membiayainya, yakni Arab Saudi.

“Mungkin jodoh kita dengan Arab Suadi yang siap membiayai pembangunan RS pendidikan tersebut. Jika tidak ada aral melintang pembangunan RS pendidikan Unib dapat direalisasikan,” ujarnya.

RS pendidikan ini akan dijadikan tempat praktik bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran Unib. Sebab, selama ini mahasiswa kedokteran Unib melakukan praktik di sejumlah rumah sakit yang ada di Bengkulu, termasuk RS M Yunus.

Namun, jika RS pendidikan Unib sudah selesai dibangun dan berfungsi, maka mahasiswa kedokteran perguruan tinggi tersebut, cukup melaksanakan praktik di RS terrsebut.

Karena itu, Unib sangat berharap kepada pemerintah Arab Saudi agar rencana pembangunan

RS pendidikan dapat direalisasikan pada 2019 mendatang, sesuai kesepakatan sebelumnya.

Namun, Rektor Unib Ridwan Nurazi, tidak menjelaskan secara pasti total dana pembangunan RS pendidikan tersebut, yang dikucurkan Arab Saudi ke Unib. “Yang jelas, dana pembangunan RS pendidikan cukup besar,” ujarnya.

Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah yang diwakili Asisten I Pemprov Bengkulu, Hamka Sabri

saat meresmikan 5 gedung baru dan sarana pelayanan terpadu Unib mengatakan, menyambut baik rencana Unib membangun RS pendidikan.

“Pemprov Bengkulu, memberikan apreasiasi atas berbagai kemajuan yang dicapai Unib selama ini, termasu rencana pembangunan RS pendidikan pada tahun 2019 mendatang. Kita berharap rencana ini dapat direalisasikan dengam baik, sehingga kualitas Unib semakin meningkat ke depan,” ujarnya.

 

Sumber :

https://vidmate.co.id/