Category Archives: Uncategorized

KINKAKUJI & GINKAKUJI

KINKAKUJI & GINKAKUJI

KINKAKUJI & GINKAKUJI

KINKAKUJI & GINKAKUJI

KINKAKUJI & GINKAKUJI

Pada zaman Muromachi, karena pemerintahan Bakufu berpusat di Kyoto, maka hal-hal yang bersifat militer & bersifat kebangsawanan melebur & menjadi suatu kebudayaan baru yaitu budaya militer & bangsawan (BUKE BUNKA). Kebudayaan baru tersebut merupakan kebudayaan yang sederhana & mendalam yang mendapat pengaruh dari Dinasti MING & YUAN di Cina.
Kebudayaan ibukota meluas smpai ke daerah & di berbagai tempat lahir kebudayaan rakyat(MINSHU no Bunka). Hasil kebudayaan pada zaman ini di bidang arsitektur bangunan yaitu : KINKAKUJI(kuil emas) & GINKAKUJI(kuil perak).

KINKAKUJI (KUIL EMAS)

Awalnya sebuah villa yang dibangun di daerah Kitayama (kyoto) oleh Ashikaga Yoshimitsu pada akhir abad 14(Th 1397).
Kinakaku mengambil gaya arsitektur bangsawan & kuil ZEN di Cina yang seluruhnya dilapisi emas sehingga menjadi sebuah bangunan yang indah. Pada tahun 1950, bangunan ini pernah rusak karena kebakaran, namun dibangun lagi hingga bentuknya seperti sekarang ini.

GINKAKUJI (KUIL PERAK)

Awalnya juga sebuah villa yang dibangun di daerah Higashiyama (kyoto) oleh Ashikaga Yoshimasa pada akhir abad 15(th 1482).
Ginkakuji bangunannya dilapisi perak & mengambil gaya arsitektur kuil ZEN yang disebut “SHOINZUKURI” yang ciri bangunannya dimana di dalam ruangannya terdapat “TOKO NO MA”(tempat tidur), “CHIGAI DANA”(RAK), dan “TATAMI” yang terhampar dengan rapi, kemudian antara kamar dg kamar dipisahkan o/ “FUSUMA”(pintu dorong dari kertas), dinding, dan digunakan juga “AKARISHOJI”(jendela kertas). Gaya ini kemudian diambil sebagai gaya rumah kaum militer & menjadi asal dari rumah gaya jepang skrg.

Baca Juga :

Robocop’, Kursi Roda Mungkin Pensiun

Robocop’, Kursi Roda Mungkin Pensiun

Robocop’, Kursi Roda Mungkin Pensiun

Robocop’, Kursi Roda Mungkin Pensiun

Robocop’, Kursi Roda Mungkin Pensiun

Kabar gembira untuk pengguna kursi roda.

Sebuah robot kaki baru saja dikembangkan untuk membantu para pengguna agar bisa berdiri dan berjalan lagi dengan kedua kakinya. Bahkan bisa untuk naik-turun anak tangga.

Robot kaki dari Selandia Baru ini bernama Rex alias Exoskeleton Robotic. Sang robot, nantinya akan menempel di samping kaki untuk menyokong tubuh pengguna. Dari penampilannya, kaki robot ini mirip dengan kaki Robocop, polisi super berkat teknologi robot.

“Aku tidak akan lupa bagaimana rasanya melihat kakiku berjalan

saat pertama kali menggunakan Rex,” ucap Allen Hayden, berkaca-kaca. Allen adalah orang pertama yang mencoba menggunakan Rex. Ia mengalami cedera patah tulang belakang akibat kecelakaan motor.

“Orang-orang menyuruhku untuk melihat ke depan ketika berjalan, tapi aku tak bisa berhenti melihat kakiku yang bergerak,” ujarnya, takjub.

 

Robot dengan bobot 84 pound (sekitar 38 kilogram)

ini dikembangkan oleh perusahaan Rex Bionics yang berbasis di Auckland. Pendiri perusahaan, Richard Little dan Robert Irving, memiliki ibu yang menggunakan kursi roda. Itu salah satu alasan mengapa mereka mengerti betul kesulitan para pengguna kursi roda.

Tujuh tahun yang lalu, Irving juga sempat divonis kena multiple sclerosis, suatu penyakit autoimmune yang menyerang sistim saraf pusat. Dalam beberapa kasus dapat menyebabkan kelumpuhan.

 

Sejak saat itu, kedua pendiri perusahaan robot kaki

ini memutuskan untuk membuat robot yang mampu membantu para pengguna kursi roda untuk berjalan.

Robot dengan daya tahan dua jam penuh baterai ini mempunyai beberapa batasan bagi orang yang akan menaikinya. Para pengguna diharuskan memiliki tinggi sekitar 4-6 feet (sekitar 120-180 centimeter), berat kurang dari 220 pounds (kurang dari 100 kilogram) dan mempunyai lingkar pinggang kurang dari 14,9 inch (37,85 centimeter).

Para pengguna nantinya dapat mengontrol robot kaki dengan menggunakan joystick tangan dan pad kontrol untuk manuver yang membantu mobilitas perangkat. Hanya saja robot ini tidak mampu berjalan di tempat yang licin atau permukaan yang tidak datar, seperti salju, pasir, rumput dan lumpur.

detikINET kutip dari Cnet, Senin (19/7/2010), Rex dibanderol dengan harga cukup mahal, US$ 150 ribu (sekitar Rp 1,35 miliar). Lagipula, kaki “Robocop” ini baru tersedia di Selandia Baru. Untuk negara lain, kabarnya baru akan dipasarkan mulai tahun depan.

Baca Juga :